Waktu membaca 13 Menit

Perlukah Rekening Bank AS untuk Investasi Saham AS?

Bagi investor Indonesia, rekening bank AS tidak selalu diperlukan untuk mulai berinvestasi di saham AS, karena beberapa broker atau platform global dapat menerima metode pendanaan alternatif seperti transfer internasional, rekening multi-mata uang, atau layanan pembayaran lintas negara. Namun, sebelum membuka akun, investor tetap perlu memahami proses verifikasi, biaya konversi IDR ke USD, risiko nilai tukar, serta kewajiban pajak agar keputusan investasi sesuai dengan tujuan dan profil risiko pribadi.

Bagi investor Indonesia, rekening bank AS tidak selalu diperlukan untuk mulai berinvestasi di saham AS, karena beberapa broker atau platform global dapat menerima metode pendanaan alternatif seperti transfer internasional, rekening multi-mata uang, atau layanan pembayaran lintas negara. Namun, sebelum membuka akun, investor tetap perlu memahami proses verifikasi, biaya konversi IDR ke USD, risiko nilai tukar, serta kewajiban pajak agar keputusan investasi sesuai dengan tujuan dan profil risiko pribadi.

Key Takeaways

  • Investor Indonesia tidak selalu membutuhkan rekening bank AS untuk mulai berinvestasi di saham AS.
  • Beberapa broker global dapat menerima transfer internasional, rekening multi-mata uang, atau layanan pembayaran lintas negara.
  • Rekening bank AS dapat membantu dalam kondisi tertentu, tetapi manfaatnya bergantung pada biaya, broker, dan kebutuhan transaksi.
  • Proses KYC, biaya konversi IDR ke USD, risiko pasar, dan ketentuan pajak perlu dipahami sebelum membuka akun broker global.

Bagi investor Indonesia yang ingin berinvestasi di saham AS, salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah perlu memiliki rekening bank Amerika Serikat. Jawabannya tidak selalu. Kebutuhan rekening bank AS bergantung pada broker yang digunakan, metode pendanaan yang tersedia, ukuran dana, frekuensi transaksi, serta kebutuhan administrasi investor.

Kerangka regulasi untuk arus dana lintas negara juga berbeda antar yurisdiksi dan dapat berubah dari waktu ke waktu. Karena itu, investor tidak cukup hanya melihat apakah sebuah platform menyediakan akses ke saham AS. Investor juga perlu memahami bagaimana dana dikirim, bagaimana mata uang dikonversi, bagaimana identitas diverifikasi, dan bagaimana laporan pajak disiapkan.

Memahami hubungan antara rekening bank dan akun broker dapat membantu investor melihat potensi biaya tersembunyi, seperti biaya transfer internasional, spread kurs IDR ke USD, biaya layanan pembayaran, serta kemungkinan penundaan akibat pemeriksaan kepatuhan.

Memahami Kebutuhan Rekening Bank AS

Beberapa platform investasi global atau broker internasional dapat menerima pendanaan dari rekening bank luar AS melalui transfer internasional. Dalam skema ini, investor Indonesia dapat mengirim dana dari bank lokal atau penyedia pembayaran lintas negara, lalu dana tersebut dikonversi ke dolar AS sebelum digunakan untuk membeli saham AS.

Dalam kondisi tertentu, rekening bank AS bisa membantu mempercepat proses pendanaan atau mengurangi kompleksitas transfer. Namun, klaim bahwa rekening bank AS pasti lebih murah atau pasti lebih cepat tidak boleh diterima begitu saja. Biaya aktual tetap bergantung pada broker, bank pengirim, bank penerima, jumlah transaksi, negara asal dana, serta pemeriksaan kepatuhan yang dilakukan.

Transfer domestik AS seperti ACH sering dianggap lebih efisien daripada beberapa jalur transfer internasional. Namun, tidak semua investor Indonesia dapat menggunakan ACH tanpa rekening bank AS, dan tidak semua broker memberikan manfaat biaya yang sama. Karena itu, investor harus membaca panduan pendanaan resmi dari broker sebelum membuka akun.

Kebijakan broker juga berbeda-beda. Sebagian broker global dapat menerima klien dari berbagai negara, sementara sebagian lainnya membatasi layanan berdasarkan yurisdiksi, dokumen, atau metode pendanaan. Interactive Brokers, misalnya, memiliki halaman resmi daftar negara dan wilayah yang dapat membuka akun, dan ketersediaan tersebut tetap perlu diverifikasi langsung oleh calon investor sebelum mendaftar.

Kepatuhan regulasi menjadi faktor penting. Broker-dealer di AS wajib memiliki program identifikasi nasabah atau Customer Identification Program sebagai bagian dari kepatuhan anti pencucian uang. Aturan ini mencakup prosedur untuk memverifikasi identitas nasabah berdasarkan risiko akun dan informasi yang tersedia.

Rekening koran bank dari Indonesia dapat digunakan sebagai dokumen pendukung pada beberapa platform, terutama untuk membuktikan alamat atau sumber dana. Namun, ketentuan dokumen berbeda antar broker. Investor perlu memastikan dokumen yang dikirim masih berlaku, jelas terbaca, dan sesuai dengan nama pada akun broker.

Beberapa alasan investor mempertimbangkan rekening bank AS antara lain:

  • Potensi akses ke metode transfer domestik AS yang lebih sederhana.
  • Pengelolaan saldo USD yang lebih praktis.
  • Kemungkinan proses pendanaan yang lebih mudah pada broker tertentu.
  • Dokumentasi aliran dana yang lebih rapi untuk investor dengan transaksi lebih besar.
  • Kemudahan menerima dividen dalam USD, tergantung kebijakan broker dan rekening.

Meski begitu, rekening bank AS tidak selalu sepadan bagi investor kecil atau investor jangka panjang yang jarang melakukan transfer. Membuka dan memelihara rekening bank AS dapat membutuhkan dokumen tambahan, nomor identifikasi pajak tertentu, alamat yang diterima oleh bank, atau persyaratan lain yang tidak selalu mudah dipenuhi oleh non-residen.

Keputusan terbaik bukan “harus punya” atau “tidak perlu sama sekali”, melainkan analisis biaya dan manfaat. Investor Indonesia perlu membandingkan biaya transfer, biaya konversi, kecepatan dana masuk, kemudahan penarikan, dan kesiapan memenuhi dokumen tambahan sebelum memilih jalur pendanaan untuk investasi saham AS.

Persyaratan Regulasi untuk Akun Broker AS

Broker yang menyediakan akses ke saham AS berada di bawah kerangka regulasi yang menekankan verifikasi identitas, pencegahan pencucian uang, dan pemantauan transaksi lintas negara. Tujuannya adalah memastikan dana yang masuk ke sistem keuangan berasal dari sumber yang sah dan dapat ditelusuri.

Bagi investor non-AS, termasuk investor Indonesia, proses pemeriksaan biasanya lebih detail dibandingkan nasabah domestik. Broker dapat meminta informasi mengenai negara domisili, sumber penghasilan, tujuan pembukaan akun, dan pola transaksi yang diperkirakan.

Jika investor menggunakan rekening bank asing untuk deposit, broker dapat meminta dokumen tambahan untuk memastikan rekening tersebut benar-benar milik investor. Nama pemilik rekening, alamat, dan informasi identitas sebaiknya konsisten dengan dokumen yang digunakan saat membuka akun.

Persyaratan regulasi yang umum memengaruhi proses pembukaan akun antara lain:

  • Informasi identitas yang sesuai dengan dokumen resmi.
  • Bukti alamat tempat tinggal.
  • Verifikasi rekening bank atau metode pendanaan.
  • Pemeriksaan sumber dana untuk transaksi tertentu.
  • Pemantauan aktivitas akun secara berkala.
  • Verifikasi ulang jika ada perubahan data atau aktivitas yang tidak biasa.

Apabila dokumen tidak lengkap atau informasi tidak konsisten, broker dapat menunda pembukaan akun, membatasi deposit, menahan penarikan, atau menolak aplikasi. Ini bukan sekadar formalitas; bagi broker global, kegagalan kepatuhan dapat menimbulkan konsekuensi hukum dan operasional.

Investor juga perlu memahami bahwa beberapa layanan tidak tersedia di semua negara. Charles Schwab International, misalnya, menyatakan bahwa tidak semua produk, layanan, atau investasi tersedia di semua negara, dan investasi di sekuritas AS memiliki risiko pasar serta risiko nilai tukar.

Proses Verifikasi Identitas atau KYC

Proses Know Your Customer atau KYC adalah tahap awal yang harus dilewati sebelum investor dapat menggunakan akun broker. Proses ini bertujuan memastikan identitas investor, alamat domisili, dan sumber dana dapat diverifikasi.

Dokumen yang biasanya diminta meliputi paspor, nomor identifikasi pajak lokal seperti NPWP jika diperlukan, serta bukti alamat. Beberapa broker juga dapat meminta rekening koran bank, slip penghasilan, atau dokumen tambahan jika nilai deposit cukup besar.

Agar proses KYC lebih lancar, investor dapat menyiapkan checklist berikut:

  1. Pastikan paspor masih berlaku dan foto identitas terbaca jelas.
  2. Gunakan nama yang konsisten di semua dokumen.
  3. Siapkan bukti alamat yang masih baru, seperti tagihan utilitas atau rekening koran.
  4. Pastikan alamat Indonesia ditulis lengkap dan mudah dipahami oleh sistem internasional.
  5. Simpan dokumen dalam format PDF atau JPEG berkualitas tinggi.
  6. Siapkan dokumen sumber dana jika broker meminta verifikasi tambahan.

Salah satu kendala umum bagi investor Indonesia adalah format alamat. Alamat lokal sering mencantumkan RT/RW, kelurahan, kecamatan, dan kabupaten/kota, sementara formulir internasional tidak selalu menyediakan kolom yang sesuai. Jika diperlukan, investor dapat menambahkan penjelasan singkat agar alamat lebih mudah diverifikasi.

KYC juga bukan proses sekali seumur hidup. Broker dapat meminta verifikasi ulang jika ada perubahan alamat, perubahan status pajak, peningkatan aktivitas transaksi, atau pembaruan regulasi.

Jenis Dokumen yang Diterima

Broker umumnya menerima beberapa jenis dokumen resmi untuk memverifikasi identitas dan alamat investor. Untuk investor Indonesia, dokumen yang sering digunakan antara lain:

  • Paspor sebagai dokumen identitas internasional utama.
  • KTP sebagai dokumen identitas tambahan.
  • NPWP atau dokumen pajak jika diminta oleh broker.
  • Rekening koran bank yang menampilkan nama dan alamat.
  • Tagihan utilitas seperti listrik, air, internet, atau dokumen lain yang mencantumkan alamat.
  • Dokumen pemerintah yang dapat membuktikan domisili jika tagihan utilitas tidak tersedia.

Dokumen harus jelas, tidak terpotong, dan sesuai dengan nama pada akun. Perbedaan kecil seperti urutan nama, singkatan, atau ejaan dapat memicu permintaan verifikasi tambahan.

Untuk investor yang tidak memiliki tagihan utilitas atas nama sendiri, beberapa broker dapat menerima alternatif seperti surat domisili, perjanjian sewa, atau rekening koran, tergantung kebijakan internal mereka. Karena itu, selalu cek daftar dokumen resmi dari broker yang digunakan.

Cara Investor Indonesia Mengakses Pasar Saham AS

Investor Indonesia dapat mengakses saham AS melalui beberapa jalur. Jalur paling umum adalah broker global yang menerima nasabah internasional, broker lokal yang menyediakan akses ke pasar luar negeri, atau platform investasi yang bekerja sama dengan kustodian dan penyedia infrastruktur global.

Dalam banyak kasus, investor tidak harus memiliki rekening bank AS. Yang lebih penting adalah memastikan broker menerima metode pendanaan yang tersedia bagi investor Indonesia, seperti transfer bank internasional, transfer dari rekening multi-mata uang, atau layanan pembayaran lintas negara.

Investor juga perlu memahami bagaimana aset disimpan. Pada beberapa platform, saham AS dapat disimpan melalui kustodian global atau struktur omnibus. Pada platform lain, investor memiliki akun langsung di broker luar negeri. Perbedaan struktur ini dapat memengaruhi laporan aset, pemrosesan dividen, hak atas corporate action, dan kewajiban pajak.

Risiko nilai tukar juga tidak boleh diabaikan. Karena saham AS diperdagangkan dalam USD, investor Indonesia menghadapi fluktuasi IDR/USD. Nilai investasi dalam rupiah dapat berubah bukan hanya karena harga saham naik atau turun, tetapi juga karena pergerakan kurs.

Jika platform menyediakan instrumen lain seperti ETF, investor tetap perlu membaca ketentuan produk, biaya, likuiditas, dan risiko masing-masing instrumen. Namun, untuk artikel ini, fokus utamanya tetap pada investasi saham AS.

Platform Broker yang Dapat Menerima Penduduk Indonesia

Beberapa broker global dapat melayani investor internasional, tetapi ketersediaannya dapat berubah sewaktu-waktu berdasarkan regulasi, kebijakan internal, dan negara domisili nasabah. Karena itu, investor Indonesia harus memverifikasi langsung melalui situs resmi broker sebelum membuka akun.

Interactive Brokers mencantumkan daftar negara dan wilayah yang dapat membuka akun melalui halaman resminya. Namun, daftar tersebut bukan pengganti due diligence. Investor tetap perlu membaca biaya, perlindungan investor, metode pendanaan, produk yang tersedia, dan syarat dokumen sebelum menyetor dana.

Untuk nama broker lain, investor harus lebih berhati-hati. TD Ameritrade, misalnya, tidak lagi berdiri sebagai platform terpisah seperti sebelumnya karena telah diakuisisi oleh Charles Schwab. Charles Schwab menyatakan bahwa seluruh klien TD Ameritrade kini menjadi klien Schwab.

Poin utamanya: jangan memilih broker hanya karena populer di forum atau media sosial. Periksa lisensi, yurisdiksi, perlindungan aset, biaya, metode penarikan, layanan nasabah, dan apakah platform tersebut benar-benar menerima penduduk Indonesia secara legal.

Opsi Pendanaan dan Kecepatan Transfer

Investor Indonesia biasanya memiliki beberapa opsi untuk mendanai akun broker saham AS:

  • Transfer bank internasional melalui SWIFT.
  • Rekening multi-mata uang.
  • Penyedia pembayaran lintas negara.
  • Transfer dari bank mitra jika tersedia.
  • Deposit melalui platform lokal yang menyediakan akses global.

Transfer SWIFT dapat memakan waktu beberapa hari kerja karena melibatkan bank pengirim, bank koresponden, bank penerima, dan pemeriksaan kepatuhan. Namun, durasi aktual tidak bisa dipastikan karena bergantung pada waktu instruksi, negara tujuan, nilai dana, dan kebijakan masing-masing lembaga.

Layanan pembayaran lintas negara atau rekening multi-mata uang dapat menjadi alternatif yang lebih praktis dalam beberapa kondisi. Namun, investor tidak boleh hanya melihat kecepatan. Biaya, batas transaksi, kurs, reputasi penyedia, dan kompatibilitas dengan broker juga harus diperiksa.

Kecepatan pendanaan bukan alasan untuk mengambil keputusan investasi secara terburu-buru. Meskipun dana tersedia lebih cepat, keputusan membeli saham AS tetap sebaiknya didasarkan pada analisis, tujuan investasi, dan profil risiko.

Biaya Konversi Mata Uang

Biaya konversi mata uang adalah salah satu faktor paling penting bagi investor Indonesia yang ingin membeli saham AS. Karena transaksi saham AS dilakukan dalam USD, investor biasanya perlu mengubah rupiah menjadi dolar AS.

Biaya konversi dapat muncul dalam beberapa bentuk:

  • Spread antara kurs pasar dan kurs yang diberikan penyedia.
  • Biaya transfer tetap.
  • Biaya layanan platform.
  • Biaya bank koresponden.
  • Biaya penarikan saat dana dikembalikan ke rekening lokal.

Biaya ini dapat muncul dua kali: saat investor menyetor dana dari IDR ke USD dan saat menarik dana dari USD kembali ke IDR. Untuk investor yang sering melakukan deposit dan penarikan, dampaknya terhadap hasil bersih dapat menjadi signifikan.

Karena biaya setiap penyedia berbeda, hindari mengandalkan angka umum tanpa sumber resmi. Investor sebaiknya membandingkan kurs aktual dan biaya pada saat transaksi dilakukan.

Alternatif Selain Rekening Bank AS

Tanpa rekening bank AS, investor Indonesia masih dapat mengakses saham Amerika melalui beberapa jalur alternatif. Pilihan ini mencakup broker global yang menerima transfer internasional, platform lokal dengan akses global, rekening multi-mata uang, serta penyedia pembayaran lintas negara.

Setiap alternatif memiliki kelebihan dan batasan. Rekening multi-mata uang dapat membantu investor menyimpan saldo USD, tetapi belum tentu diterima oleh semua broker. Penyedia pembayaran internasional dapat menawarkan pengalaman transfer yang lebih mudah, tetapi tetap memiliki biaya, batas transaksi, dan proses verifikasi.

Broker global dapat memberi akses langsung ke berbagai saham AS, tetapi investor harus memahami regulasi yurisdiksi tempat broker beroperasi. Broker lokal dengan akses global mungkin lebih mudah dari sisi dukungan bahasa dan pembayaran, tetapi produk, biaya, dan struktur kustodiannya perlu diperiksa secara detail.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menggunakan Alternatif Pendanaan

Meski tidak menggunakan rekening bank AS, investor Indonesia tetap perlu melewati proses verifikasi saat membuka akun broker untuk investasi saham AS. Biasanya, broker akan meminta dokumen seperti paspor, bukti alamat, dan informasi sumber dana.

Jika investor menggunakan rekening multi-mata uang, layanan transfer internasional, atau platform pembayaran digital, broker atau penyedia layanan tersebut dapat meminta dokumen tambahan. Hal ini biasanya dilakukan untuk memastikan dana berasal dari rekening atas nama investor sendiri dan sesuai dengan aturan keamanan transaksi internasional.

Agar proses deposit, penarikan, dan pelaporan pajak lebih mudah, investor sebaiknya menyimpan bukti transfer, laporan transaksi dari broker, bukti konversi IDR ke USD, serta dokumen pajak yang relevan. Catatan ini dapat membantu jika suatu saat broker meminta verifikasi tambahan atau ketika investor perlu melaporkan aset dan penghasilan luar negeri.

Menggunakan Layanan Pembayaran Internasional

Layanan pembayaran internasional dapat menjadi jembatan antara rekening lokal Indonesia dan akun investasi luar negeri. Beberapa layanan memungkinkan pengguna menyimpan saldo dalam beberapa mata uang, mengonversi IDR ke USD, lalu mengirim dana ke rekening broker jika kompatibel.

Namun, investor perlu berhati-hati. Tidak semua broker menerima semua penyedia pembayaran. Beberapa broker hanya menerima transfer dari rekening atas nama investor sendiri. Jika nama pemilik rekening pembayaran berbeda atau tidak dapat diverifikasi, deposit dapat ditolak atau tertunda.

Hal yang perlu diperiksa sebelum menggunakan layanan pembayaran internasional:

  • Apakah broker menerima dana dari penyedia tersebut.
  • Apakah nama akun pembayaran sama dengan nama akun broker.
  • Berapa biaya transfer dan spread kurs.
  • Apakah ada batas transaksi harian atau bulanan.
  • Berapa lama proses verifikasi sumber dana.
  • Bagaimana prosedur penarikan kembali ke Indonesia.

Layanan pembayaran internasional dapat membantu efisiensi, tetapi bukan solusi bebas risiko. Investor tetap harus memperhatikan keamanan akun, kepatuhan regulasi, dan biaya total dari setiap transaksi.

Dasar Pemotongan Pajak dan Pelaporan

Investor Indonesia yang menerima dividen dari saham AS perlu memahami pemotongan pajak di sumber. Secara umum, pendapatan dari sumber AS yang diterima individu non-AS dapat dikenakan pemotongan pajak. Form W-8BEN digunakan untuk menyatakan status sebagai beneficial owner asing dan, jika memenuhi syarat, mengklaim manfaat tax treaty. IRS juga menjelaskan bahwa Form W-8BEN diberikan kepada withholding agent atau payer, bukan dikirim langsung ke IRS.

Tax treaty antara Indonesia dan Amerika Serikat dapat memengaruhi tarif pemotongan tertentu, tetapi tarif yang berlaku harus diverifikasi berdasarkan jenis penghasilan dan status investor. Investor tidak sebaiknya menganggap otomatis mendapatkan tarif lebih rendah tanpa dokumen yang benar.

Selain pajak di AS, residen pajak Indonesia perlu memperhatikan kewajiban pelaporan penghasilan dan aset luar negeri sesuai ketentuan pajak Indonesia. Ini dapat mencakup dividen, capital gain, saldo akun broker, atau aset luar negeri lainnya, bergantung pada kondisi masing-masing wajib pajak.

Praktik yang lebih aman adalah menyimpan:

  • Form W-8BEN yang pernah dikirim.
  • Laporan dividen bruto dan neto dari broker.
  • Bukti pemotongan pajak asing.
  • Laporan transaksi saham.
  • Bukti transfer dana masuk dan keluar.
  • Catatan kurs yang digunakan untuk pelaporan.

Karena pajak bersifat spesifik pada situasi masing-masing investor, konsultasi dengan konsultan pajak yang memahami investasi luar negeri sangat disarankan.

Kesimpulan

Investor Indonesia tidak selalu membutuhkan rekening bank AS untuk berinvestasi di saham AS. Dalam banyak kasus, akses dapat dilakukan melalui broker global, broker lokal dengan akses internasional, rekening multi-mata uang, atau layanan pembayaran lintas negara.

Namun, kemudahan akses tidak menghapus risiko. Investasi saham AS tetap mengandung risiko penurunan nilai, risiko nilai tukar, risiko likuiditas, risiko biaya, risiko regulasi, dan risiko pajak. Kinerja historis saham atau indeks AS tidak menjamin hasil di masa depan.

Rekening bank AS dapat berguna bagi sebagian investor, terutama yang membutuhkan pengelolaan USD lebih praktis atau frekuensi transaksi lebih tinggi. Tetapi bagi investor jangka panjang dengan transaksi terbatas, alternatif lain bisa lebih sederhana dan cukup memadai.

Sebelum memilih jalur pendanaan, investor sebaiknya membandingkan biaya, membaca ketentuan broker, memahami proses KYC, memeriksa kewajiban pajak, dan memastikan semua keputusan sesuai dengan tujuan serta profil risiko pribadi. Informasi ini bersifat edukatif dan bukan nasihat investasi, pajak, atau hukum yang dipersonalisasi.

Dapatkan Reward hingga $25

Ada reward khusus pengguna baru saat buka rekening, deposit & transaksi di XTB!

Ambil rewardnya!

FAQ

Tidak selalu. Banyak investor dapat menggunakan transfer internasional, rekening multi-mata uang, atau layanan pembayaran lintas negara jika metode tersebut diterima oleh broker yang digunakan.

Risikonya mencakup fluktuasi harga saham, perubahan nilai tukar IDR/USD, biaya transfer dan konversi, risiko likuiditas, perbedaan regulasi, serta kewajiban pajak lintas negara.

Pada beberapa platform, ya. Namun, ketersediaan ETF, metode pendanaan, biaya, dan dokumen yang diperlukan bergantung pada kebijakan masing-masing broker. Fokus utama tetap harus pada pemahaman produk dan risikonya.

Biaya konversi IDR ke USD dapat mengurangi hasil bersih investasi. Biaya juga dapat muncul saat dana ditarik kembali ke rupiah, sehingga investor perlu membandingkan kurs dan biaya sebelum transaksi.

Dividen dari saham AS yang diterima investor non-AS umumnya dapat dikenakan pemotongan pajak di sumber. Form W-8BEN dan tax treaty dapat memengaruhi tarif yang berlaku, tetapi investor perlu memverifikasi ketentuan berdasarkan status masing-masing.

12 menit

Short Selling: Cara Profit Saat Harga Saham Turun

7 menit

Jam Bursa Saham Global: Panduan untuk Investor Indonesia

8 menit

Cara Tetap Tenang Saat Pasar Saham Sedang Turun Tajam

Materi pemasaran ini bukan merupakan rekomendasi investasi atau saran strategi investasi. Informasi ini tidak menjamin kinerja atau hasil investasi di masa mendatang. Aktivitas trading melibatkan risiko kerugian finansial yang signifikan, termasuk kemungkinan kehilangan sebagian maupun seluruh modal yang diinvestasikan. Segala keputusan trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.