Waktu membaca 10 Menit

Anthropic IPO: Kapan Anthropic Go Public dan Cara Investasi

Anthropic IPO menjadi perhatian setelah perusahaan berkembang menjadi salah satu pemain utama AI melalui ekosistem Claude. Hingga September 2026, Anthropic masih berstatus perusahaan privat dan sahamnya belum dapat dibeli investor ritel melalui broker biasa. Panduan ini membahas potensi jadwal IPO, valuasi, cara memperoleh eksposur, serta risiko yang perlu diperhatikan investor.

Anthropic IPO menjadi perhatian setelah perusahaan berkembang menjadi salah satu pemain utama AI melalui ekosistem Claude. Hingga September 2026, Anthropic masih berstatus perusahaan privat dan sahamnya belum dapat dibeli investor ritel melalui broker biasa. Panduan ini membahas potensi jadwal IPO, valuasi, cara memperoleh eksposur, serta risiko yang perlu diperhatikan investor.

Sejak peluncuran ekosistem Claude pada Maret 2023, Anthropic berkembang menjadi salah satu perusahaan teknologi yang paling dikenal dan salah satu pesaing utama OpenAI. Hingga September 2026, Anthropic memiliki hampir 30 juta pengguna dan pengunjung individu serta lebih dari 300.000 pelanggan bisnis, tetapi masih berstatus sebagai perusahaan artificial intelligence privat yang berada pada tahap awal persiapan menuju penawaran saham perdana.

Sambil menunggu tanggal resmi Anthropic IPO, pelaku pasar dapat mempertimbangkan eksposur tidak langsung melalui mitra strategis yang sahamnya diperdagangkan di bursa, private secondary market, atau menunggu perusahaan resmi masuk ke pasar saham. Investor ritel baru dapat membeli saham Anthropic secara langsung melalui akun broker setelah perusahaan menyelesaikan Initial Public Offering atau IPO dan mulai diperdagangkan di bursa yang diakui. Memahami tahapan regulasi dan risiko struktural menjadi penting sebelum mengalokasikan modal ke perusahaan AI dengan profil tinggi seperti Anthropic.

Poin Penting

  • Akses langsung ke saham Anthropic baru tersedia setelah perusahaan menyelesaikan IPO dan sahamnya resmi tercatat di bursa.
  • Perusahaan belum mengonfirmasi tanggal IPO. Sejumlah laporan media menyebut kemungkinan akhir 2026 hingga awal 2027, tetapi belum ada jadwal resmi dari Anthropic.
  • Valuasi pasar privat perusahaan mencapai US$965 miliar per September 2026, sementara laporan WSJ pada Agustus menyebut Anthropic menargetkan valuasi sekitar US$2 triliun saat debut di pasar saham.
  • Amazon diperkirakan memiliki sekitar 19–21% saham Anthropic, senilai kurang lebih US$190 miliar, sedangkan Alphabet memiliki sekitar 14%, senilai kurang lebih US$130 miliar.
  • Keberhasilan Anthropic IPO dapat memberikan dampak pada kedua perusahaan tersebut, meskipun performa saham Amazon dan Alphabet tetap terutama ditentukan oleh bisnis inti masing-masing.

Apakah Anthropic Sudah Diperdagangkan di Bursa?

Belum. Anthropic tetap merupakan perusahaan privat sampai proses penawaran saham publik selesai dan sahamnya mulai diperdagangkan di bursa. Artinya, saham Anthropic saat ini belum tersedia melalui akun broker biasa. Status privat juga memberikan perusahaan ruang lebih besar untuk menentukan arah strategis tanpa tekanan langsung dari ekspektasi laporan laba kuartalan pasar publik.

Saat ini, struktur kepemilikan Anthropic terutama terdiri dari para pendiri, karyawan awal, investor venture capital, dan mitra korporasi strategis. Struktur ini menjelaskan mengapa investor yang mencari cara membeli saham Anthropic secara langsung di pasar terbuka belum dapat melakukannya. Perusahaan teknologi besar seperti Amazon dan Alphabet memiliki kepemilikan signifikan, masing-masing sekitar 19% dan 14%, meskipun perjanjian tersebut dapat mencakup batas kepemilikan tertentu terkait pertimbangan antitrust.

Perbedaan mendasar antara perusahaan privat dan perusahaan publik terletak pada kewajiban regulasi dan likuiditas pasar. Perusahaan privat tidak diwajibkan mempublikasikan laporan keuangan secara berkala kepada publik, tidak memiliki valuasi pasar harian yang objektif, dan menawarkan likuiditas yang sangat terbatas bagi pemegang sahamnya. Setelah tercatat di bursa, perusahaan harus memenuhi standar transparansi yang lebih ketat dari Securities and Exchange Commission atau SEC.

Tahukah Anda?
Pelaporan Perusahaan Privat vs. Publik
Perusahaan privat tidak memiliki kewajiban keterbukaan keuangan seketat perusahaan publik. Perusahaan publik harus menerbitkan laporan keuangan kuartalan melalui 10-Q dan laporan tahunan yang telah diaudit melalui 10-K agar dapat ditinjau seluruh pelaku pasar. Sebaliknya, perusahaan privat seperti Anthropic umumnya hanya membagikan informasi finansial detail kepada pemangku kepentingan internal dan investor privat yang terdaftar. Keterbatasan informasi publik ini membuat valuasi aktual dan tingkat penggunaan kas perusahaan lebih sulit dinilai oleh investor ritel.

Kapan Anthropic Akan Go Public?

Tanggal Anthropic IPO baru dapat diketahui setelah SEC menyelesaikan proses peninjauan dokumen dan prospektus resmi dipublikasikan. Perusahaan juga tetap memiliki opsi untuk menunda atau membatalkan penawaran. Karena itu, menentukan secara pasti kapan Anthropic akan go public bergantung pada proses regulasi dan kondisi makroekonomi yang dianggap mendukung.

Proses menuju pencatatan saham biasanya melalui tiga tahap utama. Pertama, perusahaan secara rahasia mengajukan draft registration statement S-1 kepada SEC untuk peninjauan awal. Kedua, perusahaan mempublikasikan prospektus S-1 final yang mengungkap kondisi keuangan, model pendapatan, dan berbagai faktor risiko operasional kepada pasar. Ketiga, manajemen melakukan roadshow untuk mengukur minat investor institusi dan mengamankan komitmen modal sebelum hari pertama perdagangan.

Pengajuan draft S-1 secara rahasia hanya memulai proses peninjauan SEC dan belum menentukan tanggal debut, jumlah saham, maupun harga penawaran. Investor yang ingin melihat sinyal lebih konkret dapat memperhatikan publikasi prospektus, penunjukan bank investasi sebagai lead underwriter, pengumuman ticker saham, serta preliminary price range.

Jadwal IPO juga dapat dipengaruhi kondisi pasar yang lebih luas, termasuk perkembangan OpenAI IPO, yang dapat menjadi salah satu benchmark valuasi bagi sektor generative AI. Karena itu, laporan media yang menyebut bulan tertentu sebaiknya tetap diperlakukan sebagai spekulasi sampai Anthropic menerbitkan dokumen regulasi resmi.

Estimasi Pasar AI US$30 Triliun Anthropic

Estimasi Anthropic mengenai total addressable market atau TAM di atas US$30 triliun menunjukkan seberapa luas perusahaan melihat potensi AI dalam mengubah knowledge work. Angka tersebut bahkan lebih tinggi dari TAM US$28,5 triliun yang disebut SpaceX sebagai “largest actionable TAM in human history”, dengan sebagian besar potensi tersebut berkaitan dengan AI.

Namun, bagi investor, faktor utamanya tetap eksekusi. Valuasi Anthropic di masa depan akan bergantung pada kemampuan perusahaan mengubah peluang teoritis tersebut menjadi revenue yang scalable, mempertahankan margin, dan membenarkan besarnya pengeluaran infrastruktur untuk bersaing dengan OpenAI dan Google.

  • Anthropic dilaporkan memperkirakan TAM lebih dari US$30 triliun, melampaui estimasi US$28,5 triliun milik SpaceX.
  • Perusahaan menargetkan revenue sekitar US$190–200 miliar pada 2028.
  • TAM yang besar memperkuat narasi pertumbuhan jangka panjang menjelang potensi Anthropic IPO.
  • Risiko utama tetap mencakup kebutuhan modal yang tinggi, kompetisi yang kuat, dan ketidakpastian seberapa cepat adopsi AI dapat berubah menjadi revenue berkelanjutan.

Berapa Valuasi Anthropic?

Valuasi Anthropic berasal dari putaran pendanaan privat terbaru dan mencapai US$965 miliar per September 2026. Angka ini merupakan estimasi nilai keseluruhan perusahaan dan berbeda dengan harga saham individual yang nantinya akan diperdagangkan ketika perusahaan go public.

Valuasi perusahaan meningkat pesat melalui putaran pendanaan Series F, Series G, dan Series H akibat masuknya modal institusional dalam jumlah besar. Pertumbuhan valuasi ini mengikuti revenue run-rate yang mencapai sekitar US$47 miliar secara annualised pada pertengahan Agustus 2026, dibandingkan revenue US$10 miliar sepanjang 2025, didorong oleh peningkatan penggunaan software perusahaan. Meski demikian, Anthropic belum mengungkapkan profitabilitas GAAP yang berkelanjutan karena biaya infrastruktur komputasi yang sangat tinggi masih menekan margin.

Valuasi post-money di pasar privat dapat berbeda secara signifikan dengan valuasi saat IPO karena kondisi ekonomi dan basis investor yang berbeda. Investor venture capital dapat menerima risiko likuiditas yang lebih tinggi, sedangkan pasar publik biasanya menuntut transparansi dan konsistensi performa kuartalan. Karena itu, memperkirakan harga saham Anthropic secara akurat belum memungkinkan tanpa data keuangan S-1 dan informasi order book institusional.

Contoh
Post-Money Valuation vs. Harga Saham
Valuasi perusahaan yang besar tidak otomatis berarti harga per saham juga tinggi. Jika sebuah perusahaan AI memiliki valuasi post-money sebesar US$20 miliar dan menerbitkan 1 miliar saham, harga teoritisnya adalah US$20 per saham. Jika perusahaan yang sama menerbitkan 10 miliar saham, harga teoritisnya menjadi US$2 per saham. Karena itu, valuasi bernilai miliaran dolar tidak otomatis membuat saham perusahaan debut pada harga ratusan dolar per lembar.

Bagaimana Cara Investasi di Anthropic?

Setelah Anthropic IPO selesai, investor ritel dapat membeli sahamnya secara langsung melalui akun broker standar. Sebelum debut, akses langsung terhadap saham Anthropic masih sangat terbatas dan umumnya hanya tersedia bagi investor yang memenuhi persyaratan tertentu. Cara memperoleh eksposur bergantung pada besarnya modal serta status regulasi perusahaan saat itu.

Setelah Debut di Bursa

Setelah saham resmi tercatat di bursa, investor dapat membeli saham Anthropic dengan memasukkan order melalui broker berizin. Membeli saham pada hari pertama perdagangan di pasar sekunder berbeda dengan memperoleh alokasi saham langsung saat IPO, yang biasanya lebih banyak diberikan kepada investor institusi oleh underwriter.

Investor ritel juga perlu memperhatikan volatilitas tinggi pada sesi awal perdagangan. Berakhirnya lock-up period setelah IPO dapat meningkatkan jumlah saham yang beredar dan menambah tekanan jual dari pemegang saham awal.

Sebelum Debut di Bursa

Membeli saham Anthropic sebelum IPO biasanya dilakukan melalui private secondary market, yaitu pasar tempat pemegang saham lama menjual sebagian kepemilikannya kepada investor lain. Transaksi seperti ini umumnya menggunakan platform private equity khusus dan mensyaratkan pembeli memenuhi kriteria accredited investor.

Berdasarkan SEC Regulation D Rule 501, accredited investor pada umumnya mencakup individu dengan kekayaan bersih lebih dari US$1 juta di luar tempat tinggal utama, atau pendapatan tahunan di atas US$200.000 secara individu atau US$300.000 bersama pasangan selama dua tahun terakhir. Beberapa sertifikasi profesional juga dapat memenuhi kriteria, tetapi definisinya berbeda menurut yurisdiksi. Minimum transaksi pada platform privat juga dapat melebihi US$100.000, sehingga menjadi hambatan besar bagi investor ritel.

Eksposur Tidak Langsung melalui Saham Publik

Investor yang tidak memiliki akses ke pasar privat dapat memperoleh eksposur tidak langsung melalui perusahaan publik yang menjadi mitra strategis Anthropic. Namun, porsi eksposurnya perlu dilihat secara proporsional karena performa perusahaan seperti Amazon atau Alphabet tetap terutama ditentukan oleh bisnis e-commerce, cloud, search, dan lini bisnis utama lainnya, bukan hanya investasi mereka di Anthropic.
Alternatif lain adalah ETF atau closed-end fund yang secara khusus memiliki eksposur ke perusahaan teknologi privat. Namun, instrumen tersebut dapat memiliki management fee serta diperdagangkan pada premium atau discount terhadap net asset value.

Perhatian
Risiko Private Secondary Market
Membeli saham perusahaan privat sebelum IPO memiliki risiko likuiditas dan counterparty yang tinggi. Transaksi private secondary market sering melibatkan pembelian hak saham dari mantan karyawan atau investor awal, tetapi perusahaan tetap dapat memiliki hak untuk menyetujui atau menolak transfer tersebut. Jika perusahaan menggunakan right of first refusal atau menolak transfer, transaksi dapat dibatalkan. Investor juga menghadapi struktur harga yang kurang transparan, likuiditas sangat rendah sampai perusahaan go public, serta lock-up period yang dapat membatasi penjualan saham bahkan setelah IPO.

Apa yang Perlu Dicek sebelum Berinvestasi di IPO Perusahaan AI?

Sebelum mengalokasikan modal ke IPO perusahaan AI, investor perlu memeriksa prospektus S-1 secara menyeluruh, terutama terkait profitabilitas, biaya infrastruktur, dan konsentrasi mitra strategis. Valuasi privat yang tinggi tidak menjamin harga saham akan stabil setelah debut di bursa.

Untuk menilai fundamental perusahaan AI, investor perlu melihat lebih jauh dari momentum industri dan berfokus pada keberlanjutan finansial. Beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Keberlanjutan revenue dan profitabilitas: Periksa sumber recurring revenue dan apakah perusahaan memiliki jalur yang realistis menuju profitabilitas GAAP di tengah biaya pengembangan model AI yang tinggi.
  • Beban biaya infrastruktur: Analisis biaya komputasi, chip, dan cloud karena pengeluaran ini dapat menekan operating margin perusahaan generative AI.
  • Konsentrasi mitra strategis: Periksa apakah perusahaan terlalu bergantung pada satu mitra untuk infrastruktur teknologi atau distribusi.
  • Struktur voting dan lock-up: Tinjau struktur dual-class voting dan periode lock-up untuk memahami kontrol pendiri serta potensi tekanan jual dari insider.

Asset allocation tetap penting karena perkembangan teknologi AI yang sangat cepat dapat mengubah posisi kompetitif sebuah model dalam waktu singkat. Pada akhirnya, valuasi IPO bergantung pada asumsi pertumbuhan masa depan dan kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.

Apa Risiko Terbesar Berinvestasi di Anthropic setelah IPO?

Anthropic dapat masuk ke pasar saham dengan salah satu cerita pertumbuhan terkuat di sektor teknologi, tetapi bisnis yang bagus tidak otomatis berarti sahamnya memiliki valuasi yang menarik. Salah satu risiko terbesar adalah valuasi. Jika Anthropic IPO sudah memperhitungkan pertumbuhan AI yang sangat tinggi selama bertahun-tahun, revenue yang kuat sekalipun mungkin belum cukup menghasilkan return yang menarik.

Estimasi TAM US$30 triliun juga perlu dipahami sebagai peluang pasar jangka panjang, bukan proyeksi revenue. Ekonomi frontier AI masih belum pasti karena training dan pengoperasian model canggih membutuhkan investasi infrastruktur sangat besar, sementara kompetisi dari OpenAI, Google, dan pemain lain dapat memberikan tekanan pada pricing.

  • Risiko valuasi: Valuasi IPO yang agresif dapat sudah mencerminkan pertumbuhan tinggi selama bertahun-tahun.
  • Risiko TAM: Pasar teoritis US$30 triliun tidak berarti Anthropic dapat mengambil porsi besar dari keseluruhan pasar tersebut.
  • Risiko profitabilitas: Biaya cloud, chip, dan data center dapat membuat free cash flow lebih rendah dibandingkan pertumbuhan revenue yang terlihat.
  • Risiko kompetisi: Kepemimpinan teknologi AI dapat berubah dengan cepat dan memengaruhi pricing power maupun market share Claude.
  • Kebutuhan modal: Pengembangan model lanjutan dapat membutuhkan penerbitan saham baru atau utang setelah IPO.
  • Volatilitas pasca-IPO: Limited float, berakhirnya lock-up, dan penjualan investor awal dapat memperbesar pergerakan harga.
  • Risiko eksekusi: Valuasi Anthropic akan sangat bergantung pada kemampuan mengubah adopsi AI menjadi recurring revenue, margin yang lebih baik, dan profitabilitas yang berkelanjutan.
Infografik XTB yang menunjukkan lima risiko investasi Anthropic, yaitu eksekusi, profitabilitas, kompetisi, kebutuhan modal, dan valuasi.
 

 

Dapatkan Reward hingga $25

Ada reward khusus pengguna baru saat buka rekening, deposit & transaksi di XTB!

Ambil rewardnya!

FAQ

Belum. Anthropic masih merupakan perusahaan privat sehingga investor ritel belum dapat membeli sahamnya melalui broker biasa. Akses langsung baru tersedia setelah perusahaan menyelesaikan IPO dan mulai diperdagangkan di bursa. Hingga saat ini, belum ada tanggal Anthropic IPO yang mengikat.

Anthropic berpotensi go public pada akhir 2026 atau awal 2027, tetapi waktunya masih belum pasti. Perusahaan masih perlu menyelesaikan proses regulasi, mempublikasikan prospektus, dan menentukan apakah kondisi pasar cukup mendukung. Sinyal penting yang perlu diperhatikan adalah publikasi S-1 final, penunjukan lead underwriter, pengumuman bursa, dan preliminary price range.

Bagi sebagian besar investor ritel, membeli saham Anthropic sebelum IPO cukup sulit. Akses biasanya hanya tersedia melalui private secondary market, platform khusus, atau kendaraan investasi yang dapat mensyaratkan status accredited investor dan minimum investasi besar. Transaksi tersebut juga memiliki risiko likuiditas dan transparansi harga yang lebih tinggi dibandingkan saham publik.

Salah satu caranya adalah melalui saham perusahaan publik yang memiliki kepemilikan signifikan di Anthropic, seperti Amazon dan Alphabet. Namun, membeli kedua saham tersebut tidak sama dengan memiliki saham Anthropic secara langsung karena bisnis inti mereka jauh lebih besar. Alternatif lain dapat berupa private-market fund atau SPV jika tersedia, atau menunggu Anthropic IPO selesai.

Menurut sumber artikel, valuasi Anthropic di pasar privat mencapai sekitar US$965 miliar per September 2026. Angka tersebut berasal dari pendanaan privat dan bukan market capitalization yang berubah setiap hari. Valuasi saat IPO nantinya dapat berbeda secara signifikan setelah informasi keuangan lebih lengkap tersedia bagi investor publik.

Harga saham Anthropic belum dapat diperkirakan secara andal sebelum perusahaan mengungkap jumlah saham, struktur modal, dan preliminary offering range. Valuasi perusahaan tidak langsung menentukan harga satu saham. Jumlah saham beredar dapat menghasilkan harga per saham yang sangat berbeda meskipun valuasi keseluruhan perusahaan sama.

Anthropic dilaporkan memperkirakan TAM lebih dari US$30 triliun karena melihat penggunaan AI jauh melampaui chatbot dan mencakup berbagai aktivitas knowledge work. Angka tersebut merupakan estimasi peluang pasar teoritis, bukan proyeksi revenue. Nilai investasinya tetap bergantung pada seberapa besar pasar tersebut yang benar-benar dapat dimonetisasi Anthropic.

Anthropic dilaporkan menargetkan revenue tahunan sekitar US$190–200 miliar pada 2028. Target ini dapat menjadi salah satu faktor utama dalam pembahasan valuasi saat IPO. Namun, investor juga perlu memperhatikan margin, cash burn, dan kebutuhan belanja infrastruktur karena revenue tinggi tidak otomatis menghasilkan profitabilitas.

Kepemilikan Anthropic mencakup pendiri, karyawan, venture investor, dan sejumlah perusahaan teknologi besar. Amazon diperkirakan memiliki sekitar 19–21%, sementara Alphabet sekitar 14%. Keduanya berpotensi memperoleh manfaat dari pertumbuhan Anthropic, tetapi kinerja saham masing-masing tetap terutama dipengaruhi oleh bisnis inti mereka.

Risiko utamanya berasal dari tingginya biaya infrastruktur, kompetisi dengan OpenAI dan Google, serta ketidakpastian mengenai profitabilitas jangka panjang. Pengembangan frontier AI membutuhkan modal yang sangat besar dan posisi teknologi dapat berubah dengan cepat. Dokumen publik Anthropic nantinya akan menjadi sumber utama untuk menilai apakah pertumbuhannya sebanding dengan risiko tersebut

Investor sebaiknya memperhatikan komposisi revenue, gross margin, operating loss, cash flow, komitmen infrastruktur, dan konsentrasi pelanggan. Struktur governance juga penting, termasuk voting rights, kepemilikan insider, dan lock-up period. Data tersebut akan membantu menilai apakah valuasi Anthropic IPO sesuai dengan fundamental perusahaan.

Masih terlalu dini untuk menilai karena Anthropic belum mempublikasikan informasi finansial lengkap seperti perusahaan publik. Peluang pertumbuhannya besar, tetapi kebutuhan modal dan risiko kompetisinya juga tinggi. Faktor penting nantinya adalah apakah valuasi IPO memberikan potensi upside yang seimbang dengan prospek pertumbuhan, profitabilitas, dan cash flow perusahaan.

Eryk Szmyd

Financial Market Analyst

Eryk Szmyd telah bekerja sebagai analis pasar keuangan di XTB sejak 2021. Dalam aktivitas sehari-harinya, ia menyusun analisis dan materi edukasi yang mencakup Wall Street, saham global, komoditas, cryptocurrencies, dan sektor teknologi. Keahliannya berfokus pada analisis pengaruh data makroekonomi, kinerja keuangan perusahaan, dan kebijakan bank sentral terhadap nilai suatu aset. Dalam prosesnya, ia menggunakan analisis fundamental, model valuasi, kajian makroekonomi, serta data Commitment of Traders (COT). Ia mengevaluasi apakah pergerakan harga yang signifikan didukung oleh faktor fundamental, sekaligus menganalisis aset yang berada dalam kondisi sangat oversold atau overbought dengan pendekatan kontrarian. Eryk merupakan penulis berbagai analisis pasar dan artikel edukasi mengenai investasi serta pasar keuangan. Di luar pekerjaannya, ia memiliki ketertarikan pada krisis ekonomi, siklus bisnis, sastra, dan olahraga.

Lihat Profil
12 menit

Cara Beli Saham Apple, Tesla, dan Amazon dengan Mudah

8 menit

6 Kesalahan Umum Pemula Saat Pertama Kali Membeli Saham AS

11 menit

ETF vs Saham: Mana yang Lebih Baik untuk Investor?

Materi pemasaran ini bukan merupakan rekomendasi investasi atau saran strategi investasi. Informasi ini tidak menjamin kinerja atau hasil investasi di masa mendatang. Aktivitas trading melibatkan risiko kerugian finansial yang signifikan, termasuk kemungkinan kehilangan sebagian maupun seluruh modal yang diinvestasikan. Segala keputusan trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.