Indeks AS melemah seiring dolar menguat, didorong pertumbuhan GDP yang solid, pesanan barang tahan lama yang kuat, dan klaim pengangguran yang lebih rendah. Investor kini mempertanyakan apakah The Fed akan benar-benar melanjutkan pelonggaran tahun ini dengan “tempo cepat” seperti yang sebelumnya diperkirakan.
-
US500 turun >0,9%, US2000 nyaris -2%
-
Lithium Americas reli pada spekulasi pemerintah AS akan mengambil saham di perusahaan
-
Saham Oracle melemah setelah laporan Rothschild & Co Redburn
-
Dolar AS menguat dan yield Treasury naik setelah GDP Q2 tumbuh 3,8% y/y (vs 3,3%)
-
Klaim pengangguran turun ke 217K (vs 233K ekspektasi & 233K sebelumnya)
-
Belanja konsumen +2,5% di Q2 (vs 1,6% ekspektasi; 0,5% sebelumnya)
Tinjauan Teknis US500 (D1)
US500 diperdagangkan hampir -1% hari ini. Support kunci berada di area 6.500 (sekitar EMA 50D, garis oranye) yang telah teruji tiga kali dalam beberapa bulan terakhir. Resistance terdekat berada di 6.800, sesuai reaksi harga terbaru.

Sumber: xStation5

Sumber: xStation5
Berita Emiten
-
Immuneering Corp. (IMRX) setelah melaporkan overall survival 86% pada 9 bulan untuk pasien kanker pankreas yang diobati dengan atebimetinib + mGnP. Profit-taking terjadi meski datanya positif.
-
Jabil (JBL) -~9% meski hasil Q4 mengalahkan konsensus analis.
-
Lithium Americas (LAC) +~12% menyusul kabar pemerintahan Trump mempertimbangkan mengambil saham perusahaan.
-
Oracle (ORCL) -~5% di tengah pelemahan sektor teknologi. Rothschild & Co Redburn memulai cakupan dengan rating jual, menilai pasar terlalu melebihkan valuasi pendapatan cloud. Harga masih di atas EMA 50D tetapi menguji low lokal terbaru di bawah $300.

Sumber: xStation5
Daily summary: Pasar Global Tertekan usai Kunjungan Trump ke China
US OPEN: Saham AI Kena Aksi Profit Taking
Pasar Obligasi Anjlok❗️TNOTE Turun di Bawah Level Terendah 1 Tahun 📉
Kevin Warsh hadapi ujian terbesar The Fed. Trump ingin pemangkasan suku bunga, Inflasi berkata “Tidak”
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.