Baca selengkapnya
Waktu membaca 5 Menit

Saham Biasa vs Saham Preferen: Mana yang Membangun Kekuatan Finansial?

Saham biasa dan saham preferen menawarkan karakteristik berbeda dalam hal hak suara, dividen, prioritas likuidasi, serta profil risiko dan imbal hasil. Artikel ini mengulas perbedaan mendasar, strategi alokasi lanjutan, contoh nyata, serta implikasi pajak dan regulasi untuk membantu menentukan pilihan investasi yang tepat.

Saham biasa dan saham preferen menawarkan karakteristik berbeda dalam hal hak suara, dividen, prioritas likuidasi, serta profil risiko dan imbal hasil. Artikel ini mengulas perbedaan mendasar, strategi alokasi lanjutan, contoh nyata, serta implikasi pajak dan regulasi untuk membantu menentukan pilihan investasi yang tepat.

Dalam praktik pasar modal, perbedaan antara saham biasa dan saham preferen sering kali menjadi titik krusial dalam penyusunan strategi investasi. Keduanya sama-sama merepresentasikan kepemilikan dalam perusahaan, namun hak, manfaat, serta risiko yang melekat sangat berbeda.

Sepanjang 2023, indeks S&P 500 melonjak 23%, didorong oleh kinerja saham biasa. Angka tersebut memperkuat persepsi bahwa saham biasa adalah instrumen utama pertumbuhan. Namun, saham preferen memiliki karakteristik unik yang tidak dapat diabaikan, khususnya bagi investor yang mengutamakan stabilitas pendapatan dan proteksi modal.

Dalam artikel ini akan dibahas fundamental kepemilikan equity, perbedaan utama saham biasa dan saham preferen, mekanisme dividen, hak suara, prioritas likuidasi, profil risiko dan imbal hasil, saham preferen konversi, contoh nyata, hingga pertimbangan regulasi dan pajak.

Untuk Pemula: Dasar Kepemilikan Equity

Ketika membeli saham, investor membeli sebagian kepemilikan perusahaan. Namun, jenis saham menentukan hak dan privilese yang diperoleh.

Saham Biasa: Fondasi Pertumbuhan

Saham biasa adalah bentuk kepemilikan yang paling umum.

Karakteristik utama:

  • Memberikan hak suara dalam RUPS

  • Potensi capital gain tinggi

  • Dividen tidak tetap dan tergantung keputusan direksi

Nilai saham biasa sangat bergantung pada pertumbuhan dan profitabilitas perusahaan. Jika perusahaan berkembang pesat, harga saham biasa dapat meningkat signifikan.

Namun, dividen saham biasa dapat dikurangi atau dihentikan jika kondisi keuangan memburuk, sebagaimana terjadi pada krisis finansial 2008 ketika banyak perusahaan memangkas pembagian dividen.

Saham Preferen: Pendekatan Hybrid

Saham preferen sering disebut sebagai instrumen hybrid karena memiliki karakteristik mirip saham dan obligasi.

Karakteristik utama:

  • Umumnya tidak memiliki hak suara

  • Dividen tetap

  • Prioritas lebih tinggi dalam pembagian dividen dan likuidasi

Dividen saham preferen biasanya dinyatakan dalam persentase nilai nominal. Misalnya, dividen 5% dari nilai nominal $100 menghasilkan pembayaran $5 per tahun.

Keunggulan utamanya adalah prioritas pembayaran. Perusahaan wajib membayar dividen saham preferen sebelum membagikan dividen kepada pemegang saham biasa.

Beberapa saham preferen bersifat kumulatif, artinya jika dividen tertunda, pembayaran tersebut harus dilunasi sebelum dividen saham biasa dibayarkan.

Perbedaan Utama Saham Biasa dan Saham Preferen

1. Hak Suara

Saham Biasa: Memiliki hak suara dalam RUPS.
Saham Preferen: Umumnya tidak memiliki hak suara.

Pemegang saham biasa dapat ikut menentukan arah strategis perusahaan, termasuk memilih dewan direksi dan menyetujui aksi korporasi. Saham preferen biasanya tidak memberikan hak tersebut, sehingga lebih berorientasi pada pendapatan dibanding pengaruh manajerial.

2. Dividen

Saham Biasa: Dividen bersifat variabel dan tidak dijamin.
Saham Preferen: Dividen tetap dan memiliki prioritas pembayaran.

Dividen saham biasa bergantung pada keputusan manajemen dan kondisi laba perusahaan. Saham preferen umumnya memberikan dividen tetap yang harus dibayarkan sebelum perusahaan membagikan dividen kepada pemegang saham biasa.

3. Potensi Capital Gain

Saham Biasa: Potensi kenaikan harga lebih tinggi.
Saham Preferen: Potensi apresiasi harga relatif terbatas.

Harga saham biasa sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan bisnis dan ekspektasi pasar, sehingga peluang capital gain lebih besar. Saham preferen cenderung bergerak lebih stabil karena fokus pada pembayaran dividen tetap.

4. Prioritas Likuidasi

Saham Biasa: Klaim terakhir atas aset perusahaan saat likuidasi.
Saham Preferen: Memiliki klaim lebih tinggi dibanding saham biasa.

Dalam kondisi kebangkrutan, pemegang saham preferen dibayar setelah kreditur tetapi sebelum pemegang saham biasa. Saham biasa berada di posisi paling akhir dalam struktur klaim.

5. Profil Risiko

Saham Biasa: Risiko lebih tinggi, volatilitas lebih besar.
Saham Preferen: Relatif lebih stabil dibanding saham biasa.

Saham biasa menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi, tetapi disertai fluktuasi harga yang signifikan. Saham preferen cenderung lebih defensif karena adanya dividen tetap dan prioritas klaim, meskipun tetap terpapar risiko pasar dan suku bunga.

Untuk Investor Lanjutan: Strategi dan Nuansa

Mekanisme Dividen dan Hierarki Pembayaran

Dividen saham preferen memiliki prioritas dibanding saham biasa. Dalam kondisi tekanan keuangan, pemegang saham biasa dapat tidak menerima dividen sama sekali.

Jika saham preferen bersifat kumulatif dan dividen tertunda dua kuartal, perusahaan wajib melunasi tunggakan tersebut sebelum membayar dividen saham biasa.

Hak Suara dan Kendali Perusahaan

Saham biasa memberikan hak suara atas keputusan strategis seperti pemilihan direksi dan aksi korporasi.

Meskipun investor individu jarang memiliki pengaruh besar, hak suara tetap menjadi fondasi tata kelola perusahaan publik.

Saham preferen umumnya tidak memiliki hak suara, sehingga tidak memberikan pengaruh dalam manajemen perusahaan.

Prioritas Likuidasi dan Perlindungan Modal

Urutan klaim saat perusahaan bangkrut:

  • Kreditur dengan jaminan

  • Kreditur tanpa jaminan

  • Pemegang saham preferen

  • Pemegang saham biasa

Pemegang saham preferen memiliki peluang pemulihan modal lebih tinggi dibanding pemegang saham biasa, meskipun tetap berada di bawah kreditur.

Analisis Risiko dan Imbal Hasil

Saham biasa:

  • Potensi imbal hasil tinggi

  • Volatilitas lebih besar

  • Sensitif terhadap siklus ekonomi

Rata-rata imbal hasil tahunan S&P 500 dalam jangka panjang berkisar 10–12%.

Saham preferen:

  • Imbal hasil berbasis dividen tetap

  • Volatilitas harga lebih rendah

  • Sensitif terhadap perubahan suku bunga

Kenaikan suku bunga biasanya menekan harga saham preferen karena dividen tetap menjadi kurang menarik dibanding instrumen baru.

Contoh Perhitungan

Investasi $10.000 pada saham preferen dengan dividen tetap 5% menghasilkan $500 per tahun.

Sebaliknya, investasi $10.000 pada saham biasa dengan pertumbuhan rata-rata 10% per tahun dapat berkembang menjadi sekitar $25.937 dalam 10 tahun melalui efek compounding.

Perbedaan potensi apresiasi modal sangat signifikan.

Saham Preferen Konversi

Beberapa saham preferen memiliki fitur konversi menjadi saham biasa.

Keunggulan:

  • Tetap menerima dividen tetap

  • Dapat beralih ke saham biasa jika harga naik signifikan

Namun, imbal hasil dividen biasanya lebih rendah dibanding preferen non-konversi karena adanya fleksibilitas tambahan.

Contoh Nyata

Pada krisis 2008, sejumlah bank besar menerbitkan saham preferen untuk memperkuat modal. Saham biasa mengalami penurunan tajam, sementara saham preferen memberikan stabilitas dan arus kas tetap.

Perusahaan utilitas juga kerap menerbitkan saham preferen untuk mendanai proyek jangka panjang, menarik bagi investor berorientasi pendapatan.

Pertimbangan Regulasi dan Pajak

Dividen saham dapat dikenakan pajak berbeda tergantung struktur perusahaan.

Saham preferen callable memungkinkan perusahaan menebus kembali saham pada harga tertentu, yang dapat membatasi potensi apresiasi harga.

Memahami prospektus dan ketentuan penerbitan sangat penting sebelum berinvestasi.

Mana yang Membangun Kekuatan Finansial?

Jawabannya bergantung pada tujuan investasi.

  • Untuk pertumbuhan dan pengaruh: Saham biasa menawarkan potensi capital gain dan hak suara.

  • Untuk pendapatan dan stabilitas: Saham preferen memberikan dividen tetap dan prioritas klaim.

Strategi seimbang dapat menggabungkan keduanya untuk diversifikasi dan pengelolaan risiko yang optimal.

Kesimpulan: Menentukan Pilihan Investasi Secara Rasional

Saham biasa dan saham preferen bukanlah instrumen yang saling menggantikan, melainkan melengkapi.


Saham biasa menjadi mesin pertumbuhan jangka panjang, sementara saham preferen menawarkan stabilitas dan pendapatan tetap.


Portofolio yang terstruktur dengan baik dapat memanfaatkan keduanya untuk mencapai keseimbangan antara pertumbuhan dan proteksi modal.

Materi pemasaran ini bukan merupakan rekomendasi investasi atau saran strategi investasi. Informasi ini tidak menjamin kinerja atau hasil investasi di masa mendatang. Aktivitas trading melibatkan risiko kerugian finansial yang signifikan, termasuk kemungkinan kehilangan sebagian maupun seluruh modal yang diinvestasikan. Segala keputusan trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu.

FAQ

Saham preferen umumnya membayar dividen tetap dan memiliki prioritas pembayaran. Namun, dalam kondisi keuangan ekstrem, perusahaan dapat menunda pembayaran. Jika bersifat kumulatif, dividen tertunda wajib dilunasi sebelum saham biasa menerima dividen.

Ya. Meskipun lebih stabil dibanding saham biasa, harga saham preferen tetap berfluktuasi. Faktor utama yang memengaruhi adalah perubahan suku bunga dan kondisi keuangan perusahaan.

Saham preferen diklasifikasikan sebagai ekuitas, bukan utang, sehingga tidak membebani neraca seperti obligasi. Selain itu, dividen dapat lebih fleksibel dibanding pembayaran kupon obligasi.

Secara relatif, ya. Saham preferen memiliki prioritas dividen dan klaim lebih tinggi saat likuidasi. Namun, tetap memiliki risiko pasar dan risiko suku bunga.

Beberapa jenis saham preferen memiliki fitur konversi yang memungkinkan pemegangnya menukar saham menjadi sejumlah saham biasa tertentu sesuai rasio konversi.

Umumnya tidak. Hak suara biasanya hanya dimiliki oleh pemegang saham biasa.

Potensi capital gain yang lebih tinggi serta hak suara dalam pengambilan keputusan perusahaan.

5 menit

Apa Itu 4 Jenis Saham yang Berbeda?

8 menit

Apa Itu IPO dan Bagaimana Cara Investor Ritel Berpartisipasi?

5 menit

Membaca Ticker Saham: Struktur, Sufiks, dan Implikasinya dalam Investasi

Bergabunglah dengan lebih dari 2.000.000 investor XTB dari seluruh dunia
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.