-
TikTok AS dinilai sekitar USD 14 miliar
-
Grup investor (Oracle, Silver Lake, dan MGX Abu Dhabi) akan mengendalikan 45% saham
-
Oracle akan mengawasi keamanan dan tetap menjadi penyedia solusi cloud
-
Perintah eksekutif memberi jendela waktu sekitar 120 hari untuk finalisasi kesepakatan, masih menunggu persetujuan dari Tiongkok
Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang mendukung kerangka kerja yang memungkinkan TikTok tetap beroperasi di AS, dengan nilai entitas baru sekitar USD 14 miliar. Rencana ini mengacu pada undang-undang 2024 yang mewajibkan ByteDance asal Tiongkok melepaskan kendali atas TikTok. Perusahaan akan mempertahankan kepemilikan kurang dari 20%, sementara grup investor yang dipimpin AS (termasuk Oracle, Silver Lake, dan MGX) akan memegang sekitar 45%, dan sisanya akan diberikan kepada investor lain yang ada maupun baru. Gedung Putih menampilkan solusi ini sebagai jawaban atas isu keamanan nasional yang sekaligus menjaga aplikasi tetap tersedia bagi 170 juta pengguna AS dan memenuhi persyaratan divestasi.
Secara operasional, joint venture (JV) baru akan mengawasi operasi TikTok di AS, dengan Oracle memegang peran utama: perusahaan akan bertanggung jawab atas keamanan data dan terus menyediakan infrastruktur cloud. Perintah eksekutif juga menekankan pengawasan AS atas algoritma rekomendasi, termasuk pelatihan ulang dan pemantauan model bersama mitra keamanan AS. Trump menyatakan telah membahas rencana ini dengan Presiden Tiongkok Xi. Persetujuan regulator Tiongkok tetap menjadi syarat penting, dan negosiasi masih berlangsung.
Pemerintah AS menunda penegakan larangan hingga 16 Desember 2025, sementara dokumen transaksi memberi waktu sekitar 120 hari untuk menyelesaikan perubahan kepemilikan.
TSMC Cetak Rekor, Permintaan AI Dorong Pertumbuhan
US500 Tembus 7.000, Earnings & Iran Jadi Pendorong
Economic Calendar: Data Global & Klaim Pengangguran AS
Market Wrap: US500 Cetak Rekor Kembali
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.