Baca selengkapnya
23.59 · 29 Januari 2026

Saham Apple Turun Jelang Laporan Keuangan 📉 Akankah iPhone Menopang Kinerja Perusahaan?

-
-
Buka Akun Unduh aplikasi gratis

Saham Apple (AAPL.US) menutup pekan laporan keuangan Big Tech dengan tingkat kepentingan yang tinggi. Pasar saat ini sangat sensitif terhadap belanja investasi (CAPEX) dan narasi AI setelah aksi jual tajam pada saham Microsoft. Namun, pendekatan Apple berbeda — lebih sedikit pembangunan infrastruktur AI internal, lebih banyak kemitraan, serta fokus monetisasi melalui ekosistemnya. Dalam 12 bulan terakhir, kinerja saham Apple tertinggal dibandingkan Big Tech lain, dengan kenaikan kurang dari 7%.

Ekspektasi Pasar

  • Pendapatan: sekitar $138,4–$138,5 miliar (kuartal rekor, melampaui puncak sebelumnya $123,4 miliar pada fiskal Q1 2025; sekitar +10–12% YoY, lonjakan terkuat dalam beberapa tahun)
  • EPS: sekitar $2,67 (dibandingkan $2,40 setahun lalu, atau sekitar +11% YoY)
  • Margin kotor: fokus pasar berada di kisaran 47–48%
  • Pendapatan iPhone: sekitar $78–$80 miliar (>12% YoY)
  • Pendapatan Services: sekitar $30 miliar (~14% YoY)

Angka-angka ini bukan sekadar harus “sesuai” ekspektasi — idealnya Apple perlu melampauinya, karena ambang ekspektasi pasar sangat tinggi. Reaksi pasar akan sangat bergantung pada komposisi kinerja: performa iPhone, panduan ke depan, serta cerita AI. UBS menyoroti bahwa kenaikan biaya memori kemungkinan belum berdampak signifikan pada hasil fiskal Q1, namun bisa muncul dalam panduan kuartal berikutnya — jenis risiko yang sering kali dihukum pasar lebih cepat dibanding sekadar miss EPS.

iPhone 17 dan “Supercycle”

Kuartal ini mencakup musim penjualan liburan yang krusial, dan Wall Street menginginkan konfirmasi bahwa siklus upgrade benar-benar dipercepat — khususnya di kalangan pengguna dengan perangkat berusia lebih dari empat tahun. Angka headline bisa terlihat solid, namun jika komentar manajemen terkait iPhone terdengar sekadar “cukup baik”, saham berpotensi kesulitan menemukan momentum kenaikan.

Hal-hal yang benar-benar ingin dibaca pasar di balik laporan:

  • apakah permintaan condong ke model Pro bermargin lebih tinggi
  • apakah siklus upgrade benar-benar semakin cepat
  • apakah Apple berhasil mengaktivasi basis terpasang lebih dari 300 juta iPhone berusia di atas empat tahun

Mekanismenya sederhana: jika pendapatan iPhone berada di bawah ekspektasi, bahkan EPS yang kuat sekalipun bisa jadi tidak cukup untuk menyelamatkan saham.

China

China selama ini menjadi medan pertempuran bagi Apple — kompetisi ketat (Huawei dan lainnya), kondisi makro yang beragam, serta permintaan yang sangat sensitif terhadap harga. Namun, terdapat indikasi perbaikan. Menurut Counterpoint, Apple kemungkinan meraih pangsa pasar di atas 20% di China pada Q4 — sinyal yang berpotensi signifikan. Jika Apple mengonfirmasi rebound pendapatan dari Greater China, pasar bisa menilai bahwa salah satu hambatan besar bagi tesis investasi 2026 mulai terangkat.

Services

Ini adalah segmen yang menopang premi valuasi Apple. Jika Apple kembali mencatat pertumbuhan Services dua digit yang stabil, narasi “resilience” akan semakin kuat. Namun, jika ada indikasi perlambatan sekecil apa pun, reaksi pasar bisa tajam. Dengan valuasi sekitar 30x forward earnings, Apple tidak memiliki ruang untuk sinyal pelemahan di segmen ini — perlambatan kecil pun kemungkinan diperlakukan sebagai risiko.

AI: “Apple Intelligence”, Siri, dan Gemini

Di sinilah spesifisitas menjadi krusial. Apple perlu menyampaikan rencana yang jelas: apa yang berubah pada Siri, apa yang akan hadir pada musim semi dan WWDC, serta bagaimana perusahaan berniat memonetisasi lapisan AI (hardware vs Services vs ekosistem). Apple memposisikan AI sebagai fitur ekosistem, dengan Siri sebagai titik kontrol utama.

Pasar menginginkan jawaban konkret di tiga area:

  • bagaimana tingkat adopsi Apple Intelligence
  • bagaimana rencana monetisasi (berbasis perangkat atau layanan)
  • seperti apa roadmap Siri dan apa arti kemitraan dengan Google Gemini secara praktis

Apple harus menunjukkan bahwa AI dapat diterjemahkan menjadi: siklus upgrade yang lebih kuat, harga iPhone yang lebih tinggi (mix/ASP), retensi ekosistem yang lebih solid, dan potensi aliran pendapatan Services baru. Idealnya, hasil kuartal terakhir tahun kalender sebelumnya sudah memberi sinyal awal bahwa AI mulai berdampak pada kinerja.

Saham Apple (D1)

Dalam beberapa waktu terakhir, saham Apple bergerak stabil di sekitar EMA200 (garis merah). Namun, grafik juga membentuk potensi pola head-and-shoulders yang mengindikasikan kemungkinan pembalikan bearish. Area neckline berada di sekitar $248, diperkuat oleh dua titik terendah lokal terakhir.

Sumber: xStation5

Materi pemasaran ini bukan merupakan rekomendasi investasi atau saran strategi investasi. Informasi ini tidak menjamin kinerja atau hasil investasi di masa mendatang. Aktivitas trading melibatkan risiko kerugian finansial yang signifikan, termasuk kemungkinan kehilangan sebagian maupun seluruh modal yang diinvestasikan. Segala keputusan trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu.

6 Februari 2026, 13.56

Morning wrap: Tech Sell-Off Guncang Pasar 📉

6 Februari 2026, 11.15

US OPEN: Pasar Tertekan Musim Laba Teknologi Lesu

6 Februari 2026, 04.38

Amazon Anjlok 10%: Investor Khawatir Biaya Dominasi AI

5 Februari 2026, 23.27

Stock of the week: Alphabet di Era AI

Bergabunglah dengan lebih dari 2.000.000 investor XTB dari seluruh dunia
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.