Baca selengkapnya
19.57 · 4 Februari 2026

Eli Lilly Melonjak 7% Usai Laba Didorong Obat Obesitas 📈

-
-
Buka Akun Unduh aplikasi gratis

Raksasa farmasi Eli Lilly (LLY.US), yang dikenal luas lewat obat diabetes Mounjaro, membukukan hasil keuangan yang sangat kuat untuk Q4 2025. Saham perusahaan melonjak lebih dari 7% di perdagangan pra-pasar menjelang pembukaan Wall Street dan berpotensi kembali mendekati level tertinggi sepanjang masa hari ini.

  • EPS disesuaikan: $7.54 vs $6.73 ekspektasi
  • Pendapatan: $19.29 miliar vs $18.01 miliar ekspektasi (+43% YoY)
  • Pendapatan Mounjaro: $7.41 miliar vs $6.75 miliar ekspektasi
  • Pendapatan Zepbound: $4.26 miliar vs $3.8 miliar ekspektasi

Apa yang Ditunjukkan Hasil Ini? Lilly “Menjauh” dari Novo

Perusahaan tidak hanya melampaui ekspektasi Wall Street baik dari sisi pendapatan maupun laba, tetapi juga merilis panduan 2026 yang memberikan sinyal jelas bahwa permintaan masih sangat kuat. Pesan yang disampaikan manajemen tersirat tegas: gelombang permintaan belum berakhir, dan Lilly masih berada di puncaknya. Perusahaan kini memposisikan diri di pusat salah satu perubahan terbesar dalam industri farmasi dalam beberapa dekade, yaitu ledakan obat GLP-1 untuk obesitas dan diabetes.

Pasar ini mulai terlihat seperti kategori konsumen baru, bukan sekadar tambahan lini pendapatan. Di Amerika Serikat, pendapatan meningkat menjadi $12.9 miliar, yang menurut perusahaan didorong oleh kenaikan volume sekitar 50%, terutama dari Mounjaro dan Zepbound.

Dua produk menjadi tulang punggung narasi ini: Mounjaro untuk diabetes dan Zepbound untuk obesitas. Pendapatan global Mounjaro melonjak 110% secara tahunan, sementara di AS naik 57% YoY menjadi $4.1 miliar. Di sisi lain, penjualan Zepbound di AS mencapai $4.2 miliar, dengan total penjualan global naik 122% YoY.

Asumsi utama perusahaan tercermin jelas dalam panduan ke depan:

  • Pendapatan 2026: $80–83 miliar, dibandingkan ekspektasi pasar sekitar $77.6 miliar
  • EPS disesuaikan 2026: $33.50–35.00, dibandingkan konsensus sekitar $33.2

Di balik kinerja kuat ini, ada isu yang tidak diabaikan investor: harga obat di AS semakin menjadi isu politik. Ketika suatu isu menjadi masalah politik, risiko regulasi, pemotongan harga, atau pembatasan biasanya akan mengikuti. Namun, pesan Lilly cukup jelas: bahkan jika tekanan harga meningkat, skala pasar dan permintaan yang besar dapat bertindak sebagai peredam guncangan.

Beberapa hari sebelumnya, CEO Lilly Dave Ricks menyoroti potensi yang mungkin belum sepenuhnya dihargai pasar, yakni kemungkinan perluasan cakupan Medicare untuk pengobatan obesitas. Jika terealisasi, jumlah pasien yang secara legal dan finansial dapat mengakses terapi akan meningkat signifikan.

Dalam praktiknya, hal ini berarti pasar akan semakin dibatasi oleh kapasitas sistem kesehatan, bukan oleh kemampuan bayar pasien. Bagi Lilly, kondisi tersebut dapat menaikkan batas atas penjualan di pasar AS.

Kontras dengan Novo Nordisk terlihat jelas. Pada periode yang hampir bersamaan, Novo merilis panduan yang lebih berhati-hati dan memperingatkan potensi penurunan penjualan serta laba pada 2026. Alasan utamanya adalah tekanan harga di AS dan berakhirnya eksklusivitas di beberapa wilayah. Pada tahap siklus ini, Lilly tampak sebagai perusahaan dengan lintasan jangka pendek yang lebih kuat serta kendali yang lebih baik atas dinamika pendapatan.

Ada pula dimensi politik yang lebih luas terkait kesepakatan dengan pemerintahan Donald Trump. Menurut laporan, Lilly dan Novo sepakat menurunkan harga obat bagi penerima Medicare dan Medicaid pada 2026, serta menjual langsung ke konsumen dengan diskon melalui platform direct-to-consumer (TrumpRx, belum diluncurkan). Sebagai imbalannya, kedua perusahaan diperkirakan akan menerima pengecualian tarif selama tiga tahun. Sementara Novo mengisyaratkan peluncuran kuat versi oral Wegovy di AS, Lilly mengandalkan persetujuan obat penurun berat badan oral miliknya, orforglipron, yang diperkirakan keluar akhir tahun ini.

Pertanyaan Kunci bagi Investor

  • Seberapa cepat harga obat di AS turun, dan apakah volume mampu mengimbangi dampaknya?
  • Apakah Medicare akan secara signifikan memperluas akses terapi obesitas?
  • Bagaimana respons pasar terhadap peluncuran versi oral GLP-1?
  • Mampukah Lilly mempertahankan dominasinya di tengah tekanan regulasi?

Saham Eli Lilly (Timeframe D1)

Harga saham sempat terkoreksi kemarin ke bawah EMA50 (garis oranye). Namun, jika penguatan berlanjut setelah pembukaan pasar AS, harga berpotensi kembali naik ke atas level $1,050 per saham.

Sumber: xStation5

Materi pemasaran ini bukan merupakan rekomendasi investasi atau saran strategi investasi. Informasi ini tidak menjamin kinerja atau hasil investasi di masa mendatang. Aktivitas trading melibatkan risiko kerugian finansial yang signifikan, termasuk kemungkinan kehilangan sebagian maupun seluruh modal yang diinvestasikan. Segala keputusan trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu.

11 Februari 2026, 01.47

Daily summary: Data Lemah AS Tekan Wall Street, Logam Turun Lagi

11 Februari 2026, 01.01

Datadog Cetak Rekor Q4, Prospek 2026 Solid

10 Februari 2026, 22.09

US Open: Wall Street Naik Meski Data Lemah

10 Februari 2026, 21.52

Coca-Cola Earnings: Mampukah CEO Baru Hadapi Tekanan?

Bergabunglah dengan lebih dari 2.000.000 investor XTB dari seluruh dunia
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.