Pasar global saat ini hampir sepenuhnya terfokus pada eskalasi konflik antara AS dan Israel di satu sisi serta Iran di sisi lain yang berkembang menjadi perang terbuka. Seluruh negara di kawasan Selat Hormuz kini berada di bawah serangan rutin, selat tersebut diblokir, bandara dan pelabuhan hampir sepenuhnya tidak beroperasi, serta banyak kilang mengalami kerusakan atau beroperasi dalam mode krisis.
Pada pembukaan sesi, minyak mentah WTI melonjak lebih dari 6%, futures LPG AS naik lebih dari 3%, dan emas menguat sekitar 1%. Dolar AS menguat sekitar 0,5%. Indeks Wall Street sempat dibuka turun sekitar 1,2%, namun seiring berjalannya sesi, pasar memangkas kerugian dan bergerak sedikit ke zona positif.
Risiko terbesar bagi pasar saat ini adalah tekanan signifikan terhadap pasokan minyak dan gas. Kondisi ini berpotensi mendorong harga energi lebih tinggi, diikuti oleh kenaikan inflasi, yang dapat membatasi ruang bank sentral untuk memangkas suku bunga. Perkembangan tersebut berpotensi menggagalkan banyak asumsi investor terkait jalur pertumbuhan ekonomi dalam beberapa kuartal ke depan.
Data Makroekonomi:
Di AS, data PMI manufaktur dan ISM Februari telah dirilis.
- PMI tercatat 51,6 dibandingkan ekspektasi 51,2 (naik dari 51,2).
- ISM tercatat 52,4 dibandingkan ekspektasi 51,7.
Data industri tersebut menjadi kejutan positif dan menunjukkan tren pro-inflasi—terutama komponen ISM Prices yang berada di level tinggi, yakni 70 poin.
- Kemudian hari ini, estimasi GDPNow dari Atlanta Fed juga akan dirilis dengan ekspektasi di level 3%.
US100 (D1)
Sumber: xStation5
Pada pembukaan pekan, pasar terlihat mempertahankan garis resistensi di sekitar 24.615 poin dan kembali bergerak di atas garis tren jangka pendek. Bagi pembeli, level kunci yang perlu dipertahankan adalah garis tren (oranye). Jika penjual ingin mempertahankan inisiatif dan memperdalam penurunan, area EMA200 dan garis tren jangka panjang akan menjadi level krusial.
Berita Emiten:
- American Airlines (AAL.US): Gangguan penerbangan dan pariwisata akibat konflik menekan saham maskapai. Saham turun 4%.
- Amazon (AMZN.US): Sebuah rudal Iran dilaporkan menghantam salah satu pusat data AWS, menyebabkan gangguan layanan di kawasan Timur Tengah.
- Lockheed Martin (LMT.US): Kontraktor pertahanan menguat seiring eskalasi konflik. Saham naik lebih dari 3%.
- Occidental (OXY.US): Produsen energi menguat seiring kenaikan harga minyak. Saham naik lebih dari 3%.
- UniQure (QURE.US): Regulator AS meminta studi tambahan atas terapi gen baru untuk penyakit Huntington; saham anjlok 35%.
Materi pemasaran ini bukan merupakan rekomendasi investasi atau saran strategi investasi. Informasi ini tidak menjamin kinerja atau hasil investasi di masa mendatang. Aktivitas trading melibatkan risiko kerugian finansial yang signifikan, termasuk kemungkinan kehilangan sebagian maupun seluruh modal yang diinvestasikan. Segala keputusan trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu.
Daily summary: Pasar Tak Gentar, Valuasi Menyesuaikan
⛔ Tarif Trump Ilegal: Akankah Ada Refund Miliaran?
Shutdown Pemerintah AS Terulang: Apa Dampaknya Kali Ini?
US OPEN: Pergeseran Sikap Trump Dongkrak Sentimen Wall Street