Baca selengkapnya
Waktu membaca: 14 Menit

Manajemen Risiko: Panduan Utama Bagi Investor Jangka Panjang

Krisis Wall Street atau peristiwa Black Swan. Ini bukan soal apakah krisis akan terjadi, tetapi kapan krisis berikutnya akan datang. Tanpa kesadaran dan manajemen risiko, tidak ada investor yang benar-benar siap menghadapinya. Pelajari lebih lanjut tentang tail risk serta strategi dan teknik manajemen risiko yang dapat membantu Anda bersiap menghadapi ketidakpastian pasar.
 

Krisis Wall Street atau peristiwa Black Swan. Ini bukan soal apakah krisis akan terjadi, tetapi kapan krisis berikutnya akan datang. Tanpa kesadaran dan manajemen risiko, tidak ada investor yang benar-benar siap menghadapinya. Pelajari lebih lanjut tentang tail risk serta strategi dan teknik manajemen risiko yang dapat membantu Anda bersiap menghadapi ketidakpastian pasar.
 

Investasi saham, cryptocurrency, ETF, atau obligasi — investasi selalu berkaitan dengan pengendalian risiko, karena sejarah membuktikan bahwa pasar bersifat tidak terduga. Dalam jangka panjang, hampir semua hal bisa terjadi, mulai dari kepanikan Wall Street hingga kejatuhan saham suatu perusahaan. Lalu bagaimana cara melindungi diri? Kuncinya adalah berinvestasi dengan risiko yang terkendali.

Apakah Anda ingin memperkuat portofolio investasi dari potensi risiko? Manajemen risiko investasi adalah strategi pertahanan di dunia pasar keuangan yang penuh ketidakpastian. Artikel ini menguraikan teknik dan pertimbangan yang seharusnya dipahami setiap investor. Masa depan tidak dapat diprediksi dan risiko sulit diukur. Bagaimana cara mengelolanya dan menyeimbangkan risiko dengan imbal hasil? Tidak ada “resep emas”. Namun, kesadaran terhadap risiko adalah kunci utama — dan itulah alasan mengapa artikel ini penting untuk dibaca.

Poin-poin Penting

  • Memahami risiko investasi sangat krusial untuk manajemen risiko yang efektif dan untuk menavigasi pasar keuangan. Peristiwa black swan memiliki pengaruh besar terhadap imajinasi dan psikologi investor

  • Krisis Wall Street bisa terjadi hampir kapan saja, dan risiko merupakan bagian tak terpisahkan dari spekulasi dan investasi sejak awal perdagangan pasar

  • Ketidakpastian masa depan memberi sinyal kepada investor bahwa manajemen risiko adalah metode krusial untuk mengungguli kinerja pasar rata-rata dalam jangka panjang

  • Investor yang meraih hasil terbaik terkadang adalah mereka yang mengambil risiko paling tinggi. Namun, bagaimana dampaknya dalam jangka panjang? Apakah kinerja tersebut bisa konsisten setiap tahun?

  • Toleransi risiko seorang investor dibentuk oleh berbagai faktor, seperti tujuan investasi, horizon waktu, dan tingkat kenyamanan pribadi terhadap volatilitas

  • Strategi manajemen risiko, termasuk diversifikasi, hedging, rebalancing portofolio, serta pemantauan metrik kinerja berbasis risiko, sangat penting untuk menghadapi dinamika pasar keuangan yang tidak dapat diprediksi

 

Dalam jangka panjang, pasar saham berkorelasi dengan pertumbuhan ekonomi. Seperti terlihat di atas, PDB AS terus meningkat sejak tahun 1980-an dengan laju yang sangat kuat. Ekonomi yang solid berarti konsumen yang sehat dengan pendapatan lebih tinggi — ini merupakan faktor positif bagi margin dan profitabilitas perusahaan. Meski demikian, akibat sifat siklikal dan berbagai peristiwa yang tidak terduga, saham pada periode tertentu dapat berkinerja di bawah ekspektasi dan sentimen pasar bisa berada pada level yang sangat rendah. Sumber: XTB Research

Risiko dan Manajemen Risiko

Pria muda berjalan menjaga keseimbangan di antara pegunungan dengan langit biru sebagai latar belakang
Adobe Stock Photos

Risiko investasi mengacu pada potensi kerugian finansial atau kinerja investasi yang lebih rendah akibat berbagai faktor, seperti:

  • Volatilitas pasar (kepanikan pasar saham dan ekses lain di pasar berbasis lelang)

  • Perubahan ekonomi (misalnya data makroekonomi dan suku bunga)

  • Faktor spesifik perusahaan atau komoditas (misalnya siklus penawaran–permintaan, laporan keuangan kuartalan)

  • Peristiwa acak yang tidak dapat diprediksi (misalnya perang, kegagalan sistem, bencana alam, dan peristiwa black swan)

Manajemen risiko melibatkan proses mengidentifikasi, menilai, dan memitigasi potensi risiko untuk melindungi investasi serta meminimalkan dampak peristiwa negatif terhadap tujuan keuangan. Tujuannya adalah menyeimbangkan risiko dan imbal hasil dengan menerapkan strategi yang mengurangi ketidakpastian dan meningkatkan peluang tercapainya hasil yang diinginkan. Manajemen risiko yang profesional juga menuntut pengendalian emosi yang kuat.

 

Memahami Risiko

Menavigasi pasar keuangan ibarat berlayar di perairan yang belum dipetakan. Berbagai jenis risiko mengintai di bawah permukaan, masing-masing berpotensi mengganggu perjalanan investasi Anda. Memahami risiko-risiko ini adalah langkah pertama untuk menentukan arah yang lebih aman. Yang paling utama, terdapat beberapa aturan dasar dalam manajemen risiko, antara lain:

  • Jangan berinvestasi lebih dari kemampuan Anda untuk menanggung kerugian, dan jangan pernah berinvestasi dengan dana pinjaman

  • Investasikan sejumlah dana yang tidak memengaruhi kondisi psikologis Anda dan tetap membuat Anda merasa nyaman meskipun pasar bergejolak

  • Usahakan untuk tidak masuk pada fase ekstrem bull run atau kepanikan pasar, di mana investor biasanya melakukan kesalahan atau terpaksa menjual atau membeli

  • Kendalikan emosi dan jangan menyalahkan diri sendiri saat mengalami kerugian. Pasar sulit diprediksi dan dalam jangka pendek banyak faktor tak terduga yang memengaruhi harga aset

  • Sadari sifat siklikal dan ekses pasar berbasis lelang, yang dapat menghadirkan peluang jangka panjang sekaligus kegagalan besar

Berikut beberapa kategori utama risiko yang perlu diperhatikan:

  • Risiko pasar: risiko kehilangan uang akibat perubahan kondisi pasar secara keseluruhan

  • Risiko kredit: risiko kehilangan uang akibat kegagalan pihak peminjam dalam memenuhi kewajibannya

  • Risiko likuiditas: risiko tidak dapat membeli atau menjual investasi dengan cepat dan pada harga yang wajar

  • Risiko inflasi: risiko menurunnya daya beli akibat kenaikan harga

  • Risiko mata uang: risiko kehilangan nilai akibat fluktuasi nilai tukar, juga dikenal sebagai risiko kurs

Penting: Ingat bahwa sistem Federal Reserve AS memiliki peran yang sangat penting. Ia berfungsi layaknya entitas pemerintahan khusus yang memengaruhi pasar saham, pasar valuta asing, serta pasar obligasi. Periode penurunan pasar umumnya dipengaruhi oleh konsekuensi kebijakan moneter. Dunia usaha maupun dana kelolaan sangat bergantung pada biaya pinjaman dan hubungan antara kondisi ekonomi dengan tingkat suku bunga.
 

10 Aspek Penting dalam Manajemen Risiko

Latar belakang penilaian dan manajemen risiko
Adobe Stock Photos

Dengan berfokus pada aspek-aspek manajemen risiko berikut, investor dapat melindungi investasinya dengan lebih baik dan meningkatkan peluang mencapai kesuksesan finansial jangka panjang:

  1. Mengenali potensi bahaya atau ketidakpastian yang dapat mempengaruhi investasi, seperti fluktuasi pasar, perubahan ekonomi, atau masalah spesifik perusahaan

  2. Menilai risiko dengan mengevaluasi probabilitas serta dampak potensial dari setiap risiko yang teridentifikasi terhadap investasi. Ini membantu memprioritaskan risiko mana yang perlu difokuskan dan bagaimana cara menanganinya

  3. Memahami toleransi risiko dengan mengetahui seberapa besar ketidakpastian yang dapat Anda terima tanpa merasa cemas atau mengambil keputusan tergesa-gesa

  4. Menetapkan tujuan investasi dengan mendefinisikan secara jelas sasaran investasi, seperti pertumbuhan, pendapatan, atau pelestarian modal, sebagai panduan pengambilan keputusan manajemen risiko

  5. Diversifikasi dengan menyebarkan investasi ke berbagai kelas aset, industri, atau wilayah geografis untuk mengurangi dampak satu risiko terhadap keseluruhan portofolio. Selain itu, membeli aset yang tidak berkorelasi dapat meningkatkan peluang imbal hasil berbasis risiko

  6. Riset melalui analisis menyeluruh terhadap potensi investasi, termasuk fundamental perusahaan, tren industri, dan kondisi pasar, agar keputusan lebih terinformasi

  7. Memantau portofolio dengan melacak kinerja investasi dan perkembangan pasar guna mengidentifikasi perubahan atau risiko baru yang muncul dari waktu ke waktu

  8. Tetap terinformasi dengan mengikuti berita keuangan, indikator ekonomi, serta perubahan regulasi yang dapat mempengaruhi strategi investasi

  9. Beradaptasi terhadap perubahan dan bersikap fleksibel secara cerdas, dengan kesediaan menyesuaikan strategi investasi seiring evolusi kondisi pasar atau munculnya risiko baru

5 Saran untuk Investor Jangka Panjang

  1. Diversifikasi portofolio: Sebarkan investasi ke berbagai kelas aset, industri, dan wilayah geografis untuk mengurangi dampak satu risiko terhadap portofolio. Hal ini membantu memitigasi risiko kerugian besar dari satu kepemilikan

  2. Fokus pada fundamental: Investasikan pada perusahaan dengan fundamental kuat, seperti kinerja keuangan yang solid, keunggulan kompetitif berkelanjutan, dan manajemen yang kompeten. Prioritaskan potensi pertumbuhan jangka panjang dan hindari investasi spekulatif berbasis tren jangka pendek

  3. Tetap disiplin: Patuhi strategi investasi dan hindari keputusan impulsif akibat fluktuasi pasar jangka pendek. Pertahankan perspektif jangka panjang dan jangan bereaksi berlebihan terhadap volatilitas sementara

  4. Tinjau portofolio secara berkala: Lakukan evaluasi berkala untuk memastikan investasi tetap selaras dengan tujuan keuangan jangka panjang dan toleransi risiko. Lakukan rebalancing bila diperlukan

  5. Jaga biaya investasi tetap rendah: Minimalkan biaya seperti fee, komisi, dan pajak karena dapat menggerus imbal hasil dalam jangka panjang. Pertimbangkan reksa dana indeks atau ETF berbiaya rendah untuk eksposur pasar yang lebih efisien

 

5 Saran untuk Investor Jangka Pendek

  1. Kelola ukuran posisi: Batasi ukuran posisi sebagai persentase kecil dari total portofolio untuk mengurangi dampak kesalahan pada satu transaksi. Hindari mempertaruhkan terlalu banyak modal dalam satu trade

  2. Pasang perintah proteksi: Gunakan stop-loss order untuk menjual otomatis ketika harga mencapai level tertentu, sehingga potensi kerugian dapat dibatasi dan keputusan emosional dapat dihindari

  3. Patuhi rencana trading: Susun rencana trading yang jelas dengan titik masuk dan keluar, rasio risiko-imbal hasil, serta target profit. Jalankan rencana tersebut secara disiplin

  4. Tetap terinformasi: Ikuti berita pasar, rilis data ekonomi, dan indikator teknikal utama yang relevan dengan strategi trading Anda agar dapat beradaptasi cepat terhadap perubahan kondisi pasar

  5. Terapkan manajemen risiko: Prioritaskan perlindungan modal dengan membatasi risiko per transaksi dan menjaga rasio risiko-imbal hasil yang sehat. Hindari mengejar kerugian atau menggunakan leverage berlebihan karena dapat berujung pada kerugian besar

 

Risiko dan Imbal Hasil

Pebisnis menyeimbangkan antara imbal hasil dan risiko di puncak gunung sebagai konsep bisnis risiko dan imbal hasil
Adobe Stock Photos

Rasio Risiko dan Imbal Hasil

Rasio risiko–imbal hasil adalah konsep sederhana namun sangat kuat yang digunakan dalam investasi dan manajemen risiko. Ini bukan Holy Grail dalam berinvestasi, tetapi rasio ini mengukur potensi imbal hasil suatu investasi relatif terhadap tingkat risiko yang diambil. Berikut penjelasan sederhananya:

Bayangkan Anda sedang mempertimbangkan dua peluang investasi yang berbeda: Investasi A dan Investasi B.

  • Investasi A menawarkan potensi imbal hasil yang tinggi, tetapi disertai dengan tingkat risiko yang lebih besar.

  • Investasi B menawarkan potensi imbal hasil yang lebih rendah, tetapi dengan tingkat risiko yang juga lebih rendah.

Rasio risiko–imbal hasil membantu Anda menilai peluang investasi mana yang lebih menarik dengan membandingkan potensi imbal hasil terhadap tingkat risiko yang terlibat. Sebagai contoh, jika Investasi A menawarkan potensi imbal hasil 20% dengan tingkat risiko yang masih dapat Anda terima, sementara Investasi B menawarkan potensi imbal hasil 10% dengan risiko yang minimal, maka Anda dapat menghitung rasio risiko–imbal hasil masing-masing investasi:

  • Untuk Investasi A, rasio risiko–imbal hasil dihitung dari potensi imbal hasil 20% dibagi dengan tingkat risiko yang diambil

  • Untuk Investasi B, rasio risiko–imbal hasil dihitung dari potensi imbal hasil 10% dibagi dengan tingkat risiko yang diambil

Rasio risiko–imbal hasil yang lebih tinggi menunjukkan bahwa potensi imbal hasil lebih besar dibandingkan risiko yang ditanggung, sehingga investasi tersebut menjadi lebih menarik. Sebaliknya, rasio risiko–imbal hasil yang lebih rendah menunjukkan bahwa potensi imbal hasil mungkin tidak sebanding dengan tingkat risiko yang diambil.

Pada akhirnya, rasio risiko–imbal hasil membantu investor membuat keputusan yang lebih terinformasi dengan mempertimbangkan potensi keuntungan dan kerugian dari suatu peluang investasi. Ini adalah alat fundamental dalam manajemen risiko, yang memungkinkan investor menilai trade-off antara risiko dan imbal hasil serta memilih investasi yang selaras dengan tujuan dan toleransi risiko mereka.

Toleransi Risiko

Seperti halnya setiap kapal dirancang untuk menghadapi intensitas badai yang berbeda, setiap investor memiliki tingkat risiko yang berbeda yang bersedia mereka terima. Inilah yang disebut toleransi risiko. Toleransi risiko dibentuk oleh berbagai faktor, mulai dari tujuan keuangan, kondisi hidup, kesehatan, hubungan personal, hingga pengalaman investasi. Menilai toleransi risiko dan mengidentifikasi risiko ibarat memahami kemampuan kapal Anda — langkah krusial sebelum berlayar di lautan investasi.

Tujuan Investasi

Tujuan investasi adalah kompas yang mengarahkan perjalanan Anda di lautan investasi. Apakah Anda berlayar menuju masa pensiun, menabung untuk membeli rumah, atau mengakumulasi kekayaan, tujuan-tujuan ini membentuk toleransi risiko Anda. Tujuan investasi menentukan seberapa agresif atau konservatif pendekatan yang perlu diambil, dan membantu mengarahkan portofolio melalui kondisi pasar yang tenang maupun penuh gejolak.

Horizon Waktu

Durasi perjalanan investasi Anda, atau horizon waktu, merupakan faktor penting lain yang memengaruhi toleransi risiko. Investor jangka pendek, layaknya pelaut jarak dekat, cenderung memilih investasi yang lebih aman dan konservatif. Sebaliknya, investor dengan perjalanan jangka panjang memiliki keunggulan waktu, yang memungkinkan mereka bertahan menghadapi badai pasar dan mengambil risiko lebih besar demi mengejar imbal hasil yang lebih tinggi.

Kenyamanan Pribadi

Di lautan investasi, kenyamanan pribadi Anda terhadap ketidakpastian dan volatilitas ibarat keseimbangan tubuh di atas kapal. Ini adalah faktor psikologis yang sangat menentukan toleransi risiko. Sebagian investor mampu menghadapi badai pasar tanpa kehilangan kendali, sementara yang lain lebih memilih perairan yang tenang. Memahami tingkat kenyamanan pribadi terhadap risiko investasi sangat penting untuk memastikan perjalanan investasi yang lebih stabil.

Cara Mengelola Risiko

Konsep internet, bisnis, teknologi, dan jaringan yang merepresentasikan manajemen serta penilaian risiko dalam investasi bisnis
 

Seiring Anda menjadi pelaut yang semakin berpengalaman di dunia investasi, Anda dapat menerapkan teknik manajemen risiko yang lebih lanjut untuk menavigasi lautan keuangan dengan lebih baik. Teknik-teknik ini, layaknya sistem navigasi canggih, membantu Anda menghindari potensi risiko sekaligus memanfaatkan peluang yang ada. Berikut beberapa teknik tersebut.

Strategi Hedging

Strategi hedging ibarat asuransi bagi perjalanan investasi Anda. Strategi ini melibatkan penggunaan instrumen keuangan seperti kontrak berjangka untuk melindungi diri dari potensi kerugian. Ini seperti mengasuransikan muatan kapal Anda; jika badai datang dan sebagian muatan hilang, asuransi membantu mengurangi kerugian tersebut.

Rebalancing Portofolio

Rebalancing portofolio mirip dengan menyesuaikan layar kapal agar tetap berada di jalur yang benar. Proses ini melibatkan penyesuaian strategi investasi agar kembali selaras dengan alokasi aset target, terutama ketika arus kondisi pasar mendorong portofolio keluar dari jalur. Rebalancing secara berkala membantu memastikan Anda tetap berada di jalur menuju tujuan investasi.

Metrik Kinerja Berbasis Risiko

Metrik kinerja berbasis risiko berfungsi seperti alat navigasi yang membantu menilai tingkat risiko perjalanan investasi Anda. Metrik seperti rasio Sharpe dan rasio Treynor membantu mengevaluasi risiko investasi dibandingkan dengan tolok ukur investasi berisiko rendah. Alat-alat ini memandu investor dalam mengambil keputusan yang lebih tepat terkait arah strategi investasinya.

Diversifikasi

Seperti pepatah lama, “Jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang.” Dalam konteks investasi, ini berarti diversifikasi. Diversifikasi adalah strategi manajemen risiko utama yang melibatkan penyebaran investasi ke berbagai instrumen dan pasar, sehingga mengurangi ketergantungan pada kinerja satu investasi saja. Anggaplah seperti berlayar dengan armada kapal, bukan hanya satu kapal, sehingga Anda memiliki bantalan terhadap potensi kerugian. Namun, perlu diingat bahwa diversifikasi juga dapat membatasi potensi keuntungan investasi.

Alokasi Aset

Alokasi aset ibarat mendistribusikan muatan ke seluruh armada kapal Anda, sebuah praktik penting dalam mengelola risiko investasi. Setiap jenis muatan (instrumen investasi) memiliki tingkat risiko dan imbal hasil yang berbeda. Misalnya, saham cenderung lebih berisiko tetapi menawarkan potensi imbal hasil yang lebih tinggi, sementara obligasi lebih stabil dengan imbal hasil yang moderat.

Cara Anda mendistribusikan muatan (alokasi aset) sebaiknya mencerminkan toleransi risiko dan tujuan investasi Anda.

Diversifikasi Sektor

Diversifikasi sektor serupa dengan menyebarkan armada kapal ke berbagai jalur perdagangan. Setiap sektor, seperti setiap rute, memiliki peluang dan tantangan masing-masing. Dengan mendiversifikasi investasi ke berbagai sektor, Anda mengurangi paparan terhadap risiko yang spesifik pada satu sektor saja, sehingga melindungi portofolio dari pelemahan sektor tertentu.

Diversifikasi Geografis

Diversifikasi geografis dapat diibaratkan sebagai mengarahkan armada kapal ke berbagai wilayah dan negara. Seperti halnya setiap wilayah memiliki peluang dan risiko perdagangan yang berbeda, setiap pasar juga memiliki kondisi ekonomi dan risiko yang unik. Dengan berinvestasi secara global, Anda dapat melindungi portofolio dari risiko spesifik suatu negara sekaligus berpartisipasi dalam pertumbuhan berbagai perekonomian, termasuk ekonomi global.

Analisis Pasar

Dalam konteks ini, analisis pasar mirip dengan mempelajari pola cuaca dan arus laut. Tetap terinformasi mengenai tren pasar, indikator ekonomi, dan produksi industri membantu Anda mengantisipasi perubahan dan membuat keputusan investasi yang lebih tepat. Ini seperti mengetahui kapan badai akan datang atau kapan angin bertiup menguntungkan untuk berlayar.

Menyesuaikan strategi investasi ibarat mengubah arah pelayaran berdasarkan perubahan cuaca dan arus laut. Proses ini mencakup pertimbangan perubahan toleransi risiko pribadi, tujuan keuangan, dan kondisi pasar. Seperti pelaut yang andal beradaptasi dengan laut, investor yang baik beradaptasi dengan pasar.

Ringkasan

Manajemen risiko dalam investasi adalah proses mengidentifikasi, menilai, dan memitigasi potensi risiko. Investor melakukannya untuk melindungi modal dan mencapai tujuan investasi. Proses ini mencakup pemahaman berbagai jenis risiko yang dapat memengaruhi investasi, seperti risiko pasar, risiko kredit, risiko likuiditas, dan risiko operasional.

  • Memahami risiko merupakan hal fundamental baik untuk pengelolaan keuangan aktif maupun investasi pasif jangka panjang. Investor perlu mengingat bahwa saham, komoditas, dan mata uang kripto adalah pasar berbasis lelang yang rentan terhadap kepanikan dan euforia, yang pada akhirnya dapat menyebabkan undervaluasi maupun overvaluasi aset.

  • Setiap orang yang memutuskan untuk berinvestasi berarti menerima risiko, dan cara terbaik melakukannya adalah secara sadar. Tidak mungkin memperoleh keuntungan di pasar tanpa menanggung risiko. Investor sebaiknya memandang risiko sebagai titik utama dalam setiap keputusan investasi, mengingat besarnya peran ketidakpastian dan peristiwa tak terduga yang memengaruhi harga serta psikologi investor.

  • Menurut investor seperti Howard Marks dan pandangan dari Wharton School, hasil akhir semata tidak mencerminkan kualitas suatu keputusan investasi. Yang lebih penting adalah proses dan pilihan jangka panjang investor, di mana peran unsur acak menjadi lebih terbatas.

  • Strategi manajemen risiko yang efektif mencakup diversifikasi, riset menyeluruh, penetapan tujuan investasi, menjaga perspektif jangka panjang, serta penerapan teknik mitigasi risiko seperti hedging.

  • Dengan mengelola risiko secara proaktif, investor dapat meminimalkan kemungkinan kerugian dan meningkatkan peluang mencapai tujuan investasi dalam jangka panjang. Namun, risiko bukanlah sesuatu yang dapat dihitung secara pasti.

  • Investor jangka panjang cenderung memandang faktor risiko yang berbeda dibandingkan trader harian atau spekulan. Volatilitas bisa menjadi risiko besar bagi trader, tetapi investor jangka panjang mungkin tidak menganggap volatilitas tinggi sebagai risiko selama tidak memengaruhi psikologinya. Investor profesional bahkan dapat menggunakan teknik matematika lanjutan seperti simulasi Monte Carlo atau analisis regresi.

  • Aturan dasar manajemen risiko menyatakan bahwa pengendalian emosi adalah hal yang krusial. Masuk pasar pada fase ekstrem bull run (keserakahan) atau menjual aset saat kepanikan (ketakutan) merupakan bias kognitif yang sering terjadi sepanjang sejarah pasar keuangan. Di sisi lain, mencoba memprediksi fase ekstrem pasar juga dapat berujung pada kegagalan investasi.

Materi pemasaran ini bukan merupakan rekomendasi investasi atau saran strategi investasi. Informasi ini tidak menjamin kinerja atau hasil investasi di masa mendatang. Aktivitas trading melibatkan risiko kerugian finansial yang signifikan, termasuk kemungkinan kehilangan sebagian maupun seluruh modal yang diinvestasikan. Segala keputusan trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu.

Simbol FAQ (frequently asked questions). Konsep pertanyaan yang sering diajukan pada balok di atas meja abu-abu dengan latar belakang abu-abu.
Adobe Stock Photos

FAQ

Lima jenis manajemen risiko meliputi manajemen risiko aset, strategi hedging, manajemen risiko kredit, manajemen risiko operasional, dan kepatuhan regulasi. Ini mencakup teknik seperti penghindaran, retensi, penyebaran risiko, pencegahan dan pengurangan kerugian, serta transfer risiko melalui asuransi dan kontrak.

 

Manajemen risiko penting dalam investasi karena membantu mengidentifikasi dan memitigasi potensi ancaman terhadap nilai portofolio investasi. Melalui proses yang sistematis, tujuannya adalah meminimalkan potensi kerugian dan memaksimalkan imbal hasil.

Manajemen risiko adalah proses mengidentifikasi, menganalisis, dan memitigasi potensi risiko untuk meminimalkan dampaknya terhadap keberhasilan suatu organisasi atau investasi. Proses ini melibatkan langkah-langkah proaktif untuk mengoptimalkan hasil dan melindungi dari ancaman serta potensi kerugian.

Nilai toleransi risiko dengan merefleksikan tujuan keuangan, horizon waktu, serta tingkat kenyamanan emosional terhadap volatilitas pasar. Hal ini sangat penting untuk mengambil keputusan investasi yang tepat.

Beberapa teknik manajemen risiko tingkat lanjut yang dapat dipertimbangkan antara lain strategi hedging menggunakan opsi dan kontrak berjangka, rebalancing portofolio, serta penggunaan metrik kinerja berbasis risiko untuk mengevaluasi investasi. Metode ini membantu melindungi dari kerugian dan menjaga strategi investasi tetap seimbang.

12 menit

Cara Berinvestasi di Saham Big Tech: Panduan Raksasa Teknologi

18 menit

Manajemen Risiko dalam Investasi: 7 Prinsip Kunci untuk Investor Jangka Panjang

16 menit

Cara Berinvestasi di Saham Pertahanan Saat Ketegangan Geopolitik

Bergabunglah dengan lebih dari 2.000.000 investor XTB dari seluruh dunia
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.