Baca selengkapnya
22.47 · 28 Januari 2026

Starbucks Naik Usai Laba Q4, Sinyal Pemulihan AS 📈

-
-
Buka Akun Unduh aplikasi gratis

Starbucks (SBUX.US) memberikan sinyal kebangkitan bisnisnya di Amerika Serikat, meskipun tekanan terhadap margin masih terasa. Saham perusahaan menguat setelah rilis laporan keuangan, dan reaksi pasar cenderung optimistis karena Starbucks akhirnya memutus tren perlambatan di pasar terpentingnya, yaitu Amerika Serikat.

Ini merupakan kuartal pertama dalam waktu yang cukup lama di mana kinerja tidak hanya terlihat “lebih baik di atas kertas”, tetapi benar-benar mengindikasikan bahwa strategi turnaround di bawah CEO Brian Niccol mulai berjalan lebih cepat dari yang diperkirakan sebagian investor. Namun, satu hal perlu ditegaskan: Starbucks berhasil memulihkan penjualan, tetapi harus membayar harga berupa profitabilitas yang lebih lemah. Dengan kata lain, perusahaan mulai memenangkan kembali pelanggan, tetapi fondasi operasionalnya masih membutuhkan investasi.

Sejak awal tahun, saham Starbucks telah naik hampir 15%, dan melonjak lebih dari 3.5% setelah rilis laporan keuangan ini. Laporan tersebut menghadirkan elemen yang selama ini hilang dari Starbucks, yakni pembalikan tren di pasar AS dan pertumbuhan yang didorong oleh transaksi. Di saat yang sama, margin berada di bawah tekanan, biaya bahan baku kopi tetap tinggi, serta investasi pada teknologi, logistik, dan eksekusi rencana turnaround terus berlanjut.

Hasil Starbucks (Q4 2025)

  • Penjualan sebanding global (y/y): +4% vs ekspektasi sekitar +2.25%

  • Penjualan sebanding Amerika Utara: +4%

  • Pertumbuhan penjualan AS pertama dalam dua tahun; pertumbuhan berbasis transaksi untuk pertama kalinya dalam delapan kuartal

  • AS: rata-rata nilai transaksi naik +1%, didorong oleh minuman espresso, minuman berbasis teh, serta meningkatnya popularitas tambahan cold foam

  • Margin menyempit sebesar 290 basis poin (2.9 poin persentase) pada kuartal ini

  • Manajemen menyoroti dampak tarif, tekanan biaya, dan investasi operasional

  • Penjualan sebanding global diperkirakan naik lebih dari 3% tahun ini (pasar memperkirakan sekitar +2.94%)

  • EPS disesuaikan diproyeksikan di kisaran $2.15–$2.40 (titik tengah di bawah konsensus sekitar $2.35)

  • Perusahaan memperkirakan tekanan tarif mulai mereda pada paruh kedua tahun ini

  • Penjualan China: +7% YoY pada Q4 (vs +2% YoY pada kuartal sebelumnya)

Poin paling relevan bagi pasar cukup jelas: Starbucks kembali tumbuh di AS, tepat di area di mana perusahaan paling membutuhkan terobosan. Karakter perbaikan ini juga penting. Pertumbuhan ini bukan semata hasil kenaikan harga, melainkan indikasi bahwa pelanggan benar-benar kembali ke gerai. Pertumbuhan nilai keranjang belanja bisa “dipaksa” lewat kenaikan harga, tetapi peningkatan jumlah transaksi biasanya mencerminkan bahwa produk dan pengalaman di dalam toko berjalan efektif.

Brian Niccol tengah membentuk ulang Starbucks dari dalam ke luar. Secara praktis, rencana ini bertumpu pada sejumlah perubahan yang sangat konkret.

  1. Penyederhanaan menu: beban kerja barista berkurang, eksekusi pesanan lebih cepat, dan kesalahan saat jam sibuk dapat diminimalkan.
  2. Kembali ke kualitas dan nuansa “coffeehouse”: fokus pada makanan panggang segar, suasana gerai, dan personalisasi produk yang lebih kuat.
  3. Waktu layanan lebih singkat: target berada di bawah empat menit, meskipun perusahaan mengakui belum selalu tercapai.

Starbucks juga memiliki keunggulan penting yang sulit ditiru: kemampuannya menjual “add-ons” dengan cara yang membuat pelanggan merasa meningkatkan kualitas, bukan sekadar membayar lebih mahal. Di AS, kenaikan +1% pada rata-rata nilai transaksi terutama didukung oleh minuman espresso, minuman berbasis teh, dan popularitas cold foam.

Salah satu inisiatif untuk menarik kembali pelanggan adalah peluncuran minuman baru yang diperkaya protein. Langkah ini berpotensi lebih besar dari yang terlihat sekilas, mengingat pasar minuman global terus bergeser ke arah produk yang lebih “fungsional”, berorientasi kesehatan, mendukung gaya hidup aktif, dan tidak sekadar bersifat indulgent.

Namun demikian, Starbucks mencatat perbaikan penjualan di tengah tekanan profitabilitas, tercermin dari penurunan margin. Penyebabnya mencakup kenaikan biaya bahan baku dan impor, termasuk dampak tarif, biaya yang kini tertanam dalam struktur operasional, serta investasi untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan. Pertanyaan utama yang kemungkinan terus diajukan Wall Street dapat dirangkum dalam beberapa poin inti.

  • Apakah pertumbuhan di AS dapat berlanjut dalam beberapa kuartal ke depan?

  • Apakah minuman berbasis protein akan menjadi bagian permanen dari portofolio inti?

  • Apakah margin akan mulai pulih pada paruh kedua tahun ini, seperti yang diharapkan manajemen?

  • Detail konkret apa yang akan diungkap dalam Investor Day pertama di bawah kepemimpinan Brian Niccol?

 

Sumber: xStation5

Materi pemasaran ini bukan merupakan rekomendasi investasi atau saran strategi investasi. Informasi ini tidak menjamin kinerja atau hasil investasi di masa mendatang. Aktivitas trading melibatkan risiko kerugian finansial yang signifikan, termasuk kemungkinan kehilangan sebagian maupun seluruh modal yang diinvestasikan. Segala keputusan trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu.

13 Februari 2026, 02.03

Daily Summary: Silver Anjlok 9%, Wall Street Tertekan

11 Februari 2026, 21.44

US Open: Payrolls Kuat, Rate Cut Tertunda?

11 Februari 2026, 01.47

Daily summary: Data Lemah AS Tekan Wall Street, Logam Turun Lagi

11 Februari 2026, 01.01

Datadog Cetak Rekor Q4, Prospek 2026 Solid

Bergabunglah dengan lebih dari 2.000.000 investor XTB dari seluruh dunia
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.