US ISM Services PMI (Desember): 54.4 vs 52.2 ekspektasi (sebelumnya 52.6)
-
Prices Paid: 64.3 (sebelumnya 65.4)
-
New Orders: 57.9 (sebelumnya 52.9)
-
Employment: 52.0 (sebelumnya 48.9)
US JOLTS Job Openings (November): 7.146 juta vs 7.648 juta ekspektasi. Sebelumnya: 7.670 juta (direvisi ke 7.449 juta)
-
Job Openings Rate: 4.3% (sebelumnya 4.6%)
-
Quits Level: 3.161 juta (lebih tinggi dari estimasi)
-
Quits Rate: 2.0%
-
Layoffs Level: 1.687 juta (lebih rendah dari perkiraan)
-
Layoffs Rate: 1.1%
US Durable Goods Orders (Oktober, final): −2.2% MoM (sesuai ekspektasi)
-
Durables ex-Transport: +0.1%
-
Capex Orders Non-Defense ex-Air: +0.5%
-
Capex Shipments Non-Defense ex-Air: +0.8%
Secara keseluruhan, data hari ini tidak memberikan satu kesimpulan tunggal bagi pasar. Kelemahan pasar tenaga kerja dan durable goods menekan sentimen awal Namun, PMI jasa yang sangat kuat menyeimbangkan narasi tersebut. Yang menarik, rebound cepat indeks saham setelah rilis data menunjukkan bahwa pasar mulai meningkatkan probabilitas pemangkasan suku bunga lanjutan di AS, yang secara historis dipandang positif bagi saham, khususnya sektor teknologi dan growth.
US OPEN: Wall Street Konsolidasi Setelah Kuartal Spektakuler
Goldman Sachs Tetap Bullish Meski Harga Emas Terkoreksi Tajam
Kalender Ekonomi: Pasar Tunggu Data JOLTs AS
Harga Minyak Berbalik Saat Risiko Surplus Mulai Menguat
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.