Waktu membaca 8 Menit

Siapa Pemilik Amazon? Fakta Mengejutkan di Balik Daftar Pemegang Saham

Amazon tidak dimiliki oleh satu orang. Sebagai perusahaan publik, kepemilikannya tersebar di antara pendiri, investor institusi, dan investor ritel. Jeff Bezos tetap menjadi pemegang saham individu terbesar dengan kepemilikan hampir 9%, sementara investor institusi secara kolektif menguasai lebih dari 65% saham Amazon.

Amazon tidak dimiliki oleh satu orang. Sebagai perusahaan publik, kepemilikannya tersebar di antara pendiri, investor institusi, dan investor ritel. Jeff Bezos tetap menjadi pemegang saham individu terbesar dengan kepemilikan hampir 9%, sementara investor institusi secara kolektif menguasai lebih dari 65% saham Amazon.

Poin Penting

  • Tidak ada satu entitas yang memiliki saham mayoritas Amazon karena perusahaan ini berstatus sebagai perusahaan publik.
  • Jeff Bezos tetap menjadi pendiri sekaligus pemegang saham individu terbesar, dengan kepemilikan hampir 9% per 3 Juni 2026.
  • Investor institusi, termasuk Vanguard, BlackRock, dan State Street, bersama berbagai manajer investasi aktif, secara kolektif memegang lebih dari separuh saham Amazon.
  • Andy Jassy saat ini menjabat sebagai CEO Amazon, tetapi tidak memiliki kepemilikan saham yang cukup besar untuk mengendalikan perusahaan.
  • Saham Amazon diperdagangkan di Nasdaq dengan ticker AMZN, sehingga kepemilikannya tersebar di antara ribuan institusi dan individu di seluruh dunia.

Siapakah Pemilik Amazon?

Amazon tidak memiliki satu pemilik tunggal. Perusahaan ini merupakan perusahaan publik, dengan Jeff Bezos sebagai pemegang saham individu terbesar, sementara investor institusi secara kolektif memiliki mayoritas sahamnya. Amazon memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$2,7 triliun yang tersebar di jutaan lembar saham. Struktur kepemilikannya menunjukkan pembagian yang jelas antara orang dalam perusahaan dan institusi keuangan besar.

Investor juga perlu memahami bahwa struktur pemegang saham terus berubah. Satu institusi dapat menjual saham, sementara institusi lain membeli saham AMZN dalam jumlah besar. Secara umum, komposisi pemegang saham terbesar Amazon pada 2026 mencakup pendiri, investor institusi, manajer investasi aktif, investor ritel, dan saham yang beredar bebas.

Salah satu kesalahpahaman yang masih sering muncul adalah anggapan bahwa Jeff Bezos sepenuhnya memiliki Amazon. Meskipun ia mendirikan perusahaan, masih memiliki pengaruh besar, dan tetap menjadi pemegang saham individu terbesar, Bezos tidak memiliki Amazon secara keseluruhan. Kekuatan suara dan struktur kepemilikan Amazon sangat dipengaruhi oleh investor institusi yang menguasai mayoritas saham publiknya. Pemegang saham terbesar dari kelompok ini merupakan manajer aset pasif yang sebagian besar memegang saham Amazon melalui ETF dan index fund. Orang dalam perusahaan yang didominasi oleh Jeff Bezos memiliki sekitar 9% saham Amazon, sementara MacKenzie Scott memiliki sekitar 0,8%.

Scott memperoleh porsi saham Amazon yang signifikan sebagai bagian dari penyelesaian perceraiannya dengan Bezos pada 2019, salah satu penyelesaian perceraian terbesar dalam sejarah. Saat itu, ia menerima sekitar 4% saham Amazon yang beredar dan langsung menjadi salah satu pemegang saham terbesar perusahaan. Sejak saat itu, Scott secara bertahap mengurangi kepemilikannya melalui penjualan saham dan donasi amal. Ia menggunakan saham Amazon untuk mendanai salah satu kegiatan filantropi terbesar dalam sejarah modern. Meskipun telah menyumbangkan puluhan miliar dolar dan jutaan lembar saham kepada berbagai organisasi amal, Scott masih menjadi pemegang saham yang cukup signifikan, dengan estimasi kepemilikan sekitar 0,8% Amazon pada 2026.

Jeff Bezos: Pendiri dan Pemegang Saham Individu Terbesar

Jeff Bezos tetap menjadi pemegang saham individu terbesar Amazon dengan kepemilikan sekitar 9%, atau sekitar 949 juta saham, meskipun ia sudah tidak menjabat sebagai CEO. Nilai kepemilikan tersebut terus berubah mengikuti harga pasar dan merupakan bagian dari kekayaan bersihnya yang bernilai hampir US$256 miliar. Posisi ini menjadikan Bezos bukan hanya sosok di balik pendirian Amazon, tetapi juga individu dengan investasi pribadi terbesar di perusahaan tersebut.

Bezos beralih dari posisi CEO operasional menjadi Executive Chairman of the Board pada Juli 2021. Perubahan tersebut memungkinkannya meninggalkan aktivitas manajemen sehari-hari sambil tetap memiliki pengaruh yang signifikan terhadap arah jangka panjang perusahaan. Peran tersebut mencerminkan keterlibatannya yang berkelanjutan dengan perusahaan yang ia dirikan di sebuah garasi di Bellevue pada 1994, sebelum membawanya melantai di bursa pada 15 Mei 1997 melalui Nasdaq dengan ticker AMZN.

Tahukah Anda?

Meskipun mendirikan Amazon dan mengembangkannya menjadi perusahaan global, Jeff Bezos saat ini hanya memiliki sekitar 9% saham perusahaan tersebut. Seiring Amazon tumbuh dan membutuhkan lebih banyak modal, penerbitan saham baru membuat kepemilikan awal sang pendiri terdilusi.

Investor Institusi yang Sebenarnya Memegang Mayoritas Saham Amazon

Investor institusi memiliki lebih dari 65% saham Amazon. Sementara itu, BlackRock, Vanguard, dan State Street secara gabungan menguasai sekitar 16,5% saham perusahaan, jauh lebih besar dibandingkan kepemilikan individu mana pun.

Institusi keuangan besar ini mendominasi daftar pemegang saham karena jumlah aset yang mereka kelola sangat besar. Pola seperti ini umum ditemukan pada perusahaan publik berkapitalisasi besar.

  • The Vanguard Group memimpin kelompok investor institusi dengan kepemilikan sekitar 7%. Sebagian besar saham tersebut dimiliki untuk mendukung berbagai produk ETF yang mereka kelola.
  • BlackRock memegang sekitar 6%, terutama melalui berbagai produk iShares.
  • State Street Corporation, yang dikenal melalui ETF SPDR, memiliki sekitar 3,6% saham Amazon.

Namun, penting untuk dipahami bahwa institusi-institusi tersebut tidak semata-mata memiliki saham Amazon untuk kepentingan perusahaan mereka sendiri. Mereka memegang saham tersebut atas nama klien.

Ketika investor individu membeli index fund yang mengikuti pasar secara luas, manajer aset akan mengalokasikan sebagian dana tersebut untuk membeli saham Amazon. Artinya, jutaan investor ritel secara tidak langsung memiliki sebagian kecil Amazon melalui portofolio investasi dan dana pensiun mereka.

Andy Jassy dan Kepemimpinan Amazon

Andy Jassy telah menjabat sebagai CEO Amazon sejak 5 Juli 2021, memimpin perusahaan sebagai eksekutif dengan kepemilikan saham yang sangat kecil dibandingkan Jeff Bezos. Sebelum menjadi CEO, Jassy memimpin Amazon Web Services atau AWS dan mengembangkan divisi tersebut menjadi segmen paling menguntungkan bagi Amazon. Penunjukannya sebagai CEO menjawab pertanyaan mengenai siapa yang memimpin Amazon saat ini, sekaligus menunjukkan perbedaan antara kepemimpinan operasional perusahaan dan kepemilikannya.

Menjadi pemimpin perusahaan publik tidak sama dengan memiliki perusahaan tersebut. Chief Executive Officer melapor kepada Board of Directors, yang dipilih oleh para pemegang saham untuk mewakili kepentingan finansial mereka. Meskipun eksekutif seperti Jassy sering mendapatkan kompensasi berbasis saham untuk menyelaraskan kepentingannya dengan kinerja perusahaan, total kepemilikan saham tim manajemen saat ini hanya mencakup sebagian sangat kecil dari seluruh saham Amazon yang beredar.

Hedge Fund dan Pemegang Saham Penting Lainnya

Selain penyedia indeks pasif, saham Amazon juga banyak dimiliki oleh hedge fund dan manajer investasi aktif yang sering menjadikan AMZN sebagai salah satu posisi terbesar dalam portofolio mereka. Di luar Vanguard, BlackRock, dan State Street, sejumlah hedge fund dan manajer investasi aktif seperti Tiger Global, Coatue Management, Adage Capital, Two Sigma, dan Holocene Advisors secara historis pernah memegang posisi signifikan di Amazon. Manajer investasi aktif ini membeli dan menjual saham berdasarkan pandangan mereka terhadap sektor e-commerce dan cloud computing.

Memantau aktivitas hedge fund dapat memberikan gambaran kepada investor ritel mengenai tingkat keyakinan investor institusi besar dan berpengalaman terhadap suatu perusahaan. Ketika manajer investasi aktif besar meningkatkan kepemilikannya di Amazon, hal tersebut dapat mencerminkan sentimen institusional yang lebih positif terhadap prospek arus kas dan posisi pasar perusahaan. Sebaliknya, aksi jual yang luas dari kelompok tersebut dapat menunjukkan meningkatnya kekhawatiran terhadap valuasi sektor teknologi.

Apa Makna Sesungguhnya di Balik Kepemilikan Amazon?

Memiliki sebagian Amazon berarti memiliki saham perusahaan. Setiap satu saham mewakili bagian tertentu secara matematis dari total ekuitas perusahaan, sementara persentase kepemilikan investor dihitung berdasarkan seluruh saham yang beredar.

  • Satu saham Amazon mewakili sebagian kecil dari total ekuitas perusahaan, dengan persentase kepemilikan dihitung dari seluruh saham yang beredar.
  • Karena Amazon memiliki miliaran saham yang beredar, bahkan investasi bernilai besar tetap hanya mewakili sebagian kecil kepemilikan.
  • Tidak ada satu pemegang saham yang memiliki mayoritas Amazon, sehingga perusahaan ini memiliki struktur kepemilikan publik yang tersebar luas.

Investor dan analis dapat mengetahui siapa saja pemilik Amazon dengan melihat laporan regulasi wajib, khususnya Form 13F yang disampaikan kepada Securities and Exchange Commission atau SEC. Laporan kuartalan tersebut mewajibkan investor institusi besar untuk mengungkapkan kepemilikan saham mereka secara publik, sehingga memberikan transparansi mengenai pemegang saham terbesar.

Investor ritel juga dapat mengakses catatan publik tersebut untuk melihat dana mana yang membeli atau menjual saham AMZN. Amazon merupakan salah satu saham Magnificent Seven dan termasuk perusahaan terbesar di dunia, dengan lebih dari 1,5 juta karyawan secara global. Dengan kapitalisasi pasar sekitar US$2,7 triliun, bahkan kepemilikan sebesar 0,01% dapat bernilai sangat besar.

Contoh

Jika sebuah perusahaan publik memiliki 10 miliar saham yang beredar dan Anda membeli 100 saham, kepemilikan Anda setara dengan 0,000001%. Untuk memiliki saham sebesar 9% seperti Jeff Bezos, seorang investor perlu mengakuisisi lebih dari 900 juta saham.

Bagaimana Cara Menjadi Pemegang Saham Amazon?

Setiap individu dapat menjadi salah satu pemilik langsung Amazon dengan membuka akun investasi dan membeli saham perusahaan di pasar. Investor juga dapat menggunakan hak fraksional untuk mendapatkan eksposur tanpa harus membayar harga satu saham secara penuh. Namun, hak fraksional memberikan beneficial ownership, bukan kepemilikan hukum secara langsung terhadap saham tersebut.

Harga satu saham AMZN terus berfluktuasi dan baru-baru ini diperdagangkan pada kisaran US$200 hingga US$278. Investasi fraksional membuat akses ke pasar menjadi lebih luas karena memungkinkan investor mendapatkan eksposur ekonomi terhadap saham dengan harga tinggi melalui beneficial ownership tanpa harus memiliki satu lembar saham penuh secara hukum.

Untuk mulai membeli saham Amazon, investor perlu membuka akun investasi melalui platform yang menyediakan akses ke saham tersebut. Setelah akun dibuka, diverifikasi, dan didanai, investor dapat melakukan transaksi untuk membeli saham Amazon secara utuh maupun hak fraksional. Proses tersebut membuat seseorang yang sebelumnya hanya menjadi konsumen Amazon dapat menjadi pemegang saham atau pemegang hak fraksional, sehingga hasil investasinya ikut dipengaruhi oleh perkembangan operasional dan kinerja saham perusahaan.

Perhatian

Berinvestasi pada saham individual seperti Amazon memiliki risiko pasar. Nilai investasi dapat berfluktuasi berdasarkan kinerja keuangan perusahaan, kondisi ekonomi secara umum, serta sentimen pasar. Artinya, modal yang diinvestasikan tidak dijamin menghasilkan imbal hasil positif.

Negara Mana yang Memiliki Amazon?

Amazon adalah perusahaan publik asal Amerika Serikat yang berkantor pusat di Seattle, Washington. Artinya, Amazon tidak dimiliki oleh satu negara tertentu, tetapi secara kolektif dimiliki oleh jaringan pemegang saham internasional dari berbagai negara. Perusahaan ini didirikan di Amerika Serikat dan sahamnya diperdagangkan di Nasdaq, sehingga tunduk pada regulasi finansial dan hukum perusahaan di AS. Meskipun berasal dari Amerika Serikat, saham Amazon dapat diakses oleh investor di seluruh dunia.

Karena investor institusi besar yang memiliki mayoritas saham Amazon mengelola modal milik klien dari berbagai negara, penerima manfaat ekonomi dari keuntungan Amazon juga tersebar secara global. Selain itu, anak perusahaan dan layanan seperti Amazon Prime merupakan bagian operasional dari perusahaan induk, bukan entitas terpisah yang dimiliki negara asing. Dengan demikian, struktur kepemilikan Amazon melampaui batas negara dan mencerminkan sifat pasar keuangan modern yang semakin global.

Dapatkan Reward hingga $25

Ada reward khusus pengguna baru saat buka rekening, deposit & transaksi di XTB!

Ambil rewardnya!

FAQ

Jeff Bezos tetap menjadi pemegang saham individu terbesar Amazon. Namun, pengaruhnya berasal dari statusnya sebagai pemilik individu terbesar, bukan sebagai pemegang saham pengendali.

Dalam perusahaan publik, kepemilikan biasanya tersebar di antara ribuan investor. Karena itu, seseorang dapat menjadi pemegang saham terbesar meskipun hanya memiliki kurang dari 10% perusahaan.

Bezos tetap memiliki pengaruh signifikan, tetapi keputusan besar perusahaan pada akhirnya bergantung pada basis pemegang saham yang lebih luas.

Dalam praktiknya, investor institusi secara kolektif memiliki pengaruh terbesar terhadap Amazon karena menguasai mayoritas saham yang beredar. Namun, institusi tersebut bukan merupakan satu entitas yang bergerak bersama.

Vanguard, BlackRock, dana pensiun, reksa dana, sovereign wealth fund, dan hedge fund dapat memiliki tujuan investasi serta preferensi voting yang berbeda. Secara keseluruhan, kepemilikan gabungan mereka jauh lebih besar dibandingkan kepemilikan satu pemegang saham individu.

Sebagian besar pendiri perusahaan mengalami dilusi kepemilikan seiring bisnis berkembang. Penggalangan modal, penerbitan saham kepada karyawan, akuisisi, dan ekspansi global biasanya membuat lebih banyak saham beredar.

Amazon berkembang dari sebuah startup menjadi salah satu perusahaan publik terbesar di dunia. Akibatnya, kepemilikannya secara bertahap tersebar di antara lebih banyak investor, sementara Bezos tetap mempertahankan porsi yang signifikan tetapi bukan mayoritas.

Tidak. Peran Andy Jassy didasarkan pada kewenangan manajemen, bukan kontrol kepemilikan. Seperti banyak eksekutif perusahaan publik besar, ia menerima kompensasi yang terkait dengan kinerja saham. Namun, kepemilikannya sangat kecil dibandingkan pemegang saham utama. Pengaruh Jassy berasal dari perannya dalam memimpin bisnis dan menjalankan strategi perusahaan, bukan dari kendali terhadap hak suara.

 

MacKenzie Scott masih menjadi salah satu pemegang saham penting meskipun telah mengurangi kepemilikannya secara signifikan sejak penyelesaian perceraian pada 2019. Selama beberapa tahun, ia telah menjual dan mendonasikan sebagian besar saham Amazon yang dimilikinya sebagai bagian dari kegiatan filantropi. Meskipun persentase kepemilikannya sudah jauh berkurang dibandingkan porsi awal yang diterima, Scott tetap termasuk salah satu pemegang saham individu yang cukup besar di Amazon.

 

Ketiga perusahaan tersebut mengelola aset bernilai triliunan dolar atas nama klien di seluruh dunia. Kepemilikan Amazon dalam jumlah besar terutama berasal dari index fund dan ETF yang mengikuti indeks pasar luas seperti S&P 500 dan Nasdaq. Karena Amazon merupakan salah satu perusahaan terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar, dana pasif secara otomatis mengalokasikan sebagian besar asetnya ke saham tersebut sesuai bobot Amazon dalam indeks.

 

Investor individu umumnya memiliki pengaruh yang sangat terbatas apabila bertindak sendiri karena porsi kepemilikannya kecil. Namun, investor ritel secara kolektif mewakili bagian yang cukup berarti dari basis pemegang saham Amazon.

Mereka dapat memberikan suara dalam keputusan perusahaan, memilih direktur, dan berpartisipasi dalam proposal pemegang saham. Satu investor kemungkinan tidak akan mengubah hasil keputusan, tetapi jutaan investor secara bersama-sama tetap menjadi kelompok pemegang saham yang penting.

Sumber yang paling dapat diandalkan adalah laporan regulasi yang disampaikan kepada Securities and Exchange Commission atau SEC di Amerika Serikat. Investor institusi yang mengelola lebih dari US$100 juta dalam aset tertentu diwajibkan menyampaikan laporan Form 13F setiap kuartal dan mengungkapkan sebagian besar kepemilikan saham mereka. Dengan memantau laporan tersebut bersama laporan transaksi orang dalam perusahaan, investor dapat melihat apakah dana besar, eksekutif, atau direktur sedang menambah atau mengurangi eksposur mereka terhadap saham Amazon.

 

Eryk Szmyd

Analityk Rynków Finansowych

Eryk Szmyd od 2021 roku jest analitykiem rynków finansowych w XTB. Na co dzień przygotowuje analizy i materiały edukacyjne dotyczące Wall Street, globalnych akcji, surowców, kryptowalut oraz sektora technologicznego. Specjalizuje się w ocenie danych makro, wyników spółek i polityki banków centralnych na wyceny aktywów. W pracy wykorzystuje analizę fundamentalną, modele wyceny, analizę makroekonomiczną czy dane Commitment of Traders (COT). Ocenia, czy silne wzrosty i spadki cen mają uzasadnienie w fundamentach, analizując aktywa skrajnie wyprzedane lub wykupione zgodnie z podejściem kontrariańskim. Jest autorem licznych analiz rynkowych i artykułów edukacyjnych o inwestowaniu oraz rynkach finansowych; prywatnie interesuje się kryzysami, cyklami gospodarczymi i psychologią.

Lihat Profil 
8 menit

Kenapa Harga Saham Tesla Sangat Dipengaruhi Elon Musk?

8 menit

Mengapa Coca-Cola Disebut Saham Blue Chip Amerika?

8 menit

Prospek Saham McDonald's untuk Investasi Jangka Panjang

Materi pemasaran ini bukan merupakan rekomendasi investasi atau saran strategi investasi. Informasi ini tidak menjamin kinerja atau hasil investasi di masa mendatang. Aktivitas trading melibatkan risiko kerugian finansial yang signifikan, termasuk kemungkinan kehilangan sebagian maupun seluruh modal yang diinvestasikan. Segala keputusan trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.