Baca selengkapnya
14.21 · 15 Januari 2026

TSMC Cetak Laba Rekor, Profit Melonjak 35% Berkat Boom AI 📈

-
-
Buka Akun Unduh aplikasi gratis

TSMC menutup kuartal keempat dengan kinerja rekor, mencatat lonjakan laba sebesar 35% dan melampaui proyeksi analis. Raksasa semikonduktor ini menunjukkan ketahanan terhadap ketidakpastian geopolitik dan potensi tarif, sekaligus menikmati manfaat dari boom AI global yang terus menopang tren pertumbuhannya. Hasil ini menjadi sinyal penting bagi Wall Street terkait momentum sektor AI dan berpotensi membuka kembali peluang kenaikan kuat pada saham-saham seperti Nvidia dan AMD.

Ringkasan Keuangan

  • Earnings Beat: Laba bersih mencapai NT$505,74 miliar, melampaui estimasi konsensus sebesar NT$478,4 miliar.

  • Revenue Milestone: Pendapatan kuartalan menembus level NT$1 triliun untuk pertama kalinya (USD 33,09 miliar), didukung oleh delapan kuartal berturut-turut pertumbuhan laba tahunan.

  • Capex Update: Belanja modal sepanjang 2025 tercatat sebesar USD 40,9 miliar, berada dalam kisaran panduan manajemen sebesar USD 40–42 miliar.
     

Strategic Drivers

  • AI Dominance: High-performance computing tetap menjadi mesin utama bisnis. Chip canggih berukuran 7 nm atau lebih kecil kini menyumbang 77% dari pendapatan wafer.

  • US Investment Push: TSMC terus memperkuat kehadirannya di Amerika Serikat dengan total rencana investasi mencapai USD 165 miliar, yang terdiri dari komitmen awal USD 65 miliar dan tambahan USD 100 miliar yang diumumkan bersama Presiden Trump. Salah satu fasilitas di Arizona sudah beroperasi, dengan ekspansi lanjutan diharapkan sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan yang masih berjalan.

  • Market Outlook: Meskipun permintaan AI tetap solid, perusahaan menghadapi tantangan di sektor mobile. Analis memperkirakan pengiriman smartphone global akan turun 11,6% pada 2026 akibat keterbatasan pasokan memori.
     

TSM.US (D1)

Saham TSMC naik sekitar 2,5% pada perdagangan pra-pasar di Wall Street, meskipun indikator RSI harian berada dekat area overbought. Kenaikan ini menghapus penurunan dalam dua sesi terakhir yang dipicu oleh kehati-hatian menjelang laporan keuangan. Namun, pelaku pasar masih cenderung berhati-hati untuk mendorong harga saham menembus rekor tertinggi terbarunya.

 

Sumber: xStation5

Materi pemasaran ini bukan merupakan rekomendasi investasi atau saran strategi investasi. Informasi ini tidak menjamin kinerja atau hasil investasi di masa mendatang. Aktivitas trading melibatkan risiko kerugian finansial yang signifikan, termasuk kemungkinan kehilangan sebagian maupun seluruh modal yang diinvestasikan. Segala keputusan trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu.

11 Februari 2026, 21.44

US Open: Payrolls Kuat, Rate Cut Tertunda?

11 Februari 2026, 01.47

Daily summary: Data Lemah AS Tekan Wall Street, Logam Turun Lagi

11 Februari 2026, 01.01

Datadog Cetak Rekor Q4, Prospek 2026 Solid

10 Februari 2026, 22.09

US Open: Wall Street Naik Meski Data Lemah

Bergabunglah dengan lebih dari 2.000.000 investor XTB dari seluruh dunia
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.