-
Situasi di pasar saham hari ini tetap bergerak campuran, meskipun pembukaan sesi berlangsung positif dengan US500 sempat menembus level 7.000 poin. Saat ini, menjelang pukul 20:00 CET, US500 menguat sekitar 0.2%, serupa dengan US100. Penurunan terdalam terjadi pada US200 yang melemah 1.4%, kemungkinan sebagai respons terhadap berkurangnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.
-
Di Eropa, kondisi juga bervariasi. Indeks DE40 turun 0.4%, sementara FRA40 naik 0.6%. UK100 mencatat kenaikan hingga 1%.
-
Peristiwa yang paling dinanti hari ini adalah rilis laporan NFP yang sempat tertunda. Rentang ekspektasi sangat lebar, dari minus beberapa ribu hingga 150.000. Dengan konsensus sekitar 70.000, angka aktual mencapai 130.000, memicu reaksi signifikan berupa penguatan dolar dan kenaikan imbal hasil obligasi.
-
Pertumbuhan lapangan kerja sektor swasta tercatat 172.000, dan tingkat pengangguran turun menjadi 4.3%. Namun perlu dicatat bahwa penciptaan lapangan kerja sangat terkonsentrasi di sektor kesehatan. Lebih dari 40.000 pekerjaan justru hilang di sektor publik.
-
Selain itu, data final QCEW terkait kondisi riil ketenagakerjaan juga dirilis. Untuk periode 12 bulan hingga Maret 2025, jumlah pekerjaan tercatat lebih rendah 898.000, sedikit lebih baik dari estimasi awal. Meski demikian, rata-rata pertumbuhan pekerjaan setelah penyesuaian awal untuk sisa 2025 hanya sekitar 15.000, dibandingkan sekitar 50.000 sebelumnya.
-
EURUSD sempat turun hampir 0.5% ke level 1.1830 seiring berkurangnya peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada paruh pertama tahun ini. Saat ini sebagian pelemahan telah terpangkas, namun pasangan mata uang tersebut masih berada di bawah 1.19.
-
Emas dan perak masing-masing naik 1% dan 4%. Volatilitas tetap tinggi, meskipun kenaikan sempat lebih kuat sebelum rilis NFP.
-
Pasar kini memperkirakan pemangkasan suku bunga penuh pertama oleh The Fed pada Juli 2026, mundur dari ekspektasi sebelumnya pada Juni. Citi bahkan mengubah proyeksinya dari Maret menjadi April.
-
Harga minyak mentah bertahan tinggi di sekitar USD 65 per barel akibat ketidakpastian terkait Iran dan Amerika Serikat. Iran menolak bernegosiasi terkait program misil balistiknya dan hanya bersedia membahas isu nuklir.
-
Laporan DOE menunjukkan kenaikan persediaan minyak sekitar 8.5 juta barel, meskipun laporan API sebelumnya mengindikasikan kenaikan lebih besar sebesar 13 juta barel.
-
Bitcoin turun lebih dari 2% hari ini dan kembali berada di bawah USD 67.000.
Morning Wrap (12.02.2026)
US Open: Payrolls Kuat, Rate Cut Tertunda?
Morning Wrap: Wall Street Tunggu NFP
Daily summary: Data Lemah AS Tekan Wall Street, Logam Turun Lagi