Baca selengkapnya
Waktu membaca: 16 Menit

Cara Berinvestasi di Saham Pertahanan Saat Ketegangan Geopolitik

Anggaran militer meningkat ketika dunia memanas. Saham pertahanan seringkali mengikuti. Panduan ini menunjukkan bagaimana investor dapat menavigasi ketidakpastian geopolitik dengan mengidentifikasi perusahaan yang tangguh di sektor kedirgantaraan dan pertahanan. Baik Anda mencari stabilitas maupun pertumbuhan, kami menjelaskan cara memosisikan portofolio agar dapat memanfaatkan tren pertahanan jangka panjang tanpa mengambil risiko yang tidak perlu.
Anggaran militer meningkat ketika dunia memanas. Saham pertahanan seringkali mengikuti. Panduan ini menunjukkan bagaimana investor dapat menavigasi ketidakpastian geopolitik dengan mengidentifikasi perusahaan yang tangguh di sektor kedirgantaraan dan pertahanan. Baik Anda mencari stabilitas maupun pertumbuhan, kami menjelaskan cara memosisikan portofolio agar dapat memanfaatkan tren pertahanan jangka panjang tanpa mengambil risiko yang tidak perlu.
Prajurit berseragam duduk di depan truk militer, melihat smartphone; dikelilingi perubahan persentase pasar saham berwarna hijau dan merah.
 

Di dunia yang semakin tidak pasti, ketika headline sering bergema dengan kata-kata seperti “konflik,” “ketegangan,” atau “deterrence strategis,” satu sektor secara diam-diam masuk ke sorotan: pertahanan. Meski tidak ada investor yang seharusnya berharap pada ketidakstabilan, sejarah menunjukkan bahwa ketegangan geopolitik sering mengalihkan modal ke kepentingan keamanan nasional, teknologi pertahanan modern, dan perusahaan yang bertugas membangun alat-alat deterrence.

Saham pertahanan merepresentasikan bisnis yang mengembangkan peralatan militer, sistem persenjataan, teknologi pengawasan, dan kapabilitas siber. Perusahaan-perusahaan ini beroperasi di ranah di mana kontrak pemerintah, stabilitas geopolitik, dan kegagalan diplomasi global secara langsung membentuk pendapatan—dan karena itu, minat investor.

Panduan ini mengeksplorasi lanskap investasi pertahanan: apa yang mendefinisikan saham pertahanan, bagaimana industri ini berperilaku selama konflik global, dan faktor apa saja yang penting saat menganalisis perusahaan di ruang yang sensitif namun secara strategis vital ini.

 

Poin-poin Penting

  • Saham pertahanan merepresentasikan perusahaan yang terlibat dalam keamanan nasional, termasuk senjata, pesawat, keamanan siber, dan logistik militer.

  • Peristiwa global seperti perang, peningkatan militer, dan naiknya risiko geopolitik cenderung meningkatkan belanja pertahanan—dan menarik perhatian investor.

  • Sektor ini sangat dipengaruhi oleh anggaran pemerintah, siklus pengadaan yang panjang, dan pekerjaan proyek yang bersifat rahasia.

  • Meski saham pertahanan dapat outperform saat konflik, sektor ini juga membawa perdebatan etika, risiko regulasi, dan sensitivitas terhadap siklus politik.

  • Nama-nama populer di sektor ini mencakup Lockheed Martin, Northrop Grumman, Raytheon Technologies, BAE Systems, dan Thales.

Apa Itu Saham Pertahanan?

Saham pertahanan adalah saham perusahaan yang memproduksi, merancang, atau menyediakan layanan untuk produk yang digunakan oleh militer dan lembaga keamanan. Perusahaan-perusahaan ini dapat memproduksi:

  • Jet tempur, kapal selam, tank

  • Sistem pertahanan rudal dan radar

  • Satelit militer dan drone

  • Platform keamanan siber dan enkripsi

  • Teknologi pengawasan dan medan tempur

Meski banyak perusahaan pertahanan merupakan perusahaan industri yang terdiversifikasi, bisnis inti mereka berputar pada pengadaan pertahanan yang didanai negara, sehingga mereka sering beroperasi dengan kontrak multi-tahun dan hubungan erat dengan pemerintah.

 

Saham Pertahanan

  • Lockheed Martin (LMT) – Jet tempur, rudal, satelit

  • Northrop Grumman (NOC) – Pengebom siluman, pertahanan rudal

  • Raytheon Technologies (RTX) – Sistem radar, rudal

  • General Dynamics (GD) – Kapal selam, tank, TI untuk pertahanan

  • Huntington Ingalls (HII) – Perusahaan galangan kapal terbesar untuk US Navy

  • Rheinmetall (RHM) – Kontraktor pertahanan terbesar di Jerman

  • BAE Systems (BAE) – Kontraktor pertahanan terbesar di Eropa

Defense ETFs

Jika Anda lebih memilih diversifikasi, Anda dapat berinvestasi melalui Exchange-Traded Funds seperti:

  • iShares U.S. Aerospace & Defense ETF (ITA)

  • SPDR S&P Aerospace & Defense ETF (XAR)

  • Invesco Aerospace & Defense ETF (PPA)

ETF ini menampung keranjang saham terkait pertahanan dan dapat membantu meratakan risiko sambil tetap menangkap kinerja sektor. Ingat investasi berisiko, berinvestasilah secara bertanggung jawab.

 

3. Apa yang Perlu Dicari Saat Berinvestasi

  • Kekuatan backlog: Pipeline kontrak masa depan yang besar

  • Belanja R&D: Investasi pada teknologi militer generasi berikutnya

  • Eksposur pemerintah: Stabilitas kontrak

  • Pertimbangan etika: Screening ESG dan eksklusi dana

  • Diversifikasi geografis: Eksposur U.S., NATO, Asia-Pasifik

Saham pertahanan bukan hanya soal konflik—melainkan soal keamanan, kontinuitas, dan ketahanan global. Tentukan timing masuk Anda berdasarkan nilai, strategi, dan pandangan Anda terhadap dunia.

Infografik tentang investasi saham perusahaan pertahanan saat ketidakpastian global – menampilkan sub-sektor logistik pertahanan, perusahaan teratas dari AS dan Eropa, pendorong utama permintaan, serta perbandingan antara investasi saham individual dan ETF.
 

Saham Pertahanan: 3 Pendorong Utama

Jet tempur lepas landas dari kapal induk saat matahari terbenam, dengan seorang kru terlihat di latar depan

Saham pertahanan beroperasi di dunia yang lebih banyak dibentuk oleh geopolitik, prioritas strategis, dan anggaran jangka panjang dibandingkan tren konsumen. Berbeda dari sektor yang terikat pada siklus kuartalan mode atau teknologi, industri pertahanan merespons ketegangan global, kebijakan pemerintah, dan target modernisasi militer.

Berikut tiga kekuatan paling penting yang mendorong kinerja saham pertahanan:

1. Risiko Geopolitik dan Zona Konflik

Ketika ketegangan global meningkat—baik akibat perang konvensional, ancaman siber, maupun sengketa wilayah—pemerintah cenderung meningkatkan belanja pertahanan. Kontraktor pertahanan sering diuntungkan dari percepatan pengadaan, pesanan darurat, atau paket dukungan militer yang diperbarui.

Wilayah kunci yang mempengaruhi pergerakan saham:

  • Eropa Timur (konflik Ukraina)

  • Selat Taiwan dan buildup militer Indo-Pasifik

  • Timur Tengah dan ketegangan Teluk Persia

2. Anggaran Pemerintah dan Siklus Pengadaan

Perusahaan pertahanan bergantung pada kontrak multi-tahun dari pemerintah nasional, khususnya U.S. Department of Defense, mitra NATO, dan negara anggota EU yang besar. Anggaran sering mencerminkan:

  • Siklus pemilu dan prioritas politik

  • Doktrin baru (mis. cyber defense, deterrence hipersonik)

  • Kapasitas ekonomi untuk investasi militer jangka panjang

3. Inovasi Pertahanan dan Modernisasi Teknologi

Belanja tidak lagi terbatas pada tank dan pesawat. Negara-negara berinvestasi pada:

  • Sistem otonom dan drone

  • Infrastruktur keamanan siber

  • Pengawasan dan targeting berbasis AI

  • Pertahanan rudal berbasis ruang angkasa

Perusahaan yang memimpin di area ini—seperti Lockheed Martin, Palantir, atau Thales—dapat memiliki potensi pertumbuhan yang lebih kuat.

 

The Strategic Role of Defense Stocks

Peluncur rudal militer di area gurun, dengan antena radar di latar belakang dan logo perusahaan pertahanan ditampilkan.

Sumber: Adobe Stock

 

Peluncur rudal militer di area gurun, dengan antena radar di latar belakang dan logo perusahaan pertahanan ditampilkan.

Aset Counter-Cyclical di Dunia yang Volatil

Ketika sebagian besar sektor berkontraksi saat resesi atau downturn, saham pertahanan sering tetap stabil atau bahkan outperform. Mengapa? Karena pemerintah jarang memangkas belanja militer di masa ketidakpastian—mereka justru sering menaikkannya.

Dengan demikian, saham pertahanan dapat bertindak sebagai hedge terhadap instabilitas geopolitik—alat yang semakin relevan dalam playbook investor modern.

Sektor Strategis = Eksposur Strategis

Saham pertahanan juga memiliki peran portofolio yang mirip dengan utilitas atau energi. Mereka adalah bagian dari infrastruktur tulang punggung sebuah negara—didanai pemerintah, kurang terekspos pada selera konsumen, dan sentral terhadap kedaulatan serta proyeksi kekuatan negara.

Bagi investor jangka panjang, eksposur ke pertahanan dapat menawarkan:

  • Diversifikasi dari sektor konsumen/teknologi

  • Potensi perlindungan dari siklus suku bunga

  • Partisipasi dalam tren investasi pemerintah jangka panjang

Teknologi + Keamanan = Kepemimpinan Pertahanan Masa Depan

Banyak perusahaan pertahanan kini bertindak sebagai inovator dual-purpose, memproduksi teknologi untuk militer sekaligus komersial. Dari sistem berbasis AI hingga jaringan satelit aman, saham pertahanan semakin menyatu dengan ekosistem kedirgantaraan, data, dan keamanan siber yang lebih luas.

6 Tips Teratas tentang Investasi Saham Pertahanan

1. Ikuti Anggaran, Bukan Headline

Belanja pertahanan tidak selalu melonjak segera setelah krisis. Lihat anggaran Pentagon, target NATO, dan rencana pengadaan multi-tahun untuk mengukur permintaan.
 

2. Pahami Timeline Pengadaan

Kontrak pertahanan sering membutuhkan bertahun-tahun untuk dimenangkan dan lebih lama lagi untuk dipenuhi. Pertumbuhan laba bisa lambat namun konsisten.
 

3. Pantau Titik Panas Geopolitik

Ketegangan yang meningkat di wilayah seperti Eropa Timur, Selat Taiwan, atau Timur Tengah sering memicu realignment strategi militer—dan kinerja saham bisa mengikuti.
 

4. Pahami Etika dan Kekhawatiran ESG

Sebagian investor menghindari saham pertahanan karena pertimbangan etika atau lingkungan. Sebagian lain memandangnya sebagai kebutuhan kedaulatan nasional. Tentukan posisi Anda.
 

5. Pantau M&A dan Upgrade Teknologi

Sektor ini dikenal dengan konsolidasi dan lompatan teknologi besar. Hipersonik, targeting berbasis AI, dan enkripsi kuantum sedang membentuk ulang belanja militer.
 

6. Diversifikasi Tetap Penting

Meski pertahanan dapat bersifat counter-cyclical, sebaiknya tetap dimiliki sebagai bagian dari portofolio yang lebih luas, terutama ketika prioritas pemerintah berubah mengikuti siklus pemilu.

 

Kontraktor Pertahanan Eropa

Sistem pertahanan rudal meluncur selama uji coba pada senja hari

Sumber: Adobe Stock

 

Di bawah bayang-bayang ketegangan geopolitik yang kembali meningkat, industri pertahanan Eropa sedang mengalami transformasi yang sudah lama tertunda. Selama beberapa dekade, banyak negara Eropa mempertahankan belanja pertahanan yang relatif rendah—lebih memilih diplomasi dan integrasi ekonomi dibandingkan deterrence. Namun, invasi Rusia ke Ukraina pada 2022 secara fundamental membentuk ulang prioritas keamanan di seluruh benua, dan bersamanya, aliran investasi menuju kontraktor pertahanan Eropa.

Di antara perusahaan-perusahaan ini, Rheinmetall dari Jerman muncul sebagai salah satu saham yang paling banyak dipantau di sektor ini, berada di persimpangan inovasi pertahanan, warisan manufaktur, dan kebangkitan kemauan politik.

Rheinmetall: Tulang Punggung Industri Pertahanan Jerman

Rheinmetall AG adalah salah satu produsen pertahanan terbesar di Eropa, yang berspesialisasi dalam kendaraan lapis baja, amunisi, sistem pertahanan udara, dan teknologi medan tempur elektronik. Meski perusahaan juga beroperasi di sektor komponen otomotif, segmen Defense kini mendominasi profil publik dan investor mereka.

Produk utama meliputi:

  • Tank Leopard 2 (diproduksi bersama Krauss-Maffei Wegmann)

  • Kendaraan Tempur Infanteri Puma

  • Sistem Pertahanan Udara Skynex

  • Peluru artileri dan amunisi canggih

Rheinmetall menjadi simbol dari rearmament cepat Jerman setelah puluhan tahun underinvestment militer. Pada awal 2022, Jerman mengumumkan dana modernisasi pertahanan bersejarah sebesar €100 miliar, mematahkan tabu politik dan menandai era baru bagi peran negara tersebut di NATO dan pertahanan Eropa.

 

Angin Pendorong Geopolitik: Rusia, NATO & Kesiapan Pertahanan

Kebangkitan pertahanan Eropa bukan hanya cerita Jerman—ini adalah respons kontinental terhadap memburuknya keamanan di sisi timur NATO. Negara-negara seperti Polandia, negara Baltik, Finlandia, dan Swedia meningkatkan anggaran pertahanan, membuat pesanan besar kepada kontraktor lokal maupun pan-Eropa.

Gelombang rearmament ini didorong oleh:

  • Komitmen belanja NATO yang meningkat (2% dari PDB)

  • Penempatan permanen pasukan AS dan NATO di Eropa Timur

  • Proyek lintas negara seperti modernisasi Eurofighter Typhoon atau sistem pertahanan udara gabungan

  • Fokus yang meningkat pada logistik, mobilitas, dan perlindungan perbatasan

Rheinmetall telah membuka fasilitas produksi baru di Jerman, Hungaria, dan merencanakan ekspansi di Ukraina, menandakan bahwa kapasitas pertahanan bukan lagi isu back-office—melainkan telah menjadi ekonomi halaman depan.

Kebangkitan Ekonomi Pertahanan Eropa

Selama bertahun-tahun, belanja pertahanan di banyak negara Eurozone dipandang sebagai political third rail—mahal, tidak populer, dan sering dialihdayakan. Itu kini berubah.

Belanja pertahanan kini dibingkai ulang sebagai:

  • Investasi strategis dalam kedaulatan

  • Stimulus bagi pertumbuhan industri, inovasi, dan penciptaan lapangan kerja

  • Cara membangun kembali kapasitas manufaktur domestik pasca-COVID dan pasca-globalisasi

Jerman, khususnya, sedang mengalami kebangkitan militer-industri, di mana para pembuat kebijakan yang dulu ragu kini melihat pertahanan sebagai kebutuhan keamanan sekaligus peluang ekonomi.

Pergeseran ini mendukung perusahaan seperti:

  • Rheinmetall (Jerman)

  • Thales (Prancis) – keamanan siber, radar, dan sistem komunikasi

  • Leonardo (Italia) – helikopter, avionik, dan elektronik pertahanan

  • Saab (Swedia) – jet tempur dan sistem rudal

  • BAE Systems (UK) – tetap pemasok dominan dalam kerangka NATO meski Brexit

Tantangan dan Catatan Penting

Meski momentumnya kuat, kontraktor pertahanan Eropa menghadapi tantangan unik:

  • Siklus pengadaan yang kompleks antar negara anggota EU

  • Perbedaan politik terkait ekspor senjata dan pembatasan etika

  • Kompetisi dari perusahaan AS dalam tender NATO

  • Pertimbangan ESG di portofolio institusional

Selain itu, tidak semua belanja pertahanan yang dijanjikan bersifat segera atau terjamin. Pemerintah dapat menunda, mengurangi, atau mengalihkan anggaran sebagai respons terhadap perubahan prioritas fiskal.

Mengapa Rheinmetall Menonjol

Harga saham Rheinmetall meningkat lebih dari tiga kali lipat antara 2022 dan 2024, menjadikannya salah satu saham industri Eropa yang paling banyak dibicarakan. Analis sering menyoroti:

  • Eksposur langsung terhadap meningkatnya pengadaan perang darat Eropa

  • Ekspansi ke pertahanan udara dan teknologi medan tempur digital

  • Dukungan pemerintah Jerman dan posisi logistik di dalam EU

  • Backlog pesanan yang kuat dan produksi yang dapat diskalakan

Namun, seiring kesuksesan datang pula sorotan: premi valuasi, pengawasan politik yang meningkat, dan pertanyaan tentang keberlanjutan permintaan jangka panjang setelah urgensi terkait perang mereda.

 

Dual-Use Giants: Saham Terkait Pertahanan dengan Eksposur Bisnis Swasta

Tank militer modern bermotif kamuflase di area latihan, dengan tanda Bundeswehr terlihat.

Sumber: Adobe Stock

 

Tidak semua perusahaan dalam lanskap pertahanan merupakan kontraktor militer murni. Sebagian perusahaan beroperasi di sektor dual-use, artinya mereka membangun dan memasok teknologi, material, atau layanan yang digunakan untuk pertahanan nasional sekaligus industri sipil.

Perusahaan-perusahaan “hibrida” ini sering menawarkan diversifikasi yang lebih besar dan volatilitas yang lebih rendah dibandingkan saham pertahanan pure-play. Mereka tidak hanya diuntungkan saat ketegangan geopolitik meningkat, tetapi juga dari permintaan sektor swasta yang berkelanjutan di bidang penerbangan, infrastruktur, keamanan siber, dan industri.

Mari kita lihat beberapa contoh menonjol di AS dan Eropa.

Palantir Technologies (PLTR)

Palantir berfokus pada analitik big data, dengan platform software seperti Gotham dan Foundry yang digunakan di bidang intelijen, pertahanan, kesehatan, dan logistik.

  • Sudut pandang pertahanan: Menyediakan platform intelijen berbasis AI untuk militer AS dan sekutu NATO.

  • Kekuatan komersial: Berekspansi cepat ke analitik korporasi, keuangan, dan optimasi supply chain.

  • Mengapa hal ini penting: Palantir menjembatani keamanan nasional dan transformasi digital—menjadikannya saham pertahanan tech-first dengan jangkauan enterprise global.

BTX Technologies 

Berfokus pada sistem satelit, elektronik kedirgantaraan, dan komunikasi aman, BTX beroperasi di niche dengan permintaan tinggi.

  • Sudut pandang pertahanan: Menyediakan sistem pencitraan satelit, node komunikasi medan tempur, dan platform ISR.

  • Kekuatan komersial: Menawarkan produk untuk telekomunikasi, lembaga meteorologi, dan proyek luar angkasa sipil.

  • Mengapa hal ini penting: Berada di persimpangan antara pertahanan dan komersialisasi sektor antariksa.

Heico Corporation (HEI)

Pemasok utama komponen pesawat, sensor, dan elektronik, Heico melayani penerbangan militer dan komersial.

  • Sudut pandang pertahanan: Menyediakan komponen untuk U.S. Air Force, sistem rudal, dan pesawat pengawasan.

  • Kekuatan komersial: Pemasok aftermarket penting bagi maskapai global dan layanan penerbangan.

  • Mengapa hal ini penting: Heico diuntungkan oleh permintaan MRO (maintenance, repair, and overhaul) yang stabil, bahkan di luar pertahanan.

Howmet Aerospace (HWM)

Howmet memproduksi komponen logam presisi untuk mesin jet, airframe, dan turbin industri.

  • Sudut pandang pertahanan: Menyediakan komponen untuk pesawat militer dan kendaraan antariksa.

  • Kekuatan komersial: Pemasok utama bagi Boeing, Airbus, dan pasar mesin komersial.

  • Mengapa hal ini penting: Perusahaan unggulan material science dengan eksposur ke penerbangan sipil dan aerospace pertahanan.

Curtiss-Wright Corporation (CW)

Berasal dari sejarah awal penerbangan, Curtiss-Wright kini mengembangkan sistem penerbangan, valve, dan elektronik pertahanan.

  • Sudut pandang pertahanan: Mendukung kapal selam U.S. Navy, program nuklir, dan sistem aerospace tingkat lanjut.

  • Kekuatan komersial: Memproduksi komponen untuk sektor energi, transportasi, dan otomasi industri.

  • Mengapa hal ini penting: Perusahaan teknik yang stabil dengan aliran pendapatan industri dan pertahanan.

US Steel (X) & Thyssenkrupp (TKAG.DE)

Raksasa baja ini sejak lama memainkan peran dalam membangun tulang punggung fisik ekonomi dan militer.

  • Sudut pandang pertahanan: Menyediakan baja untuk kapal, tank, dan proyek infrastruktur terkait kesiapan pertahanan.

  • Kekuatan komersial: Memasok sektor konstruksi, otomotif, dan manufaktur.

  • Mengapa hal ini penting: Kandidat kuat untuk boom infrastruktur terkait pertahanan atau program “reindustrialization”.

Babcock International (BAB.L)

Babcock berbasis di Inggris, menyediakan dukungan engineering, pemeliharaan kapal selam nuklir, dan sistem angkatan laut.

  • Sudut pandang pertahanan: Memelihara kapal selam nuklir Trident milik Inggris dan kapal Royal Navy.

  • Kekuatan komersial: Terlibat dalam energi, keselamatan nuklir, dan pelatihan lintas sektor.

  • Mengapa hal ini penting: Menggabungkan kontrak pertahanan jangka panjang dengan solusi engineering yang luas.

Thales Group (HO.PA)

Perusahaan multinasional Prancis dengan operasi besar di keamanan siber, aerospace, satelit, dan elektronik pertahanan.

  • Sudut pandang pertahanan: Membangun sistem pertahanan udara, radar, komunikasi aman, dan teknologi drone.

  • Kekuatan komersial: Bekerja dengan maskapai sipil, jaringan keselamatan publik, dan keamanan perbankan.

  • Mengapa hal ini penting: “Quiet giant” yang sangat terdiversifikasi dalam ekosistem teknologi-pertahanan Eropa.

Safran SA (SAF.PA)

Dikenal lewat mesin jet, avionik, dan teknologi aerospace, Safran adalah salah satu pemasok aerospace teratas dunia.

  • Sudut pandang pertahanan: Mengembangkan sistem guidance, helikopter militer, dan drone taktis.

  • Kekuatan komersial: Memproduksi mesin yang digunakan oleh pesawat komersial Airbus dan Boeing.

  • Mengapa hal ini penting: Penggerak pertumbuhan ganda: pemulihan aerospace sipil + modernisasi pertahanan.

Mengapa Saham Dual-Use Ini Penting

Sementara saham pertahanan tradisional sangat bergantung pada anggaran pemerintah dan program militer, perusahaan-perusahaan ini menawarkan:

  • Ketahanan lintas siklus, berkat pendapatan komersial

  • Akses ke vertikal berbasis inovasi (AI, aerospace, material)

  • Eksposur ke permintaan yang didorong konflik sekaligus proyek sipil jangka panjang

Dalam masa konflik maupun damai, mereka tetap relevan—menjadikannya menarik bagi investor yang ingin eksposur pertahanan tanpa overkonsentrasi pada belanja militer.
 

Etika dalam Investasi Pertahanan: Menyeimbangkan Keamanan dan Tanggung Jawab

Bagi banyak investor, saham pertahanan memunculkan pertanyaan yang lebih dalam daripada sekadar kinerja: apakah etis berinvestasi pada produsen senjata atau kontraktor militer?

Dilema ini berada di persimpangan antara investasi berbasis nilai dan kebutuhan geopolitik dunia nyata. Kebangkitan investasi ESG (Environmental, Social, Governance) mendorong banyak manajer portofolio dan investor ritel untuk menyaring perusahaan yang terkait persenjataan, sementara pihak lain berargumen bahwa sektor pertahanan yang kuat memastikan perdamaian dan stabilitas.

Dilema ESG

Sebagian dana institusional dan ETF—terutama di Eropa—mengecualikan saham pertahanan secara total karena keterlibatan mereka dalam:

  • Produksi senjata

  • Sistem nuklir

  • Barang militer yang sensitif terhadap ekspor. Eksklusi ini masuk dalam “social impact concerns”, pilar inti analisis ESG. Akibatnya, banyak dana etis atau berkelanjutan menghindari investasi di pertahanan, terlepas dari kinerja finansialnya.

“Argumen Deterrence”

Di sisi lain, pendukung investasi pertahanan berargumen bahwa deterrence militer adalah:

  • Barang publik, penting bagi kedaulatan nasional

  • Stabilisator di lingkungan geopolitik yang tak terduga

  • Sektor dengan inovasi dual-use (misalnya keamanan siber, satelit, drone medis)

Perusahaan seperti Palantir atau Thales menawarkan teknologi yang melayani kebutuhan sipil dan militer, termasuk perlindungan data, respons bencana, dan dukungan infrastruktur kritikal.

Screening Etis atau Realpolitik?

Pada akhirnya, keputusan kembali pada keyakinan personal atau institusional. Investor perlu memutuskan apakah:

  • Mereka memprioritaskan kemurnian ESG

  • Atau menerima eksposur pertahanan sebagai bagian dari portofolio strategis yang terdiversifikasi

 

Saham Pertahanan dan Suku Bunga: Keterkaitan Makro yang Tersembunyi

Sebagian besar investor mengaitkan suku bunga dengan saham bank atau real estate—tetapi saham pertahanan juga memiliki hubungan yang lebih “sunyi” dengan siklus makro, terutama saat inflasi dan suku bunga naik.

Apakah Saham Pertahanan Sensitif terhadap Suku Bunga?

Dibandingkan sektor teknologi atau consumer, saham pertahanan lebih tidak sensitif terhadap suku bunga. Alasannya:

  • Pendapatan terutama didorong oleh kontrak pemerintah

  • Anggaran militer direncanakan bertahun-tahun sebelumnya, sering tetap stabil terlepas dari kebijakan bank sentral

  • Permintaan berbasis kebutuhan keamanan, bukan sentimen konsumen

Ini membuat sektor pertahanan relatif resilien selama pengetatan kebijakan moneter.

Inflasi dan Belanja Militer

Secara historis, periode inflasi tinggi sering bersamaan dengan peningkatan belanja pertahanan:

  • Pada 1970-an, belanja militer AS tetap tinggi meskipun inflasi melonjak

  • Pada 2022–2024, inflasi dan tekanan supply chain terkait perang mendorong banyak negara NATO memperluas anggaran pertahanan

Rasionalnya: ketika inflasi naik, pemerintah sering membelanjakan lebih banyak untuk melindungi sektor nasional kunci—terutama pertahanan.

Defisit, Obligasi & Sisi Fiskal

Satu faktor penting: belanja militer di banyak negara dibiayai utang. Kenaikan suku bunga dapat menekan kemampuan pemerintah untuk berutang, tetapi pertahanan jarang menjadi pos anggaran pertama yang dipotong, terutama pada masa tidak pasti.

Keamanan Siber & Pertahanan: Saat Garisnya Mulai Kabur

Dalam lanskap ancaman saat ini, garis depan sebuah negara tidak lagi hanya ada di medan perang—tetapi juga di dalam firewall, server terenkripsi, dan jaringan infrastruktur kritikal. Keamanan siber telah menjadi pilar inti pertahanan nasional—dan investor memperhatikannya.

Saham Pertahanan Semakin Digital

Perusahaan seperti Palantir, Thales, BAE Systems, dan Leonardo berekspansi melampaui hardware tradisional ke:

  • Surveillance yang ditingkatkan AI

  • Enkripsi tingkat militer

  • Komunikasi medan tempur yang aman

  • Deteksi ancaman untuk infrastruktur sipil

Sementara itu, perusahaan keamanan siber pure-play seperti CrowdStrike dan Darktrace semakin dipandang sebagai aset pertahanan nasional, terutama ketika pemerintah mengalihkan fokus ke deterrence siber.

Menyamaratakan Batas

Pertahanan tidak lagi terbatas pada rudal dan kapal. Kini pertahanan juga mencakup:

  • Pencegahan peretasan pada server pemerintah

  • Alat AI untuk keputusan medan tempur real-time

  • Sistem cyber defense berbasis ruang angkasa

Ini menciptakan kategori investasi hibrida: perusahaan yang tidak diklasifikasikan sebagai kontraktor pertahanan, tetapi produknya vital bagi keamanan nasional.

Cara Mendapatkan Eksposur?

Selain ETF pertahanan tradisional, investor juga dapat melihat:

  • Cybersecurity ETF seperti Global X Cybersecurity ETF (BUG) atau ETFMG Prime Cybersecurity ETF (HACK)

  • Defense-tech hybrids dalam ETF aerospace standar

  • Perusahaan dual-use seperti Palantir, Thales, atau Leidos

 

Fakta Menarik

  1. Anggaran pertahanan AS tetap yang terbesar di dunia, melampaui $800 miliar pada 2024—lebih besar daripada gabungan 10 negara berikutnya.

  2. Program F-35 milik Lockheed Martin saja bernilai lebih dari $1,7 triliun sepanjang masa pakainya—menjadikannya proyek pertahanan termahal dalam sejarah.

  3. Anggota NATO berkomitmen membelanjakan setidaknya 2% PDB untuk pertahanan—komitmen yang secara langsung mendorong pengadaan.

  4. Akar BAE Systems dapat ditelusuri hingga 1970-an, tetapi kini memimpin sektor pertahanan Eropa dengan kontrak AS yang meningkat.

  5. Sistem rudal Patriot milik Raytheon telah diekspor ke lebih dari selusin negara, termasuk Jepang, Jerman, dan Arab Saudi.

  6. Pertahanan berbasis ruang angkasa tumbuh cepat, dengan perusahaan swasta kini terlibat dalam pertahanan satelit dan sistem anti-rudal.

  7. Thales (Prancis) adalah pemimpin global dalam teknologi cyber-defense dan komunikasi medan tempur.

  8. Northrop Grumman membangun pengebom siluman B-2, dan kini mengerjakan B-21 Raider—yang diperkirakan akan membentuk ulang perang udara jarak jauh.

  9. General Dynamics memiliki Gulfstream, menjadikannya salah satu dari sedikit perusahaan pertahanan dengan eksposur ke penerbangan sipil kelas atas sekaligus militer.

  10. ETF pertahanan seperti iShares U.S. Aerospace & Defense ETF (ITA) menawarkan eksposur terdiversifikasi ke banyak kontraktor.

Sejarah Singkat & Pencapaian

  • Perang Dunia II: Belanja pertahanan mendominasi produksi industri secara global.

  • Era Perang Dingin: Munculnya korporasi aerospace dan teknologi militer berskala masif di AS dan blok Soviet.

  • 1990-an: Penurunan pasca-Perang Dingin memicu konsolidasi kontraktor pertahanan.

  • Pasca-9/11: Perang global melawan teror menghidupkan kembali anggaran militer. Munculnya surveillance dan keamanan siber berbasis teknologi.

  • 2022–2024: Invasi Rusia ke Ukraina dan meningkatnya ketegangan AS–China memicu era baru rearmament dan modernisasi di NATO serta Indo-Pasifik.

FAQ

Hal ini bergantung pada nilai dan pandangan masing-masing investor. Sebagian investor menghindari produsen senjata atas dasar etika. Sementara itu, investor lain melihat sektor pertahanan sebagai bagian penting dari keamanan nasional dan global. Banyak perusahaan pertahanan juga berkontribusi pada inovasi teknologi sipil.

Saham pertahanan sering dipandang sebagai aset counter-cyclical, terutama ketika pemerintah meningkatkan anggaran militer di tengah ketegangan global. Namun, pemangkasan anggaran, perubahan politik, atau tercapainya kesepakatan damai juga dapat menurunkan permintaan.

Ya. Banyak perusahaan pertahanan besar—seperti Lockheed Martin, Raytheon, dan General Dynamics—memiliki rekam jejak panjang dalam membayar serta meningkatkan dividen.

Sampai batas tertentu, ya. Anggaran pertahanan bersifat publik dan kontraknya umumnya berjangka panjang. Namun, perubahan kepemimpinan, tekanan publik, atau kesepakatan damai yang tak terduga dapat mengubah arah kebijakan.

Ya. ETF populer seperti ITA, XAR, atau FITE menawarkan eksposur terdiversifikasi ke perusahaan aerospace dan pertahanan.

16 menit

Bagaimana Cara Mengendalikan Emosi Saat Berinvestasi?

15 menit

Apa Itu Financial Leverage? Memahami Perannya dalam Trading & Investasi

12 menit

Apa Itu Short Squeeze dan Kenapa Bisa Menggerakkan Harga Saham dengan Cepat

Bergabunglah dengan lebih dari 2.000.000 investor XTB dari seluruh dunia
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.