Waktu membaca 7 Menit

Berapa Dana Pensiun Ideal? Ini Cara Mencapai Targetnya

Dana pensiun yang dibutuhkan bergantung pada pengeluaran tahunan, usia saat pensiun, gaya hidup, dan perkiraan masa pensiun. Sebagai acuan awal, Anda dapat menargetkan sekitar 25 kali pengeluaran tahunan atau sekitar 10 kali pendapatan tahunan menjelang usia pensiun, kemudian menyesuaikannya dengan sumber pendapatan tetap dan kebutuhan pribadi.

Dana pensiun yang dibutuhkan bergantung pada pengeluaran tahunan, usia saat pensiun, gaya hidup, dan perkiraan masa pensiun. Sebagai acuan awal, Anda dapat menargetkan sekitar 25 kali pengeluaran tahunan atau sekitar 10 kali pendapatan tahunan menjelang usia pensiun, kemudian menyesuaikannya dengan sumber pendapatan tetap dan kebutuhan pribadi.

Sebagian besar investor membutuhkan pendapatan pensiun tahunan sekitar Rp600 juta hingga Rp1,5 miliar untuk mempertahankan standar hidup mereka saat ini. Salah satu acuan yang umum digunakan adalah mengumpulkan dana pensiun sebesar 25 kali pengeluaran tahunan, sejalan dengan aturan penarikan 4%. Namun, kebutuhan dana pensiun setiap orang dapat berbeda secara signifikan tergantung pada gaya hidup, kondisi kesehatan, serta usia ketika memutuskan untuk berhenti bekerja. Gunakan prinsip-prinsip berikut untuk memperkirakan target yang sesuai dan menyusun strategi Anda.

Sebelum membuat strategi yang disesuaikan dengan kebutuhan pribadi, pertimbangkan beberapa aturan dasar berikut sebagai acuan awal:

Poin Penting

  • Aturan praktis paling sederhana adalah menyiapkan dana pensiun sekitar 25 kali pengeluaran tahunan, atau sekitar 10 kali pendapatan tahunan saat memasuki usia pensiun.
  • Anda dapat menghitung kebutuhan sendiri dengan memperkirakan pengeluaran tahunan, mengurangi pendapatan tetap, lalu mengalikan kekurangannya dengan 25.
  • Tiga faktor utama yang memengaruhi jumlah tabungan yang dibutuhkan adalah usia pensiun, gaya hidup yang diinginkan, dan perkiraan usia harapan hidup.

Berapa Dana Pensiun yang Dibutuhkan?

Bagi sebagian besar investor, target umum adalah menyiapkan dana pensiun sekitar 25 kali pengeluaran tahunan saat pensiun, atau sebagai alternatif sekitar 10 kali pendapatan tahunan pada usia 67 tahun. Untuk menentukan berapa dana pensiun yang dibutuhkan, perhitungan biasanya dimulai dari acuan umum tersebut.

Banyak orang menargetkan portofolio pensiun yang setara dengan sekitar Rp8 miliar hingga Rp24 miliar. Dua metode yang paling umum digunakan sebagai acuan adalah kelipatan gaji dan aturan 25 kali pengeluaran. Acuan lain yang dapat digunakan adalah jumlah pendapatan tahunan yang dianggap cukup untuk menjalani masa pensiun dengan nyaman:

  • Pensiun sederhana mungkin membutuhkan sekitar Rp640 juta per tahun.
  • Pensiun nyaman sekitar Rp960 juta–Rp1,12 miliar per tahun.
  • Pensiun dengan gaya hidup tinggi sekitar Rp1,6 miliar atau lebih per tahun.

Tentu saja, angka tersebut sangat bergantung pada gaya hidup, lokasi tempat tinggal, dan kebutuhan rumah tangga. Selain itu, karena inflasi global dapat terus meningkatkan biaya hidup, jumlah yang dibutuhkan bisa berubah secara signifikan dalam 10, 20, atau 30 tahun mendatang.

  • Usia 30 tahun: Targetkan dana pensiun sekitar 1 kali pendapatan tahunan.
  • Usia 40 tahun: Targetkan sekitar 3 kali pendapatan tahunan.
  • Usia 50 tahun: Targetkan sekitar 6 kali pendapatan tahunan.
  • Usia 60 tahun: Targetkan sekitar 8 kali pendapatan tahunan.
  • Usia 67 tahun: Targetkan sekitar 10 kali pendapatan tahunan saat memasuki masa pensiun.

Target tersebut mengasumsikan masa pensiun dimulai sekitar usia 67 tahun, dengan kebiasaan menabung yang konsisten, investasi jangka panjang, serta dukungan dari tabungan dan manfaat pensiun pemerintah. Angka tersebut tidak berlaku sama untuk semua orang. Jumlah yang tepat tetap bergantung pada usia pensiun, imbal hasil investasi, inflasi, usia harapan hidup, pengeluaran, dana pensiun lain, pajak, dan aset yang dimiliki.

Seseorang yang pensiun pada usia 55 tahun mungkin membutuhkan dana jauh lebih besar daripada 10 kali pendapatan tahunan. Sebaliknya, seseorang yang pensiun pada usia 70 tahun dan memiliki sumber pensiun tetap yang kuat mungkin membutuhkan jumlah lebih kecil.

Tahukah Anda?

Aturan 4% berasal dari Trinity Study, penelitian terkenal yang menguji tingkat penarikan dana yang relatif aman selama masa pensiun 30 tahun. Aturan ini dapat menjadi penyederhanaan yang berguna untuk perencanaan, tetapi volatilitas pasar dan kondisi pribadi dapat membuat tingkat penarikan perlu disesuaikan dari waktu ke waktu.

Aturan Praktis Mana yang Sebaiknya Digunakan?

Gunakan Kelipatan Gaji jika Anda membutuhkan cara cepat untuk memantau perkembangan dana berdasarkan pendapatan. Gunakan Aturan 25x jika Anda sudah dapat memperkirakan pengeluaran saat pensiun. Gunakan Penggantian Pendapatan jika yang Anda ketahui baru sebatas pendapatan saat ini.

Saat menghitung berapa dana pensiun yang dibutuhkan, penting untuk memahami cara kerja berbagai pendekatan praktis yang paling umum digunakan.

Investor pada umumnya menggunakan tiga pendekatan utama sebagai titik awal. Metode Kelipatan Gaji memudahkan pemantauan perkembangan dengan menghitung tabungan sebagai kelipatan dari pendapatan saat ini, tetapi metode ini tidak memperhitungkan pola pengeluaran sebenarnya.

Sebaliknya, Aturan 25x lebih berfokus pada pengeluaran dan mengasumsikan bahwa portofolio dapat mendukung tingkat penarikan sekitar 4% per tahun yang disesuaikan dengan inflasi. Pendekatan ini dapat menghadapi tekanan jika pasar mengalami penurunan besar segera setelah masa pensiun dimulai. Sementara itu, metode Penggantian Pendapatan mengasumsikan Anda membutuhkan sekitar 55% hingga 80% dari pendapatan sebelum pensiun, berdasarkan riset JPMorgan dan Fidelity Investments.

Infografis XTB yang membandingkan tiga aturan praktis untuk menghitung dana pensiun, yaitu kelipatan gaji, penggantian pendapatan, dan aturan 25x.
 

Bagaimana Cara Menghitung Target Dana Pensiun Sendiri?

Anda dapat menghitung target dana pensiun pribadi melalui beberapa langkah sederhana: memperkirakan pengeluaran tahunan, mengurangi pendapatan tetap, kemudian mengalikan kekurangan dana tersebut dengan 25. Membuat perhitungan yang disesuaikan dengan kondisi pribadi biasanya memberikan gambaran yang jauh lebih jelas daripada hanya mengandalkan aturan umum.

  1. Perkirakan pengeluaran tahunan saat pensiun: Sebagai titik awal, Anda dapat menggunakan asumsi bahwa pengeluaran saat pensiun sekitar 70% dari pengeluaran saat ini.
  2. Kurangi dengan pendapatan tetap: Kurangi kebutuhan tersebut dengan sumber pendapatan yang relatif pasti, seperti manfaat pensiun atau pendapatan sewa yang sudah berjalan.
  3. Hitung kekurangan dana tahunan: Tentukan berapa jumlah bersih yang masih perlu ditanggung oleh portofolio investasi setiap tahun.
  4. Kalikan kekurangannya: Kalikan kebutuhan yang tersisa dengan 25, atau bagi dengan 0,04. Hasilnya memberikan estimasi nilai portofolio yang perlu dikumpulkan.

Contoh: Apakah Dana Rp16 Miliar Cukup untuk Pensiun?

Jika seorang investor memiliki portofolio sekitar Rp16 miliar, tingkat penarikan 4% memungkinkan penarikan sekitar Rp640 juta pada tahun pertama. Secara historis, tingkat penarikan tersebut sering digunakan sebagai acuan untuk menopang pendapatan pensiun selama sekitar 30 tahun, meskipun imbal hasil pasar di masa depan tidak dapat dijamin.

Namun, inflasi akan mengurangi daya beli dari waktu ke waktu. Artinya, Rp16 miliar saat ini tidak akan memiliki nilai riil yang sama 30 tahun mendatang.

Perkirakan Portofolio Berdasarkan Pendapatan Pensiun yang Diinginkan

Cara lain untuk memperkirakan target dana pensiun adalah dengan menentukan terlebih dahulu pendapatan tahunan yang ingin Anda peroleh selama masa pensiun. Dengan menggunakan aturan 4%, Anda dapat memperkirakan portofolio yang dibutuhkan dengan mengalikan target pendapatan tahunan tersebut dengan 25.

  • Jika Anda menginginkan pendapatan pensiun sekitar Rp800 juta per tahun, estimasi portofolio yang dibutuhkan sekitar Rp20 miliar.
  • Jika target pendapatan sekitar Rp1,2 miliar per tahun, estimasi portofolionya sekitar Rp30 miliar.
  • Jika target pendapatan sekitar Rp1,6 miliar per tahun, estimasi portofolionya sekitar Rp40 miliar.
  • Jika target pendapatan sekitar Rp2,4 miliar per tahun, estimasi portofolionya sekitar Rp60 miliar.
  • Jika target pendapatan sekitar Rp3,2 miliar per tahun, estimasi portofolionya sekitar Rp80 miliar.

Metode ini berguna bagi orang yang sudah memiliki target pendapatan pensiun yang jelas. Namun, aturan 4% merupakan panduan umum untuk perencanaan, bukan jaminan. Jumlah dana pensiun yang sebenarnya dibutuhkan dapat berbeda tergantung pada perkiraan imbal hasil investasi, pajak, inflasi, usia harapan hidup, dan strategi penarikan dana.

Apa yang Memengaruhi Besarnya Dana Pensiun yang Dibutuhkan?

Orang yang sama bisa membutuhkan nilai portofolio yang sangat berbeda tergantung pada usia pensiun, gaya hidup yang diinginkan, dan berapa lama masa pensiunnya berlangsung. Memahami berapa dana pensiun yang dibutuhkan berarti mempertimbangkan berbagai faktor yang secara langsung memengaruhi penggunaan modal selama masa pensiun.

Jangka waktu menjadi faktor yang sangat penting. Semakin dini Anda berhenti bekerja, semakin lama portofolio harus membiayai kebutuhan hidup. Selain itu, lokasi tempat tinggal juga menentukan besarnya biaya hidup dasar yang perlu dipersiapkan.

Jika modal ditempatkan pada instrumen pertumbuhan jangka panjang, misalnya ETF yang memberikan eksposur ke indeks pasar, imbal hasil yang lebih tinggi dari perkiraan dapat mempercepat waktu yang dibutuhkan untuk mencapai target pensiun dini.

Dampak Inflasi

Daya beli riil dapat turun secara signifikan dari waktu ke waktu akibat inflasi. Barang yang harganya Rp1 juta hari ini, misalnya, dapat berharga sekitar Rp1,48 juta dalam 10 tahun jika tingkat inflasi rata-rata mencapai 4% per tahun.

Karena daya beli target dana Anda berkurang seiring waktu, portofolio perlu tetap diinvestasikan dan bertumbuh agar berpotensi mengimbangi kenaikan biaya hidup.

Perhatian

Biaya kesehatan sering kali diremehkan dalam perencanaan dana pensiun.

Menurut Fidelity's 2025 Retiree Health Care Cost Estimate, pasangan berusia 65 tahun yang pensiun di Amerika Serikat dapat membutuhkan sekitar US$330.000–US$350.000 sepanjang masa pensiun untuk membayar biaya kesehatan, termasuk premi Medicare, deductible, copayment, dan biaya lain yang harus ditanggung sendiri.

Di Eropa, bebannya secara umum lebih rendah karena banyak negara memiliki sistem kesehatan yang didanai pemerintah, meskipun besarannya sangat berbeda antarnegara. Pasangan pensiunan di Eropa Barat dapat menghadapi biaya kesehatan pribadi sepanjang masa pensiun sekitar US$50.000–US$150.000, tergantung negara tempat tinggal, kondisi kesehatan, perlindungan asuransi, dan usia harapan hidup. Kebutuhan perawatan jangka panjang dapat meningkatkan angka tersebut secara signifikan di kedua kawasan.

Berapa Dana Pensiun yang Dibutuhkan untuk Pensiun di Usia 50, 60, atau 65 Tahun?

Semakin dini seseorang memasuki masa pensiun, semakin besar modal yang biasanya dibutuhkan karena uang tersebut harus mampu membiayai kehidupan selama periode yang lebih panjang. Target dana pensiun akan meningkat jika Anda berencana pensiun pada usia 55 atau 60 tahun dibandingkan usia 67 tahun.

Strategi pensiun dini seperti gerakan FIRE atau Financial Independence, Retire Early sering kali mengharuskan investor mengumpulkan sekitar 30 hingga 40 kali pengeluaran tahunan. Besarnya tergantung pada tingkat penarikan dana, perkiraan imbal hasil investasi, dan lamanya masa pensiun.

Pendekatan yang terencana terhadap keuangan pribadi dan masa depan finansial merupakan bagian penting dari filosofi FIRE.

Tabel XTB yang menunjukkan usia pensiun, perkiraan lamanya masa pensiun, dan kelipatan pengeluaran tahunan yang dibutuhkan sebagai target portofolio pensiun.
 

Mencapai target dana pensiun yang besar membutuhkan pendekatan yang disiplin dan berorientasi jangka panjang. Salah satu caranya adalah memanfaatkan potensi bunga majemuk (compound interest) dan membangun kebiasaan berinvestasi secara konsisten dari waktu ke waktu

Dapatkan Reward hingga $25

Ada reward khusus pengguna baru saat buka rekening, deposit & transaksi di XTB!

Ambil rewardnya!

FAQ

Tidak ada satu angka dana pensiun yang berlaku untuk semua orang karena jumlah yang dibutuhkan bergantung pada pengeluaran tahunan, usia pensiun, usia harapan hidup, inflasi, biaya kesehatan, pajak, dan hasil investasi. Banyak perencana keuangan menggunakan aturan 25x sebagai titik awal. Artinya, seseorang yang memperkirakan pengeluaran sekitar Rp600 juta per tahun saat pensiun dapat menargetkan aset investasi sekitar Rp15 miliar.

Aturan 25x menyarankan agar Anda mengumpulkan portofolio senilai sekitar 25 kali perkiraan pengeluaran tahunan saat pensiun. Aturan ini didasarkan pada aturan penarikan 4% yang umum digunakan, yaitu asumsi bahwa penarikan sekitar 4% dari portofolio yang terdiversifikasi setiap tahun dapat membantu membiayai kebutuhan selama beberapa dekade masa pensiun.

Bagi sebagian orang, ya. Bagi yang lain, belum tentu. Portofolio senilai Rp15 miliar secara kasar dapat mendukung penarikan sekitar Rp525 juta hingga Rp600 juta per tahun berdasarkan asumsi umum dalam perencanaan pensiun. Apakah jumlah tersebut cukup bergantung pada gaya hidup, tempat tinggal, biaya kesehatan, pajak, dan sumber pendapatan pensiun lainnya.

Pensiun dengan dana sekitar Rp7,5 miliar memungkinkan, tetapi biasanya membutuhkan pengeluaran tahunan yang lebih rendah, sumber pendapatan tambahan, atau biaya hidup yang lebih terjangkau. Dengan tingkat penarikan 4%, portofolio Rp7,5 miliar dapat menghasilkan sekitar Rp300 juta per tahun sebelum pajak.

Pensiun pada usia 55 tahun umumnya membutuhkan dana lebih besar dibandingkan pensiun pada usia 65 tahun karena portofolio mungkin harus membiayai kebutuhan selama 30 hingga 40 tahun. Banyak orang yang menargetkan pensiun dini menggunakan acuan sekitar 30 hingga 35 kali pengeluaran tahunan untuk memberikan margin keamanan yang lebih besar.

Pensiun pada usia 60 tahun sering kali membutuhkan portofolio sekitar 25 hingga 30 kali pengeluaran tahunan, tergantung usia harapan hidup dan asumsi tingkat penarikan dana. Jumlah pastinya akan berbeda sesuai kondisi pribadi dan perkembangan pasar di masa depan.

Aturan 4% adalah panduan perencanaan pensiun yang menyatakan bahwa seseorang dapat mempertimbangkan untuk menarik sekitar 4% dari nilai portofolio pada tahun pertama pensiun, lalu menyesuaikan jumlah penarikan berikutnya dengan inflasi. Aturan ini didasarkan pada data historis pasar dan sebaiknya digunakan sebagai kerangka perencanaan, bukan sebagai jaminan.

Inflasi mengurangi daya beli uang dari waktu ke waktu. Artinya, jumlah uang yang sama akan membeli lebih sedikit barang dan jasa di masa depan. Bahkan tingkat inflasi yang moderat dapat meningkatkan kebutuhan dana pensiun secara signifikan jika masa pensiun berlangsung selama beberapa dekade.

Biaya kesehatan sangat bergantung pada negara dan kondisi masing-masing individu. Di Amerika Serikat, beberapa estimasi menunjukkan bahwa pasangan pensiunan dapat membutuhkan lebih dari US$300.000 sepanjang masa pensiun untuk membayar biaya kesehatan. Di Indonesia, kebutuhan tersebut akan sangat berbeda karena struktur biaya, BPJS Kesehatan, asuransi swasta, kondisi kesehatan, dan kebutuhan perawatan jangka panjang setiap orang tidak sama.

Pensiun dini dapat dicapai oleh sebagian orang, tetapi biasanya membutuhkan tingkat tabungan yang tinggi, pengeluaran yang disiplin, dan strategi investasi jangka panjang. Semakin dini masa pensiun dimulai, semakin besar portofolio yang umumnya perlu disiapkan.

FIRE adalah singkatan dari Financial Independence, Retire Early. Konsep ini berfokus pada menabung dan berinvestasi secara agresif selama masa produktif untuk mencapai kemandirian finansial jauh sebelum usia pensiun pada umumnya. Banyak pengikut FIRE menargetkan aset sekitar 30 hingga 40 kali pengeluaran tahunan sebelum berhenti bekerja.

Banyak pensiunan tetap mempertahankan sebagian besar portofolionya dalam bentuk investasi karena masa pensiun dapat berlangsung selama 20 hingga 40 tahun. Mempertahankan eksposur pada investasi yang terdiversifikasi dapat membantu menghadapi inflasi dan menjaga keberlanjutan portofolio dalam jangka panjang, meskipun risiko investasi tetap ada.

Eryk Szmyd

Analityk Rynków Finansowych

Eryk Szmyd od 2021 roku jest analitykiem rynków finansowych w XTB. Na co dzień przygotowuje analizy i materiały edukacyjne dotyczące Wall Street, globalnych akcji, surowców, kryptowalut oraz sektora technologicznego. Specjalizuje się w ocenie danych makro, wyników spółek i polityki banków centralnych na wyceny aktywów. W pracy wykorzystuje analizę fundamentalną, modele wyceny, analizę makroekonomiczną czy dane Commitment of Traders (COT). Ocenia, czy silne wzrosty i spadki cen mają uzasadnienie w fundamentach, analizując aktywa skrajnie wyprzedane lub wykupione zgodnie z podejściem kontrariańskim. Jest autorem licznych analiz rynkowych i artykułów edukacyjnych o inwestowaniu oraz rynkach finansowych; prywatnie interesuje się kryzysami, cyklami gospodarczymi i psychologią.

Lihat Profil 
12 menit

Bagaimana Cara Mengatur Uang yang Baik dan Efektif?

14 menit

Cara Melunasi Hutang dengan Lebih Cepat: Tips & Strategi

12 menit

Financial Freedom: Mengapa Tingkat Tabungan Lebih Penting daripada Gaji?

Materi pemasaran ini bukan merupakan rekomendasi investasi atau saran strategi investasi. Informasi ini tidak menjamin kinerja atau hasil investasi di masa mendatang. Aktivitas trading melibatkan risiko kerugian finansial yang signifikan, termasuk kemungkinan kehilangan sebagian maupun seluruh modal yang diinvestasikan. Segala keputusan trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.