Baca selengkapnya
00.15 · 28 November 2025

Toyota: Kinerja Solid Meski Laba Operasional Turun 🚗

Inti pembahasan
-
-
Buka Akun Unduh aplikasi gratis
Inti pembahasan
  • Perusahaan berhasil sedikit melampaui perkiraan pendapatan
  • Laba operasional tertekan oleh tarif, yang menyebabkan kehati-hatian di kalangan investor
  • Laba bersih meningkat secara signifikan, namun terutama disebabkan oleh selisih kurs valuta asing
  • Proyeksi untuk akhir tahun fiskal ditingkatkan  
China mungkin memproduksi mobil terbanyak, dan AS membeli paling banyak, namun Toyota tetap menjadi pemimpin penjualan global. Raksasa otomotif Jepang tersebut telah merilis hasil keuangannya.
Informasi keuangan utama:
  •  Pendapatan mencapai 12.38 triliun yen, naik 8% dan berada di atas konsensus 12.18 triliun yen.
  • Laba bersih meningkat 62%, mencapai 932 miliar yen.
  • Fakta yang mengkhawatirkan adalah bahwa laba operasional turun 27% secara tahunan.
  • Perbedaan antara laba operasional dan laba bersih terutama disebabkan oleh hasil investasi dan perbedaan nilai tukar. Laba operasional sendiri berada di bawah tekanan signifikan dari biaya tenaga kerja dan tambahan tarif Amerika.
     

Perusahaan menyampaikan serangkaian informasi penting terkait strategi dan masa depannya. Toyota melanjutkan strategi ekspansi di banyak sektor industri secara bersamaan. Perusahaan lain mungkin akan kesulitan dengan pendekatan ini, tetapi Toyota, berkat ukurannya, tidak hanya mampu melakukannya tetapi juga berada pada posisi terbaik untuk memaksimalkan manfaat dengan risiko yang relatif rendah.

Ekspansi yang dimaksud terutama mencakup investasi simultan di pasar EV dan Hybrid. Kendaraan beremisi rendah kini telah menyumbang 46.9% dari total penjualan perusahaan.

Toyota juga mengikuti tren industri lainnya. Perusahaan menyoroti sistem baru mereka, “Arene”, dan dengan bangga mengumumkan pengembangan lanjutan menuju “Software Defined Vehicles”.

Toyota menunjukkan kepercayaan diri dengan menaikkan proyeksi hingga akhir tahun fiskal. Pada akhir FY2026, laba operasional diperkirakan mencapai 3.4 triliun yen, meningkat dari proyeksi sebelumnya sebesar 3.2 triliun yen.

Pasar bereaksi dengan sedikit kekhawatiran terhadap penurunan signifikan laba operasional dan dampak tarif. Awalnya, valuasi perusahaan turun sekitar 1.6%. Namun, proyeksi positif memungkinkan valuasi perusahaan kembali ke level sebelumnya seiring waktu.

TM.US (D1) 

Informasi ini tidak menjamin kinerja atau hasil investasi di masa mendatang. Segala keputusan trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu.

Sumber: xStation5

11 Februari 2026, 13.33

Morning Wrap: Wall Street Tunggu NFP

11 Februari 2026, 01.47

Daily summary: Data Lemah AS Tekan Wall Street, Logam Turun Lagi

11 Februari 2026, 01.01

Datadog Cetak Rekor Q4, Prospek 2026 Solid

10 Februari 2026, 22.09

US Open: Wall Street Naik Meski Data Lemah

Bergabunglah dengan lebih dari 2.000.000 investor XTB dari seluruh dunia
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.