Kemarin, Strategy (MSTR.US) memutuskan untuk membeli 13.600 BTC, sehingga total kepemilikan bitcoin perusahaan meningkat menjadi hampir 687.000 BTC. Saham Strategy naik lebih dari 3% selama sesi perdagangan AS kemarin dan kembali menguat lebih dari 1% hari ini menjelang pembukaan pasar. Pembelian ini menjadi yang terbesar sejak musim panas 2025. Saat ini, saham Strategy diperdagangkan relatif sejalan dengan nilai bitcoin yang dimilikinya, mengindikasikan stabilisasi bertahap dibandingkan beberapa pekan sebelumnya, ketika saham sempat diperdagangkan sedikit di bawah nilai cadangan BTC perusahaan.
Harga rata-rata akuisisi BTC Strategy kini berada di kisaran USD 75.000. Level ini memberikan bantalan yang relatif kuat dalam skenario penurunan harga dan hampir konsisten 1:1 dengan titik terendah koreksi pada April 2025, saat pasar dilanda kepanikan akibat tarif Trump. Meski dolar AS menguat, Bitcoin berhasil bertahan di sekitar USD 90.000 dan, setelah koreksi terbaru, mampu bangkit relatif cepat kembali menuju area USD 92.000. Sepanjang 2026, permintaan terhadap “aset keras” seperti logam mulia tetap kuat meskipun dolar lebih perkasa, sebuah dinamika yang pada akhirnya juga dapat menguntungkan Bitcoin.

Sumber: xStation5
MSTR (D1 timeframe)
Saham MSTR saat ini turun hampir 70% dari puncaknya, sebuah kondisi yang dalam beberapa tahun terakhir biasanya hanya terjadi selama fase pasar bearish Bitcoin yang dalam. Di satu sisi, saham ini menghadapi “kompetisi” dari ETF Bitcoin spot, yang mengurangi permintaan investor pasar tradisional terhadap MSTR sebagai proksi eksposur langsung ke BTC. Di sisi lain, setiap kembalinya pasar bullish Bitcoin berpotensi menghidupkan kembali saham ini dari kondisi jenuh jual yang ekstrem.
Indikator RSI dan MACD mulai berbalik naik, dan jika Bitcoin berhasil menembus level USD 95.000, reli harga saham MSTR berpotensi mengalami akselerasi yang signifikan.

Sumber: xStation5
Materi pemasaran ini bukan merupakan rekomendasi investasi atau saran strategi investasi. Informasi ini tidak menjamin kinerja atau hasil investasi di masa mendatang. Aktivitas trading melibatkan risiko kerugian finansial yang signifikan, termasuk kemungkinan kehilangan sebagian maupun seluruh modal yang diinvestasikan. Segala keputusan trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu.
Prospek Earnings Broadcom: Ujian Pertumbuhan AI
Nvidia Hadapi Batas Baru Ekspor H200 ke China
US Open: Wall Street Berdarah
Konflik Iran Tekan Wall Street