Investor saham biasanya menilai potensi pertumbuhan perusahaan. Namun, di balik itu ada variasi jenis saham yang menawarkan hak berbeda, mulai dari hak suara hingga prioritas dividen. Artikel ini membahas 4 jenis saham yang paling umum pada perusahaan publik agar kamu bisa memahami perbedaannya sebelum memilih.
Investor saham biasanya menilai potensi pertumbuhan perusahaan. Namun, di balik itu ada variasi jenis saham yang menawarkan hak berbeda, mulai dari hak suara hingga prioritas dividen. Artikel ini membahas 4 jenis saham yang paling umum pada perusahaan publik agar kamu bisa memahami perbedaannya sebelum memilih.
Dunia investasi saham terus bergerak dinamis. Memahami berbagai jenis saham dapat membantu kamu mengoptimalkan potensi portofolio secara lebih strategis. Bayangkan portofolio seperti sebuah toolbox yang berisi berbagai instrumen, masing-masing dirancang untuk tujuan dan strategi keuangan yang berbeda. Mulai dari saham biasa yang memberi hak suara dan kepemilikan perusahaan, saham preferen yang menawarkan pendapatan dividen lebih stabil, saham konversi dengan fleksibilitas pertumbuhan, hingga saham yang dapat ditebus (redeemable shares) yang menyediakan kepastian likuiditas. Setiap jenis saham memiliki peran unik dalam strategi investasi. Pelajari panduan ini dan temukan bagaimana memahami empat jenis saham utama dapat membantu meningkatkan kualitas keputusan investasimu dan membuka jalan menuju tujuan finansial jangka panjang.
Poin penting
-
Saham biasa (common shares): Mewakili kepemilikan perusahaan, biasanya memberi hak suara dan potensi dividen.
-
Saham preferen (preferred shares): Umumnya memberi dividen tetap dan prioritas klaim aset dibanding saham biasa, tetapi biasanya tanpa hak suara.
-
Saham konversi (convertible shares): Dapat dikonversi menjadi sejumlah saham biasa sesuai ketentuan yang ditetapkan.
-
Saham yang dapat ditebus (redeemable shares): Dapat dibeli kembali oleh perusahaan pada waktu dan harga tertentu, sehingga memberi opsi likuiditas.
Penjelasan 4 jenis saham
Saham adalah satuan kepemilikan pada sebuah perusahaan. Dengan memiliki saham, investor memiliki klaim atas sebagian aset dan kinerja perusahaan. Namun, tidak semua saham memberi hak dan karakteristik yang sama. Berikut empat jenis saham yang paling umum ditemui beserta cirinya.
1. Saham biasa (Common Shares)
Saham biasa adalah jenis saham yang paling sering dibeli investor. Saham ini merepresentasikan kepemilikan perusahaan dan biasanya disertai hak suara, umumnya satu suara per saham, sehingga pemegang saham dapat ikut menentukan keputusan besar perusahaan.
-
Hak suara: Pemegang saham dapat ikut memilih dewan direksi dan voting keputusan korporasi tertentu
-
Dividen: Bisa menerima dividen, namun tidak dijamin dan bergantung pada kinerja serta kebijakan perusahaan
-
Potensi kenaikan harga: Jika perusahaan tumbuh, harga saham bisa naik dan memberi capital gain
Contoh: Apple Inc. (AAPL.US)
-
Kepemilikan: Membeli saham biasa Apple berarti menjadi salah satu pemilik perusahaan
-
Hak suara: Pemegang saham dapat memberikan suara pada rapat umum pemegang saham
-
Dividen dan pertumbuhan: Apple membayar dividen kuartalan dan punya potensi pertumbuhan seiring inovasi bisnis
2. Saham preferen (Preferred Shares)
Saham preferen umumnya tidak memberi hak suara, tetapi punya prioritas lebih tinggi atas dividen dan klaim aset dibanding saham biasa. Karena itu, saham preferen sering dipandang sebagai instrumen yang lebih fokus pada pendapatan.
-
Dividen tetap: Dibayar pada tingkat tertentu dan biasanya didahulukan sebelum dividen saham biasa
-
Prioritas saat likuidasi: Jika perusahaan dilikuidasi, pemegang saham preferen dibayar sebelum pemegang saham biasa
-
Fitur konversi (opsional): Sebagian saham preferen memiliki opsi konversi ke saham biasa
Contoh: Saham preferen Bank of America (BAC.US)
-
Dividen tetap: Memberi aliran dividen yang lebih stabil
-
Prioritas likuidasi: Klaim didahulukan dibanding saham biasa
-
Tanpa hak suara: Umumnya tidak ikut voting keputusan perusahaan
Contoh: Saham preferen Coca-Cola (KO.US)
-
Pendapatan stabil: Dividen lebih terprediksi, menarik bagi investor income
-
Klaim aset lebih tinggi: Memberi lapisan perlindungan dibanding saham biasa
-
Upside lebih terbatas: Biasanya potensi kenaikan harga tidak sebesar saham biasa
3. Saham konversi (Convertible Shares)
Saham konversi adalah saham yang dapat diubah menjadi sejumlah saham biasa berdasarkan syarat yang sudah ditentukan, biasanya pada periode tertentu atau sesuai ketentuan emiten.
-
Fleksibilitas: Jika harga saham biasa naik, pemegang saham konversi bisa memanfaatkan potensi kenaikan tersebut melalui konversi
-
Pendapatan awal: Sering dikaitkan dengan komponen pendapatan (misalnya kupon/imbal hasil seperti obligasi konversi)
-
Rasio konversi: Jumlah saham biasa yang diterima saat konversi sudah ditetapkan sejak awal
Contoh: Tesla Convertible Bonds (TSLA.US)
-
Fleksibilitas: Pemegang instrumen konversi dapat mengubahnya menjadi saham Tesla saat syarat terpenuhi
-
Pendapatan awal: Instrumen konversi dapat memberi imbal hasil awal seperti obligasi
-
Potensi pertumbuhan: Jika saham Tesla naik tajam, konversi bisa menghasilkan keuntungan yang signifikan
Contoh: Intel Convertible Preferred Shares (INTC.US)
-
Fitur konversi: Dapat dikonversi menjadi saham biasa
-
Gabungan income dan growth: Dividen tetap hingga konversi, lalu berpeluang naik mengikuti saham biasa
-
Fleksibilitas strategi: Investor bisa memilih waktu konversi berdasarkan kondisi pasar
4. Saham yang dapat ditebus (Redeemable Shares)
Saham redeemable adalah saham yang dapat dibeli kembali oleh perusahaan penerbit pada tanggal dan harga yang sudah ditentukan saat penerbitan. Mekanisme ini memberi kepastian jalur keluar (exit) bagi investor.
Ciri utama:
-
Opsi buyback oleh emiten: Perusahaan dapat melakukan pembelian kembali sesuai ketentuan
-
Imbal hasil tetap: Sering dikaitkan dengan dividen tetap atau tingkat pengembalian tertentu sampai penebusan
-
Syarat jelas: Harga dan jadwal penebusan ditentukan sejak awal penerbitan
Contoh: Royal Dutch Shell (SHELL.NL)
-
Buyback terjadwal: Perusahaan dapat menebus saham pada harga/tanggal tertentu
-
Imbal hasil tetap: Investor menerima dividen sampai penebusan
-
Likuiditas: Tersedia strategi keluar yang lebih terstruktur
Contoh: Procter & Gamble Redeemable Shares (PG.US)
-
Pengembalian lebih terprediksi: Cocok bagi investor yang mencari stabilitas
-
Syarat penebusan jelas: Memberi rasa aman dari sisi struktur
-
Manajemen risiko: Komitmen penebusan bisa membantu mengurangi ketidakpastian exit
Memilih Jenis Saham yang Tepat
Pemilihan jenis saham sebaiknya disesuaikan dengan tujuan investasi dan toleransi risiko masing-masing investor:
-
Investor berorientasi pertumbuhan (growth): Saham biasa dari perusahaan inovatif seperti Apple atau Tesla menawarkan potensi kenaikan harga (capital appreciation) dalam jangka panjang.
-
Investor pencari pendapatan (income): Saham preferen dari institusi mapan seperti Bank of America atau Coca-Cola cenderung memberikan dividen tetap yang lebih stabil.
-
Investor fleksibel: Saham konversi, seperti obligasi konversi Tesla atau saham preferen konversi Intel, menggabungkan pendapatan tetap dengan peluang pertumbuhan.
-
Investor konservatif: Saham yang dapat ditebus (redeemable shares), seperti milik Royal Dutch Shell atau Procter & Gamble, menawarkan imbal hasil tetap serta opsi buyback sebagai jalur keluar yang jelas.
Ringkasan
Berinvestasi di pasar saham membuka banyak peluang, dan memahami empat jenis saham utama dapat membantu kamu membangun portofolio yang lebih seimbang. Saham biasa memberi kepemilikan dan hak suara, dengan potensi pertumbuhan dan dividen. Saham preferen menawarkan dividen tetap dan prioritas klaim aset, cocok untuk stabilitas pendapatan. Saham konversi menggabungkan pendapatan tetap dengan fleksibilitas untuk beralih ke saham biasa. Saham redeemable menyediakan kepastian imbal hasil dan opsi likuiditas melalui buyback. Dengan memahami karakteristik masing-masing, kamu bisa menyesuaikan strategi investasi dengan tujuan keuangan dan profil risiko, sekaligus mengelola potensi imbal hasil dan risiko secara lebih terukur.
Materi pemasaran ini bukan merupakan rekomendasi investasi atau saran strategi investasi. Informasi ini tidak menjamin kinerja atau hasil investasi di masa mendatang. Aktivitas trading melibatkan risiko kerugian finansial yang signifikan, termasuk kemungkinan kehilangan sebagian maupun seluruh modal yang diinvestasikan. Segala keputusan trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu.
FAQ
Saham biasa merepresentasikan kepemilikan perusahaan dan umumnya memberikan hak suara. Saham ini menawarkan potensi kenaikan harga dan dividen, meski dividen tidak dijamin.
Saham preferen biasanya tidak memiliki hak suara, tetapi memberikan dividen tetap dan prioritas klaim aset dibanding saham biasa.
Saham konversi dapat diubah menjadi sejumlah saham biasa sesuai ketentuan. Investor mendapat fleksibilitas untuk menikmati potensi kenaikan harga saham biasa, dengan pendapatan tetap di awal.
Saham redeemable adalah saham yang dapat dibeli kembali oleh perusahaan pada harga dan waktu tertentu, memberikan opsi likuiditas bagi investor.
Saham biasa umumnya memiliki hak suara, sedangkan saham preferen biasanya tidak, tetapi menawarkan dividen tetap dan prioritas klaim aset.
Dalam likuidasi, pemegang saham preferen dibayar lebih dulu dibanding pemegang saham biasa, sehingga risikonya relatif lebih rendah.
Sebagian saham preferen memiliki fitur konversi ke saham biasa, yang memberi peluang capital gain jika harga saham biasa naik.
Saham redeemable menawarkan imbal hasil tetap dan jalur keluar yang jelas melalui buyback oleh perusahaan.
Dividen tidak dijamin untuk saham biasa. Saham preferen umumnya memberikan dividen tetap yang lebih dapat diprediksi.
Investor perlu mempertimbangkan tujuan investasi, kebutuhan pendapatan, dan toleransi risiko. Mengkombinasikan beberapa jenis saham juga dapat membantu diversifikasi risiko portofolio.