- Ferrari menurunkan target penjualan mobil listrik 2030 dari 40% menjadi 20%.
- Produksi EV kedua ditunda hingga paling cepat 2028.
- Ferrari menurunkan target penjualan mobil listrik 2030 dari 40% menjadi 20%.
- Produksi EV kedua ditunda hingga paling cepat 2028.
Ferrari resmi memperkenalkan mobil listrik murni pertama mereka yang akan diluncurkan pada tahun 2026. Model baru ini dirancang bersama desainer legendaris Jony Ive, dan akan memiliki ukuran lebih besar dari mobil sport Ferrari pada umumnya, meski tidak dikategorikan sebagai SUV. Harga awalnya diperkirakan mencapai $535.000.
Namun, karena permintaan mobil listrik mewah yang rendah serta tantangan teknologi pada baterai, Ferrari menurunkan proyeksi penjualan mobil listrik pada 2030 dari 40% menjadi hanya 20%. Model listrik kedua dijadwalkan hadir paling cepat pada 2028. Produksi mobil listrik ini akan dilakukan di pabrik baru di Maranello, yang akan memungkinkan produksi mobil bensin, hibrida, dan listrik secara bersamaan.
Dalam kesempatan yang sama, Ferrari memaparkan strategi 2030 yang berfokus pada target net-zero emission, investasi di bidang sustainability, digitalisasi produksi, serta peningkatan personalisasi kendaraan. Namun, pasar bereaksi negatif terhadap proyeksi yang lebih rendah tersebut. Saham Ferrari jatuh hingga 16%, karena investor kecewa terhadap prospek pertumbuhan penjualan mobil listrik yang lebih lemah dari ekspektasi.
Sumber: xStation5
Minyak Brent dan Nasdaq 100 Jadi Fokus Pekan Ini
US Closed: Futures US100 Rebound Saat Pasar AS Libur
Market Wrap: Bursa AS Libur, Pasar Cerna NFP dan Rotasi Teknologi
Nasdaq Tertekan, Saham Chip dan Tesla Anjlok
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.