TSMC menutup kuartal keempat dengan kinerja rekor, mencatat lonjakan laba sebesar 35% dan melampaui proyeksi analis. Raksasa semikonduktor ini menunjukkan ketahanan terhadap ketidakpastian geopolitik dan potensi tarif, sekaligus menikmati manfaat dari boom AI global yang terus menopang tren pertumbuhannya. Hasil ini menjadi sinyal penting bagi Wall Street terkait momentum sektor AI dan berpotensi membuka kembali peluang kenaikan kuat pada saham-saham seperti Nvidia dan AMD.
Ringkasan Keuangan
-
Earnings Beat: Laba bersih mencapai NT$505,74 miliar, melampaui estimasi konsensus sebesar NT$478,4 miliar.
-
Revenue Milestone: Pendapatan kuartalan menembus level NT$1 triliun untuk pertama kalinya (USD 33,09 miliar), didukung oleh delapan kuartal berturut-turut pertumbuhan laba tahunan.
-
Capex Update: Belanja modal sepanjang 2025 tercatat sebesar USD 40,9 miliar, berada dalam kisaran panduan manajemen sebesar USD 40–42 miliar.
Strategic Drivers
-
AI Dominance: High-performance computing tetap menjadi mesin utama bisnis. Chip canggih berukuran 7 nm atau lebih kecil kini menyumbang 77% dari pendapatan wafer.
-
US Investment Push: TSMC terus memperkuat kehadirannya di Amerika Serikat dengan total rencana investasi mencapai USD 165 miliar, yang terdiri dari komitmen awal USD 65 miliar dan tambahan USD 100 miliar yang diumumkan bersama Presiden Trump. Salah satu fasilitas di Arizona sudah beroperasi, dengan ekspansi lanjutan diharapkan sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan yang masih berjalan.
-
Market Outlook: Meskipun permintaan AI tetap solid, perusahaan menghadapi tantangan di sektor mobile. Analis memperkirakan pengiriman smartphone global akan turun 11,6% pada 2026 akibat keterbatasan pasokan memori.
TSM.US (D1)
Saham TSMC naik sekitar 2,5% pada perdagangan pra-pasar di Wall Street, meskipun indikator RSI harian berada dekat area overbought. Kenaikan ini menghapus penurunan dalam dua sesi terakhir yang dipicu oleh kehati-hatian menjelang laporan keuangan. Namun, pelaku pasar masih cenderung berhati-hati untuk mendorong harga saham menembus rekor tertinggi terbarunya.

Sumber: xStation5
Materi pemasaran ini bukan merupakan rekomendasi investasi atau saran strategi investasi. Informasi ini tidak menjamin kinerja atau hasil investasi di masa mendatang. Aktivitas trading melibatkan risiko kerugian finansial yang signifikan, termasuk kemungkinan kehilangan sebagian maupun seluruh modal yang diinvestasikan. Segala keputusan trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu.
US Open: Payrolls Kuat, Rate Cut Tertunda?
Daily summary: Data Lemah AS Tekan Wall Street, Logam Turun Lagi
Datadog Cetak Rekor Q4, Prospek 2026 Solid
US Open: Wall Street Naik Meski Data Lemah