Alibaba telah meluncurkan Quark AI Glasses pertama di Tiongkok, menandai langkah baru dalam perlombaan global menuju dominasi perangkat wearable berbasis kecerdasan buatan. Harga awal sebesar 1.899 yuan, atau sekitar 268 dolar, menunjukkan ambisi perusahaan untuk membuat produk ini dapat diakses luas di pasar domestik. Integrasi mendalam dengan Alipay dan Taobao meningkatkan fungsionalitas perangkat secara signifikan, mencakup pembayaran hingga perbandingan harga secara real time. Berbeda dari headset VR berukuran besar milik Meta, yang menguasai lebih dari 80 persen pasar, Quark AI Glasses menyerupai kacamata biasa, menarik pengguna yang enggan memakai perangkat bergaya futuristik. Produk ini menawarkan fitur seperti terjemahan langsung dan pengenalan harga di rak.
Serangan agresif raksasa teknologi Tiongkok di bidang kecerdasan buatan semakin meningkat. Selain pembaruan chatbot milik Alibaba, Xiaomi dan Baidu juga meluncurkan produk serupa, menyisakan sedikit ruang bagi pemain global seperti Apple dengan Vision Pro atau Samsung dengan Galaxy XR. Pada saat yang sama, saham Alibaba, Baidu, dan BYD tertekan setelah muncul laporan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut berpotensi masuk daftar 1260H Pentagon — daftar entitas yang dianggap memiliki keterkaitan dengan militer Tiongkok dan beroperasi di Amerika Serikat. Daftar ini tidak memicu sanksi langsung, tetapi menimbulkan risiko reputasi dan dapat membuat mitra bisnis menghindar, sehingga berpengaruh pada valuasi sektor AI dan kendaraan listrik.
Peluncuran Quark AI Glasses menegaskan ekspansi strategis Alibaba ke AI konsumen. Namun, risiko geopolitik — terutama ketegangan AS–China — tetap menjadi faktor signifikan yang menekan prospek perusahaan teknologi Tiongkok.
Sumber: xStation5
US OPEN: US Futures Melonjak, Minyak Anjlok Usai Hormuz Dibuka
Oil Turun Tajam, Hormuz Dibuka Saat Gencatan
Oil Anjlok 11%, Hormuz Dibuka Kembali
Oil Turun 7% ke $90, Harapan Deal AS-Iran Tekan Harga
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.