Waktu membaca 11 Menit

Cara Kerja Saham: Dari Kepemilikan hingga Harga Bergerak

Cara kerja saham dimulai ketika investor membeli sebagian kepemilikan perusahaan publik. Nilainya kemudian berubah mengikuti kinerja perusahaan, ekspektasi investor, supply dan demand, serta kondisi pasar. Investor dapat memperoleh return melalui kenaikan harga maupun dividen, tetapi tetap menghadapi risiko kerugian.

Cara kerja saham dimulai ketika investor membeli sebagian kepemilikan perusahaan publik. Nilainya kemudian berubah mengikuti kinerja perusahaan, ekspektasi investor, supply dan demand, serta kondisi pasar. Investor dapat memperoleh return melalui kenaikan harga maupun dividen, tetapi tetap menghadapi risiko kerugian.

Cara kerja saham dimulai ketika investor membeli sebagian kepemilikan sebuah perusahaan publik. Setelah saham dimiliki, nilainya dapat naik atau turun mengikuti perubahan harga di pasar, sementara perusahaan juga dapat membagikan sebagian laba melalui dividen. Harga tersebut terbentuk dari interaksi supply dan demand yang terus berubah berdasarkan kinerja bisnis, berita, kondisi ekonomi, dan ekspektasi investor.

Artinya, membeli saham bukan sekadar membeli kode ticker yang bergerak di layar. Investor pada dasarnya membeli bagian kecil dari sebuah bisnis dan ikut menanggung dampak dari perkembangan perusahaan tersebut.

Untuk memahami saham dengan lebih baik, penting mengetahui tiga hal utama: apa yang sebenarnya dimiliki investor, bagaimana harga saham terbentuk, dan dari mana return maupun risiko berasal.

Poin Penting

  • Saham merepresentasikan sebagian kepemilikan pada perusahaan publik.
  • Harga saham terbentuk dari interaksi antara pembeli dan penjual di pasar.
  • Investor dapat memperoleh return dari kenaikan harga saham dan dividen.
  • Berita, laporan keuangan, suku bunga, dan ekspektasi pasar dapat mengubah harga saham.
  • Market order dan limit order memiliki mekanisme eksekusi yang berbeda.
  • Stock split, dividen, dan corporate action lain dapat memengaruhi harga maupun jumlah saham yang dimiliki.
  • Investasi saham tetap memiliki market risk, company risk, dan liquidity risk.

Bagaimana Cara Kerja Saham?

Ketika sebuah perusahaan menjadi perusahaan publik dan sahamnya diperdagangkan di bursa, investor dapat membeli sebagian kepemilikan perusahaan tersebut. Jumlah saham yang dimiliki menentukan seberapa besar porsi kepemilikan investor dibanding total saham perusahaan yang beredar. Namun, memiliki saham tidak berarti investor dapat secara langsung mengatur kegiatan operasional perusahaan.

Sebagai pemegang saham, investor umumnya memiliki kepentingan ekonomi terhadap perkembangan bisnis. Jika perusahaan tumbuh, meningkatkan laba, atau dipandang memiliki prospek yang semakin baik, nilai sahamnya dapat meningkat. Sebaliknya, jika kinerja perusahaan memburuk atau ekspektasi pasar menurun, harga saham juga dapat mengalami tekanan.

Infografik cara kerja saham yang menjelaskan kepemilikan perusahaan, pembentukan harga pasar, sumber return dari capital gain dan dividen, eksekusi order, serta risiko investasi.
 

Apa Arti Memiliki Saham Perusahaan?

Membeli saham biasa atau common stock berarti memperoleh sebagian kepemilikan dalam sebuah perusahaan. Kepemilikan tersebut biasanya membawa dua jenis hak utama: hak ekonomi dan, pada jenis saham tertentu, hak suara.

Hak ekonomi berkaitan dengan potensi investor memperoleh manfaat dari kenaikan nilai perusahaan atau pembagian dividen. Sementara hak suara dapat digunakan dalam keputusan tertentu, misalnya pemilihan anggota dewan atau agenda perusahaan yang membutuhkan persetujuan pemegang saham.

Namun, kepemilikan saham tidak menjamin investor selalu memperoleh dividen atau keuntungan. Jika perusahaan mengalami likuidasi, pemegang saham biasa juga umumnya berada di belakang kreditur dan pemegang instrumen dengan prioritas lebih tinggi dalam urutan klaim terhadap aset perusahaan. Karena itu, kepemilikan saham memberikan potensi keuntungan sekaligus risiko.

Dari Mana Investor Mendapatkan Return Saham?

Secara umum, return saham dapat berasal dari dua sumber utama: capital gain dan dividen.

Capital Gain

Capital gain terjadi ketika saham dijual pada harga yang lebih tinggi daripada harga pembeliannya. Sebagai contoh, investor membeli saham pada harga US$100 dan kemudian menjualnya pada US$125. Selisih US$25 per saham merupakan capital gain sebelum memperhitungkan biaya transaksi dan pajak yang mungkin berlaku.

Sebaliknya, jika saham dijual di bawah harga beli, investor mengalami capital loss. Harga saham dapat berubah karena banyak faktor, mulai dari pertumbuhan laba perusahaan hingga perubahan ekspektasi pasar.

Dividen

Dividen merupakan bagian dari laba atau kas perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham berdasarkan keputusan perusahaan. Tidak semua perusahaan membagikan dividen. Perusahaan yang masih berada dalam fase pertumbuhan dapat memilih menggunakan laba untuk ekspansi, riset, akuisisi, atau kebutuhan bisnis lainnya. Karena itu, dividen sebaiknya dipandang sebagai salah satu sumber potensi return, bukan pembayaran yang selalu dijamin.

Contoh

Misalnya investor membeli 10 saham dengan harga US$100 per saham sehingga total modal awalnya US$1.000. Setelah satu tahun, harga saham naik menjadi US$110 dan perusahaan membagikan dividen US$2 per saham.

Jika investor menjual saham tersebut, return kotornya terdiri dari:

  • Capital gain: 10 × US$10 = US$100.
  • Dividen: 10 × US$2 = US$20.
  • Total return kotor: US$120.

Contoh ini belum memperhitungkan biaya transaksi, pajak, perubahan kurs, atau biaya lain yang mungkin berlaku.

Bagaimana Harga Saham Terbentuk?

Harga saham tidak ditentukan secara langsung oleh perusahaan setelah saham tersebut diperdagangkan di pasar sekunder. Harga terbentuk dari interaksi antara permintaan dan penawaran.

Ketika lebih banyak investor ingin membeli dibanding menjual pada harga tertentu, tekanan beli dapat mendorong harga naik. Sebaliknya, ketika tekanan jual lebih besar, harga cenderung turun.

Proses ini berlangsung terus selama pasar dibuka. Di baliknya terdapat order book, yaitu kumpulan order beli dan jual yang sedang menunggu untuk dieksekusi. 

Order beli disebut bid, sedangkan harga jual yang ditawarkan disebut ask. Selisih antara harga bid terbaik dan ask terbaik disebut bid-ask spread.
Semakin likuid sebuah saham, biasanya semakin banyak pembeli dan penjual yang aktif sehingga spread dapat menjadi lebih kecil.

Tahukah Anda?
Harga saham mencerminkan ekspektasi pasar terhadap masa depan, bukan hanya kondisi perusahaan saat ini. Karena itu, perusahaan dapat melaporkan laba yang meningkat tetapi harga sahamnya tetap turun apabila hasil tersebut berada di bawah ekspektasi investor atau prospek berikutnya dinilai kurang menarik.

Bagaimana Order Saham Diproses?

Ketika investor mengirim order melalui broker, instruksi tersebut diteruskan ke sistem perdagangan sesuai mekanisme pasar yang berlaku. Order kemudian dicocokkan dengan order dari pihak lain.

Jika ada pembeli dan penjual yang menyepakati harga yang kompatibel, transaksi dapat terjadi. Dalam pasar elektronik modern, proses matching ini dapat berlangsung sangat cepat.

Dua jenis order yang paling umum adalah market order dan limit order.

1. Market Order

Market order merupakan instruksi untuk membeli atau menjual pada harga terbaik yang tersedia saat order diproses. Kelebihannya adalah peluang eksekusi yang relatif tinggi. Namun, investor tidak memiliki kontrol penuh terhadap harga akhir. Pada kondisi pasar yang bergerak cepat atau kurang likuid, harga eksekusi dapat berbeda dari harga yang terlihat sebelumnya.

2. Limit Order

Limit order memungkinkan investor menentukan batas harga. Pada buy limit, investor menetapkan harga maksimum yang bersedia dibayar. Pada sell limit, investor menentukan harga minimum yang bersedia diterima. Kelebihannya adalah kontrol harga yang lebih besar. Kekurangannya, order belum tentu tereksekusi apabila pasar tidak mencapai harga tersebut.

Mengapa Harga Saham Naik dan Turun?

Pergerakan harga saham biasanya merupakan hasil kombinasi antara informasi baru dan perubahan ekspektasi investor. Beberapa faktor utama yang dapat memengaruhi harga saham antara lain:

  • Laporan keuangan. Pertumbuhan revenue, laba, margin, dan arus kas dapat mengubah penilaian investor.
  • Guidance perusahaan. Proyeksi manajemen mengenai kinerja ke depan sering kali memiliki pengaruh besar.
  • Suku bunga. Perubahan suku bunga dapat memengaruhi biaya modal serta valuasi saham.
  • Inflasi dan ekonomi. Kondisi ekonomi dapat memengaruhi daya beli, biaya produksi, dan permintaan.
  • Berita perusahaan. Produk baru, akuisisi, perubahan manajemen, atau masalah hukum dapat mengubah sentimen.
  • Tren sektor. Perubahan kondisi industri dapat berdampak pada banyak perusahaan sekaligus.
  • Sentimen pasar. Risk appetite investor juga memengaruhi permintaan terhadap saham.

Karena faktor-faktor tersebut terus berubah, harga saham juga dapat bergerak sepanjang hari.

Apa Itu Open, High, Low, Close, dan Volume?

Data harga saham biasanya menampilkan beberapa angka dasar yang membantu investor memahami aktivitas perdagangan.

  • Open adalah harga transaksi awal pada suatu periode.
  • High menunjukkan harga tertinggi.
  • Low menunjukkan harga terendah.
  • Close adalah harga terakhir pada periode tersebut.
  • Volume menunjukkan jumlah saham yang diperdagangkan selama periode tertentu.

Volume dapat membantu memberikan konteks terhadap suatu pergerakan harga. Kenaikan tajam dengan volume tinggi menunjukkan aktivitas pasar yang lebih besar dibanding kenaikan serupa dengan volume sangat rendah.  Namun, volume sendiri tidak dapat memastikan arah harga berikutnya dan sebaiknya digunakan bersama informasi lain.

Mengapa Laporan Keuangan Bisa Menggerakkan Saham?

Investor membeli saham berdasarkan ekspektasi terhadap kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan di masa depan. Karena itu, laporan keuangan menjadi salah satu sumber informasi penting.

Ketika perusahaan melaporkan laba atau revenue yang lebih tinggi dari perkiraan, investor dapat meningkatkan valuasi perusahaan. Namun, hasil yang terlihat bagus secara absolut belum tentu menghasilkan kenaikan saham.

Pasar biasanya membandingkan angka aktual dengan ekspektasi sebelumnya. Misalnya, jika pasar mengharapkan pertumbuhan laba 30% tetapi perusahaan hanya mencatat 20%, harga saham dapat turun meskipun laba tetap tumbuh.

Hal yang sama berlaku untuk guidance. Prospek yang lebih lemah dari perkiraan dapat memengaruhi harga lebih besar daripada kinerja periode sebelumnya.

Bagaimana Corporate Action Memengaruhi Saham?

Corporate action adalah keputusan perusahaan yang dapat memengaruhi saham maupun pemegang saham. Beberapa corporate action yang umum antara lain dividen, stock split, reverse split, rights issue, buyback, merger, dan akuisisi.

Stock Split

Stock split meningkatkan jumlah saham beredar sambil menurunkan harga per saham secara proporsional. Misalnya, dalam stock split 2-for-1, setiap satu saham berubah menjadi dua saham.

Jika sebelumnya investor memiliki 10 saham dengan harga US$200, setelah split secara teoritis menjadi 20 saham dengan harga sekitar US$100. Total nilai posisi tidak otomatis berubah hanya karena split.

Reverse Stock Split

Reverse stock split bekerja sebaliknya. Jumlah saham dikurangi sementara harga per saham meningkat secara proporsional. Misalnya, reverse split 1-for-10 mengubah 10 saham menjadi satu saham.

Dividen

Ketika perusahaan membayar dividen tunai, harga saham biasanya mengalami penyesuaian pada ex-dividend date. Secara teori, harga dapat turun sekitar nilai dividen karena sebagian kas perusahaan telah dialihkan kepada pemegang saham.

Pergerakan aktual tetap dapat berbeda karena harga juga dipengaruhi aktivitas pasar lainnya.

Rights Issue

Rights issue memungkinkan perusahaan menerbitkan saham baru dan memberikan hak tertentu kepada pemegang saham yang memenuhi syarat. Jika investor tidak berpartisipasi, persentase kepemilikannya dapat terdilusi akibat bertambahnya jumlah saham perusahaan.

Apa Risiko Investasi Saham?

Walaupun saham menawarkan potensi pertumbuhan, nilainya juga dapat turun. Risikonya tidak hanya berasal dari satu sumber.

Market Risk

Market risk adalah risiko penurunan yang memengaruhi sebagian besar pasar. Resesi, kenaikan suku bunga, inflasi, krisis keuangan, atau peristiwa geopolitik dapat menekan banyak saham sekaligus. Dalam kondisi seperti itu, saham perusahaan dengan fundamental baik pun dapat ikut turun.

Company Risk

Company risk berasal dari masalah spesifik perusahaan. Contohnya dapat berupa penurunan penjualan, kerugian, kegagalan produk, masalah manajemen, utang berlebihan, atau perubahan persaingan.

Diversifikasi dapat membantu mengurangi risiko yang terlalu terkonsentrasi pada satu perusahaan, tetapi tidak menghilangkan seluruh risiko pasar.

Liquidity Risk

Liquidity risk muncul ketika saham sulit dibeli atau dijual dalam jumlah tertentu tanpa memengaruhi harga secara signifikan. Saham dengan volume rendah cenderung memiliki spread lebih lebar dan jumlah order yang lebih sedikit.

Ketika pasar sedang bergejolak, kondisi likuiditas juga dapat berubah dengan cepat.

Perhatian
Harga saham dapat turun meskipun perusahaan tetap beroperasi dan menghasilkan laba. Valuasi saham sangat dipengaruhi ekspektasi terhadap masa depan, sehingga perubahan suku bunga, prospek pertumbuhan, sentimen pasar, atau valuasi yang sebelumnya terlalu tinggi dapat memicu koreksi tanpa harus ada masalah fundamental besar pada perusahaan.

Apa Bedanya Saham dengan Obligasi?

Saham dan obligasi memiliki karakter yang berbeda. Ketika membeli saham, investor memperoleh bagian kepemilikan perusahaan. Ketika membeli obligasi, investor pada dasarnya memberikan pinjaman kepada penerbit obligasi dengan ketentuan tertentu.

Pemegang obligasi biasanya memiliki klaim pembayaran yang lebih tinggi dibanding pemegang saham apabila perusahaan mengalami likuidasi. Sebaliknya, pemegang saham memiliki potensi memperoleh keuntungan lebih besar jika nilai perusahaan tumbuh signifikan, tetapi juga menanggung risiko yang lebih tinggi.

Apakah Dividen Selalu Dibayarkan?

Tidak. Keputusan pembayaran dividen bergantung pada kondisi dan kebijakan perusahaan. Perusahaan dapat menggunakan laba untuk membayar dividen, tetapi juga dapat memilih menginvestasikannya kembali untuk ekspansi atau menjaga likuiditas. Karena itu, riwayat dividen bukan jaminan bahwa pembayaran dengan jumlah yang sama akan terus berlangsung. Investor yang mengandalkan dividen sebaiknya memperhatikan laba, arus kas, payout ratio, tingkat utang, dan kebijakan distribusi perusahaan.

Bagaimana Biaya Memengaruhi Return Saham?

Return investasi yang terlihat dari perubahan harga belum tentu sama dengan return bersih yang diterima investor. Biaya transaksi, bid-ask spread, pajak, serta biaya konversi mata uang jika relevan dapat mengurangi hasil akhir.

Dampaknya semakin penting bagi investor yang melakukan transaksi dengan frekuensi tinggi. Misalnya, keuntungan 2% dari sebuah transaksi dapat menjadi jauh lebih kecil setelah seluruh biaya diperhitungkan. Karena itu, evaluasi investasi sebaiknya menggunakan net return, bukan hanya perubahan harga saham.

Cara Memahami Saham Sebelum Membeli

Sebelum membeli saham, investor sebaiknya tidak hanya melihat apakah harga sedang naik atau turun.

Beberapa hal yang dapat diperiksa meliputi:

  • Bisnis perusahaan. Pahami bagaimana perusahaan menghasilkan pendapatan dan laba.
  • Kinerja keuangan. Perhatikan revenue, profitabilitas, arus kas, dan tingkat utang.
  • Valuasi. Harga saham yang tinggi tidak selalu berarti mahal, begitu pula harga rendah tidak otomatis berarti murah.
  • Prospek industri. Kondisi sektor dapat mendukung atau menekan pertumbuhan perusahaan.
  • Likuiditas saham. Volume dan spread dapat memengaruhi kualitas transaksi.
  • Risiko perusahaan. Kenali faktor yang dapat mengubah asumsi investasi.
  • Horizon investasi. Tentukan apakah saham sesuai dengan tujuan dan jangka waktu yang direncanakan.

Tujuannya bukan menemukan saham yang pasti naik, melainkan memahami hubungan antara potensi return dan risiko sebelum mengambil keputusan.

Kesimpulan

Cara kerja saham dimulai dari kepemilikan sebagian perusahaan, kemudian nilainya berubah berdasarkan interaksi antara kinerja bisnis, ekspektasi investor, supply, dan demand di pasar. Investor dapat memperoleh return dari kenaikan harga saham dan dividen, tetapi keduanya tidak dijamin.

Harga saham terus berubah karena pasar secara konstan menilai informasi baru, mulai dari laporan keuangan dan guidance hingga kondisi ekonomi dan suku bunga.

Memahami mekanisme transaksi, order book, dividen, corporate action, likuiditas, dan risiko dapat membantu investor membaca saham sebagai bagian dari sebuah bisnis, bukan sekadar angka yang bergerak di layar.

Dapatkan Reward hingga $25

Ada reward khusus pengguna baru saat buka rekening, deposit & transaksi di XTB!

Ambil rewardnya!

FAQ

Saham bekerja dengan memberikan investor sebagian kepemilikan dalam perusahaan publik. Nilai saham kemudian bergerak berdasarkan kinerja perusahaan, supply dan demand, kondisi pasar, serta ekspektasi investor terhadap prospek bisnisnya.

Harga saham berubah karena jumlah dan harga order beli serta jual terus bergerak sepanjang sesi perdagangan. Laporan keuangan, berita perusahaan, suku bunga, kondisi ekonomi, dan sentimen pasar dapat mengubah permintaan maupun penawaran saham.

Keuntungan saham dapat berasal dari capital gain dan dividen. Capital gain terjadi ketika saham dijual lebih tinggi dari harga beli, sedangkan dividen merupakan bagian laba yang dibagikan perusahaan kepada pemegang saham dan tidak selalu diberikan.

Harga saham dapat turun meskipun kinerja perusahaan bagus karena pasar membandingkan hasil aktual dengan ekspektasi sebelumnya. Jika laba berada di bawah perkiraan, guidance melemah, atau valuasi dianggap terlalu tinggi, investor tetap dapat melakukan aksi jual.

Risiko utama investasi saham meliputi market risk, company risk, dan liquidity risk. Investor juga dapat mengalami kerugian ketika harga saham turun di bawah harga beli, sehingga memahami fundamental perusahaan, kondisi pasar, dan risiko sebelum membeli saham tetap penting.

9 menit

Apa Itu Nasdaq? Indeks Teknologi AS & Cara Investasinya

11 menit

Apa Itu Dow Jones? Pengertian dan Cara Kerja Indeks DJIA

11 menit

Apa Itu Common Stock? Hak, Return, dan Risiko Investor

Materi pemasaran ini bukan merupakan rekomendasi investasi atau saran strategi investasi. Informasi ini tidak menjamin kinerja atau hasil investasi di masa mendatang. Aktivitas trading melibatkan risiko kerugian finansial yang signifikan, termasuk kemungkinan kehilangan sebagian maupun seluruh modal yang diinvestasikan. Segala keputusan trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.