- Pasar saham AS menunjukkan perbedaan arah. Nasdaq dan S&P 500 naik berkat reli saham teknologi, terutama Google, sementara Dow Jones masih tertekan data tenaga kerja yang lemah dan kekhawatiran kondisi ekonomi. Kontrak indeks bergerak beragam: US500 mendekati penutupan kemarin, US100 naik 0,25%, dan US30 turun 0,38%.
- Yield obligasi AS menurun, menandakan permintaan aset aman. Sebaliknya, di negara G7 lain — khususnya Inggris — yield obligasi jangka panjang melonjak ke level tertinggi dalam puluhan tahun.
- Di AS, yield obligasi tenor 30 tahun mendekati level 5%. Setelah rekor lelang obligasi jangka pendek di Agustus, penerbitan diperkirakan turun pada September, namun risiko berkurangnya likuiditas masih ada.
- Indikator ketenagakerjaan yang lemah memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, menopang valuasi saham growth dan emas, tapi menekan dolar.
- Lapotan JOLTS menyatakan lowongan kerja turun ke 7,18 juta (vs 7,357 juta sebelumnya, ekspektasi 7,382 juta).Data PHK dan pengunduran diri menunjukkan pelemahan pasar tenaga kerja.
- Harga emas naik ke rekor baru $3.550/oz, sementara perak menembus $41/oz.
- Sebaliknya, logam industri seperti tembaga turun di bawah $10.000.
- Harga minyak jatuh lebih dari 2% karena rumor OPEC+ akan menaikkan produksi.
- Sementara itu, gas alam AS melonjak ke atas $3,1/MMBTU sebelum stabil sedikit di atas $3. Pasar menanti data inventori besok, dengan ekspektasi kenaikan stok.
- Google memenangkan gugatan antitrust dari Departemen Kehakiman, mencetak rekor baru dengan kenaikan 8%. Kapitalisasi pasar bertambah lebih dari $220 miliar. Apple juga ikut menguat. Kombinasi keduanya menyelamatkan indeks dari tekanan lebih dalam.
- Pasar kripto positif: Ethereum naik >3%, menandakan selera risiko investor masih terjaga.
- PDB Australia Q2 tumbuh 1,8% YoY, mengalahkan ekspektasi 1,6% (sebelumnya 1,4%). Secara kuartalan, PDB naik 0,6% QoQ, juga di atas perkiraan.
- PMI jasa Caixin Tiongkok (perusahaan kecil-menengah) berada di level 53 poin untuk Agustus, di atas ekspektasi 52,4 dan lebih tinggi dari sebelumnya 52,6.
- PMI jasa zona euro turun ke 50,5, lebih rendah dari pembacaan awal 50,7 dan sebelumnya 51. Penurunan dipicu oleh PMI Jerman di bawah 50 serta lemahnya angka dari Italia & Spanyol.
- Inflasi PPI zona euro tercatat 0,2% YoY (vs ekspektasi 0,1%, sebelumnya 0,6%). Secara bulanan, PPI naik 0,4% MoM, lebih tinggi dari ekspektasi 0,2%.
Morning wrap (05.02.2026)
Hasil Alphabet: Pendapatan Rekor dan Investasi Besar Tegaskan Dominasi Perusahaan 💡
Daily Summary: Nasdaq Sentuh Level Terendah Hampir Dua Bulan, Dolar AS Menguat, Kripto Tertekan (04.02.2026) 📉
Saham Teknologi Tertekan❗️US100 Terkoreksi 2% 📉