-
Logam mulia melanjutkan tren penurunan yang dimulai pada akhir Januari. Pada saat ringkasan ini ditulis pukul 20.00, harga emas turun lebih dari 3.5% dan menguji level USD 4,650 per ons, sementara perak turun lebih dari 5% dan jatuh di bawah USD 79 per ons.
-
Peristiwa utama hari ini adalah terjadinya partial shutdown pada pemerintahan federal Amerika Serikat, setelah Kongres gagal mencapai kesepakatan anggaran. Terhentinya pendanaan ini menyebabkan penghentian operasional sejumlah lembaga negara serta menciptakan ketidakpastian bagi ribuan pegawai sektor publik.
-
Meski demikian, sesi perdagangan di Wall Street berlangsung dengan sentimen yang sangat positif, dengan indeks-indeks utama AS mencatatkan kenaikan solid di awal bulan baru. S&P 500 naik 0.6%, Nasdaq menguat 0.8%, dan Dow Jones melonjak hampir 1%.
-
Sesi perdagangan di Eropa juga berlangsung tenang dan positif, dengan indeks-indeks utama mencatatkan kenaikan signifikan. Indeks DAX Jerman naik 1%, CAC 40 Prancis hampir 0.7%, dan FTSE 100 Inggris ditutup menguat 1.2%. Indeks IBEX 35 Spanyol bahkan mencatat kinerja lebih baik dengan kenaikan 1.2%.
-
Di pasar valas, terlihat penguatan yang jelas pada dolar AS terhadap mata uang utama lainnya. Aliran modal yang sebelumnya mengalir ke logam mulia kini kembali berpindah ke dolar AS.
-
Amerika Serikat: PMI final sektor manufaktur untuk Januari tercatat di level 52.4, di atas perkiraan 51.9 dan 51.8 pada bulan sebelumnya, menunjukkan kondisi industri AS yang masih solid.
-
Amerika Serikat: Indeks ISM manufaktur AS untuk Januari berada di level 52.6, jauh melampaui ekspektasi pasar, terutama didorong oleh lonjakan pesanan baru. Data ini mendukung penguatan dolar AS dan mengindikasikan bahwa The Fed kemungkinan tetap berhati-hati dalam memangkas suku bunga secara agresif di tengah tekanan harga yang masih bertahan.
-
Kanada: Indeks PMI manufaktur naik ke level 50.4 pada Januari dari 48.6 di bulan sebelumnya, menandakan kembalinya sektor ini ke fase ekspansi.
-
Pasar komoditas mengalami tekanan yang signifikan. Kontrak Henry Hub natural gas (NATGAS) anjlok lebih dari 25% akibat perubahan prakiraan cuaca.
-
Koreksi tajam juga terjadi di pasar minyak. Harga minyak Brent turun sekitar 5.5% ke kisaran USD 66 per barel, sementara minyak WTI melemah hampir 6% hingga di bawah USD 62 per barel.
-
Koreksi harga minyak dipicu oleh faktor Iran, setelah pasar sebelumnya mengantisipasi adanya serangan militer AS pada akhir pekan lalu yang ternyata tidak terjadi.
-
Di pasar kripto, terlihat rebound terbatas. Bitcoin naik hampir 2% dan mendekati level USD 78,500, sementara Ethereum menguat sekitar 1.3% dan diperdagangkan di kisaran USD 2,350.
Morning wrap: RBA Naikkan Suku Bunga (03.02.2026)
US Open: Amerika Menguat, Logam Mulia Tertekan!
US500 Rebound Usai Sell-off 📈 Analisis Musim Laporan Keuangan Wall Street 🗽
Kalender Ekonomi: Fokus PMI Manufaktur, Laporan Palantir di Latar Belakang 💡