Nvidia (NVDA.US) merupakan saham unggulan dari tren kecerdasan buatan (AI) dan masih menjadi perusahaan publik dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia. Namun, meskipun mitra bisnis utamanya, TSMC (TSM.US), baru saja merilis laporan keuangan yang sangat kuat, saham Nvidia kini telah turun hampir 20% dari rekor tertingginya pada Oktober 2025, ketika investor masih bersedia membayar lebih dari USD 211 per saham.
-
Dari sisi valuasi, tekanan harga ini telah membuat valuasi Nvidia turun secara signifikan. Jika perusahaan mampu merealisasikan kinerja sesuai dengan proyeksi laba 12 bulan ke depan, valuasinya kini berada kurang lebih sejajar dengan rata-rata Nasdaq 100. Meski demikian, walaupun valuasi terlihat “lebih menarik”, tren penurunan jangka pendek masih mendominasi dan aksi ambil untung tampak semakin intensif.
-
Melihat grafik harga, kondisi teknikal mulai menjadi tidak nyaman bagi pihak pembeli. Pergerakan harga mulai menyerupai pola head-and-shoulders (H&S), sebuah formasi klasik yang sering dikaitkan dengan potensi pembalikan tren. Jika pola ini terkonfirmasi, saham Nvidia berpotensi turun menuju area neckline di sekitar USD 168 per saham, yang ditandai oleh titik terendah lokal pada September dan Desember 2025.
-
Level tersebut juga bertepatan dengan potensi pengujian exponential moving average 200 hari (EMA200, garis merah). Proyeksi dari pola ini mengindikasikan bahwa Nvidia berisiko menembus baik EMA200 maupun neckline, yang dapat menandai perubahan tren yang lebih luas. Dalam skenario tersebut, area support jangka menengah yang penting berpotensi berada di sekitar USD 135 per saham, diperkuat oleh zona konsolidasi pada akhir Mei hingga awal Juni tahun lalu.
Meski demikian, skenario penurunan ini belum bersifat pasti. Pergerakan kembali di atas level USD 186 per saham (EMA50) dapat menjadi sinyal awal kembalinya tren naik. Nvidia dijadwalkan akan merilis laporan keuangan pada 26 Februari, setelah penutupan sesi perdagangan Wall Street.
Saham Nvidia (Interval D1)
Sumber: xStation5
Materi pemasaran ini bukan merupakan rekomendasi investasi atau saran strategi investasi. Informasi ini tidak menjamin kinerja atau hasil investasi di masa mendatang. Aktivitas trading melibatkan risiko kerugian finansial yang signifikan, termasuk kemungkinan kehilangan sebagian maupun seluruh modal yang diinvestasikan. Segala keputusan trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu.
Prospek Earnings Broadcom: Ujian Pertumbuhan AI
Nvidia Hadapi Batas Baru Ekspor H200 ke China
US Open: Wall Street Berdarah
Konflik Iran Tekan Wall Street