Raksasa teknologi asal China, Alibaba (BABA.US), disebut menyediakan dukungan teknologi bagi operasi militer China yang menargetkan Amerika Serikat, menurut informasi intelijen yang dikutip dalam memo keamanan nasional Gedung Putih. Memo tersebut — yang dibagikan kepada Financial Times — mencakup informasi “top secret” yang baru dideklasifikasi, menjelaskan bagaimana Alibaba menyediakan kemampuan teknologi untuk Tentara Pembebasan Rakyat (People’s Liberation Army/PLA) yang dianggap mengancam keamanan nasional AS.
Meskipun melaporkan laba dan pendapatan yang kuat, serta kemajuan berkelanjutan dalam penelitian AI, aksi jual saham Alibaba berlanjut hari ini di tengah meningkatnya kekhawatiran akan implikasi keamanan nasional dan potensi ketegangan lebih tinggi dalam hubungan bisnis AS–China. Alibaba belum memberikan komentar resmi atas tuduhan tersebut. Sahamnya kini turun hampir 25% sejak rekor tertinggi pada Oktober 2025.
Sumber: xStation5
Satu Uji Klinis Gagal, Saham Farmasi Ikut Bertumbangan
Market Wrap: NFP Kuat, Chip Asia Naik dan Minyak Dekati US$100
Daily Summary: NFP Kuat Tekan Pasar, Risiko Suku Bunga Naik
Nasdaq, Emas, dan Inflasi AS Jadi Sorotan
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.