Baca selengkapnya
13.45 · 3 Maret 2026

Morning Wrap (03.03.2026)

  • Ekuitas Asia berada di bawah tekanan berat. Indeks MSCI Asia Pacific turun hingga 2,8%, mencatat penurunan dua hari terbesar sejak April.

  • Di Korea Selatan terjadi aksi jual tajam. Indeks KOSPI sempat anjlok hingga 6,8% setelah pasar dibuka kembali usai libur panjang, meskipun sebelumnya menjadi salah satu indeks dengan kinerja terbaik tahun ini.

  • Futures indeks di AS dan Eropa menunjukkan potensi pelemahan lanjutan. Kontrak indeks ekuitas turun sekitar 1%, mengindikasikan kemungkinan koreksi berlanjut.

  • Eskalasi konflik Iran–AS/Israel kembali mendorong harga minyak lebih tinggi. Investor fokus pada risiko pasokan, terutama setelah Iran mengancam menutup Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak global.

  • Harga Brent kembali bergerak di atas $80 per barel, setelah lonjakan lebih dari 7% pada hari Senin.

  • Dolar AS menguat, didukung oleh peningkatan risk aversion dan ketegangan geopolitik.

  • Obligasi justru melemah meski biasanya berstatus safe haven. Harga minyak yang lebih tinggi memicu kembali kekhawatiran inflasi, mengangkat ekspektasi suku bunga dan menekan pasar pendapatan tetap global.

  • Aksi jual obligasi pemerintah terjadi dari Sydney hingga Tokyo. Investor melepas surat utang negara di tengah kekhawatiran bahwa konflik berkepanjangan di Timur Tengah akan mempertahankan tekanan inflasi.

  • Penurunan obligasi terjadi secara luas di AS, Jepang, Australia, Selandia Baru, dan Korea Selatan.

  • Inflasi kembali menjadi fokus utama. Pasar mulai memperhitungkan risiko bahwa kenaikan biaya energi dapat merusak prospek obligasi global, yang sebelumnya mencatat awal tahun terbaik sejak periode pandemi.

  • Donald Trump memberikan komentar terkait konflik Iran, menyatakan bahwa serangan terbesar AS mungkin masih akan terjadi, tidak menutup kemungkinan operasi darat, dan menekankan bahwa dengan kemampuan militer serta kekuatan industri saat ini, AS dapat mempertahankan perang berkepanjangan.

OIL (interval D1)

Sumber: xStation5

Materi pemasaran ini bukan merupakan rekomendasi investasi atau saran strategi investasi. Informasi ini tidak menjamin kinerja atau hasil investasi di masa mendatang. Aktivitas trading melibatkan risiko kerugian finansial yang signifikan, termasuk kemungkinan kehilangan sebagian maupun seluruh modal yang diinvestasikan. Segala keputusan trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu.

6 Mei 2026, 23.03

US Open: Wall Street Naik Dipicu Teknologi dan Turunnya Minyak 📈

6 Mei 2026, 18.50

US100 Melonjak 25%, Reli Nasdaq Mulai Terlalu Panas?

6 Mei 2026, 18.11

Laporan Axios Dorong Pasar Eropa; Novo Nordisk Bintang Hari Ini❓🚀

6 Mei 2026, 16.08

Nasdaq Menguat Usai Harapan Damai AS-Iran

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.