Kemarin setelah penutupan pasar, Angkatan Darat Amerika Serikat mengumumkan bahwa mereka mengonsolidasikan 75 perjanjian perangkat lunak terpisah menjadi satu kontrak terpadu secara menyeluruh dengan Palantir. Kerangka kerja baru ini memungkinkan Angkatan Darat dan entitas Departemen Pertahanan lainnya yang memilih untuk ikut serta, memesan produk Palantir senilai hingga USD 10 miliar dalam bidang integrasi data, analitik, dan kecerdasan buatan selama sepuluh tahun ke depan. Angkatan Darat tidak diwajibkan untuk menggunakan seluruh nilai kontrak, tetapi struktur yang lebih sederhana ini secara signifikan mengurangi birokrasi dan biaya, sehingga memungkinkan teknologi baru diterapkan lebih cepat ke pasukan. Ini adalah kontrak terbesar dalam sejarah Palantir dan salah satu kesepakatan perangkat lunak terbesar dalam sejarah Pentagon.
Palantir juga akan melaporkan hasil kuartal kedua tahun fiskal 2025 pada hari Senin, 4 Agustus 2025, setelah penutupan pasar. Konsensus pasar memperkirakan pendapatan sekitar USD 939–940 juta dan laba per saham (EPS) disesuaikan sekitar USD 0,14, yang mengimplikasikan pertumbuhan pendapatan sekitar 40 % y/y dan pertumbuhan laba lebih dari 50 %. Analis akan memantau dengan cermat apakah peluncuran komersial Artificial Intelligence Platform (AIP) dan struktur kontrak baru dengan Angkatan Darat dapat mempertahankan margin operasional di atas 40 %.
Sumber: xStation 5
US Open: Wall Street Naik Dipicu Teknologi dan Turunnya Minyak 📈
US100 Melonjak 25%, Reli Nasdaq Mulai Terlalu Panas?
Damai AS-Iran Mulai Tekan Brent
Arista Networks Terkoreksi Meski Earnings Lampaui Ekspektasi
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.