Drawdown mengukur seberapa besar nilai investasi turun dari titik tertingginya sebelum mencapai titik terendah. Metrik ini membantu investor melihat downside risk yang tidak selalu terlihat dari return rata-rata, sekaligus memahami seberapa dalam dan lama portofolio pernah berada di bawah puncaknya.
Drawdown mengukur seberapa besar nilai investasi turun dari titik tertingginya sebelum mencapai titik terendah. Metrik ini membantu investor melihat downside risk yang tidak selalu terlihat dari return rata-rata, sekaligus memahami seberapa dalam dan lama portofolio pernah berada di bawah puncaknya.
Drawdown adalah penurunan nilai investasi dari titik tertinggi atau peak ke titik terendah atau trough sebelum investasi tersebut kembali mencapai puncak baru. Metrik ini biasanya dinyatakan dalam persentase dan digunakan untuk melihat seberapa besar kerugian yang pernah dialami investor selama periode tertentu.
Berbeda dari return yang hanya menunjukkan perubahan nilai antara dua titik waktu, drawdown memperlihatkan seberapa dalam penurunan yang harus dilalui di tengah perjalanan investasi. Karena itu, dua saham atau portofolio dengan return akhir yang sama dapat memberikan pengalaman risiko yang sangat berbeda.
Bagi investor saham dan ETF, drawdown dapat membantu menjawab pertanyaan sederhana: jika pasar bergerak tidak sesuai ekspektasi, seberapa besar penurunan yang secara historis pernah terjadi dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk pulih?
Poin Penting
- Drawdown adalah penurunan nilai investasi dari peak ke trough.
- Drawdown menunjukkan downside risk yang tidak selalu terlihat dari total return.
- Maximum drawdown menunjukkan penurunan terdalam dalam periode tertentu.
- Drawdown dapat tetap besar meskipun return jangka panjang akhirnya positif.
- Durasi penurunan dan waktu pemulihan sama pentingnya dengan besarnya penurunan.
- Drawdown berbeda dari volatilitas karena hanya berfokus pada penurunan dari puncak.
- Historical drawdown tidak menjamin tingkat penurunan yang sama akan terjadi di masa depan.
Apa Itu Drawdown dan Mengapa Penting?
Dalam investasi, nilai aset jarang bergerak lurus ke atas. Harga saham, ETF, maupun nilai portofolio dapat membentuk puncak baru, turun, kemudian pulih kembali.
Drawdown mengukur jarak antara puncak sebelum penurunan dan titik terendah setelahnya. Semakin besar persentasenya, semakin dalam penurunan nilai investasi yang harus dihadapi investor.
Misalnya sebuah portofolio mencapai Rp100 juta kemudian turun menjadi Rp80 juta sebelum mulai pulih.
Drawdown-nya adalah:
(Rp100 juta − Rp80 juta) ÷ Rp100 juta × 100% = 20%
Artinya, pada fase tersebut nilai portofolio turun 20% dari puncaknya.
Drawdown Berbeda dari Return
Return mengukur perubahan nilai investasi selama periode tertentu. Namun angka tersebut tidak menjelaskan apa yang terjadi di antara titik awal dan akhirnya.
Misalnya dua portofolio sama-sama menghasilkan return tahunan 10%. Portofolio pertama bergerak relatif stabil, sedangkan portofolio kedua sempat turun 25% sebelum akhirnya pulih dan ditutup dengan return yang sama.
Jika hanya melihat return akhir, keduanya tampak setara. Drawdown menunjukkan bahwa pengalaman risiko investor pada portofolio kedua jauh lebih besar.
Jenis Drawdown yang Perlu Dipahami
Tidak semua drawdown digunakan untuk menjawab pertanyaan yang sama. Beberapa metrik dapat membantu melihat risiko dari sudut yang berbeda.
1. Maximum Drawdown
Maximum drawdown atau MDD adalah penurunan terbesar dari peak ke trough yang pernah terjadi dalam periode pengamatan.
Metrik ini menjawab pertanyaan:
Seberapa besar kerugian paling dalam yang pernah terjadi pada investasi ini?
Misalnya nilai portofolio pernah mencapai Rp100 juta dan kemudian jatuh ke Rp70 juta sebelum pulih.
Maka: Maximum Drawdown = 30%
Jika beberapa tahun kemudian terjadi penurunan lain sebesar 20%, maximum drawdown tetap 30% karena itulah penurunan terdalam yang tercatat dalam periode tersebut.
Maximum drawdown sering digunakan untuk membandingkan bagaimana suatu saham, ETF, fund, atau strategi menghadapi periode pasar yang buruk.
2. Drawdown dari Peak Terkini
Investor juga dapat melihat seberapa jauh nilai investasi saat ini berada di bawah puncak sebelumnya.
Misalnya sebuah saham pernah mencapai US$200 dan saat ini diperdagangkan di US$170.
Drawdown dari peak tersebut adalah:
(US$200 − US$170) ÷ US$200 × 100% = 15%
Angka ini memberikan gambaran mengenai tekanan yang masih sedang berlangsung, bukan sekadar sejarah penurunan terdalam.
3. Rolling Drawdown
Rolling drawdown mengukur drawdown dalam jendela waktu yang bergerak, misalnya 90 hari, 180 hari, atau 12 bulan.
Tujuannya adalah melihat apakah penurunan besar hanya terjadi dalam satu periode ekstrem atau berulang dalam berbagai periode yang lebih pendek.
Untuk investor jangka panjang, informasi ini dapat membantu memahami pola risiko. Sebuah investasi mungkin memiliki satu maximum drawdown sangat besar karena krisis tertentu, tetapi relatif stabil pada sebagian besar periode lainnya.
Cara Menghitung Drawdown
Perhitungan drawdown pada dasarnya sederhana.
Pertama, tentukan nilai tertinggi investasi selama periode pengamatan. Nilai ini menjadi peak. Kemudian bandingkan nilai investasi setelah peak tersebut dengan nilai tertinggi tadi.
Rumusnya:
Drawdown (%) = ((Peak − Nilai Saat Ini) ÷ Peak) × 100%
Jika yang ingin dihitung adalah maximum drawdown, gunakan titik terendah atau trough setelah peak.
Mengapa Waktu Pemulihan Juga Penting?
Drawdown 20% tidak selalu memberikan dampak yang sama.
Sebuah saham dapat turun 20% lalu kembali ke puncaknya dalam tiga bulan. Saham lain dapat mengalami penurunan yang sama tetapi membutuhkan satu hingga dua tahun untuk kembali ke harga sebelumnya.
Secara angka, keduanya memiliki drawdown yang sama. Dari perspektif investor, pengalaman dan opportunity cost-nya dapat sangat berbeda.
Karena itu, analisis drawdown sebaiknya melihat dua hal:
- Depth: seberapa dalam penurunannya.
- Duration: berapa lama investasi berada di bawah peak.
Recovery baru dianggap selesai ketika nilai investasi kembali mencapai peak sebelumnya.
Mengapa Kerugian Membutuhkan Return Lebih Besar untuk Pulih?
Semakin besar drawdown, semakin besar persentase kenaikan yang diperlukan untuk kembali ke titik awal.
Contohnya:
| Drawdown | Kenaikan yang Dibutuhkan untuk Pulih |
|---|---|
| 10% | 11,1% |
| 20% | 25% |
| 30% | 42,9% |
| 50% | 100% |
Jika investasi turun 50%, nilainya menjadi setengah dari sebelumnya. Karena itu, investasi perlu naik 100% dari level yang lebih rendah untuk kembali ke peak awal.
Inilah alasan menjaga downside dapat menjadi aspek penting dalam pengelolaan risiko portofolio.
Drawdown vs Volatilitas: Apa Bedanya?
Drawdown dan volatilitas sama-sama digunakan untuk memahami risiko, tetapi keduanya mengukur hal yang berbeda.
Volatilitas mengukur seberapa besar return naik dan turun dari waktu ke waktu. Pergerakan positif maupun negatif ikut diperhitungkan.
Drawdown hanya berfokus pada penurunan dari titik tertinggi sebelumnya. Karena itu, metrik ini lebih langsung menggambarkan pengalaman kehilangan nilai modal.
Misalnya saham dapat sangat volatil karena sering naik dan turun 5% dalam waktu singkat. Namun selama penurunannya cepat pulih dan terus mencetak peak baru, maximum drawdown-nya belum tentu sebesar saham yang turun perlahan tetapi terus berada jauh di bawah puncak.
Keduanya sebaiknya dilihat bersama, bukan dianggap saling menggantikan.
Bagaimana Investor Menggunakan Drawdown?
Drawdown dapat digunakan untuk mengevaluasi apakah karakter risiko suatu investasi sesuai dengan kemampuan investor menghadapi penurunan.
Beberapa penggunaannya antara lain:
- Membandingkan saham atau ETF. Investor dapat melihat bukan hanya return, tetapi juga drawdown historisnya.
- Mengevaluasi portofolio. Maximum drawdown dapat menunjukkan seberapa besar penurunan yang pernah dialami keseluruhan portofolio.
- Mengukur toleransi risiko. Investor dapat mempertimbangkan apakah mampu mempertahankan investasi ketika nilainya turun 10%, 20%, atau lebih.
- Mengevaluasi strategi. Dua strategi dengan return serupa dapat memiliki maximum drawdown yang sangat berbeda.
- Melihat dampak perubahan portofolio. Drawdown dapat dibandingkan dengan perubahan komposisi aset untuk memahami aset mana yang paling berkontribusi terhadap penurunan.
Namun angka tersebut tetap perlu dibaca bersama konteks. Saham growth, saham defensif, dan ETF broad market secara alami dapat memiliki pola drawdown yang berbeda.
Apa yang Perlu Dilihat Selain Drawdown?
Drawdown sangat berguna, tetapi tidak sebaiknya menjadi satu-satunya dasar dalam menilai investasi.
Investor juga dapat memperhatikan:
- Total return.
- Pertumbuhan laba dan cash flow.
- Valuasi.
- Volatilitas.
- Likuiditas.
- Diversifikasi portofolio.
- Durasi pemulihan setelah penurunan.
- Penyebab drawdown.
Penyebab penurunan juga penting. Drawdown akibat koreksi pasar secara luas berbeda dari penurunan karena fundamental perusahaan memburuk secara permanen. Angka persentasenya bisa sama, tetapi implikasinya terhadap investasi dapat berbeda.
Kesimpulan
Drawdown adalah ukuran penurunan nilai investasi dari titik tertinggi ke titik terendah sebelum terjadi pemulihan. Metrik ini membantu investor melihat downside risk yang sering tidak terlihat jika hanya memperhatikan return.
Maximum drawdown menunjukkan penurunan terdalam secara historis, sedangkan rolling drawdown dapat membantu melihat pola tekanan dalam periode yang lebih pendek. Durasi pemulihan juga penting karena investasi yang membutuhkan waktu lama untuk kembali ke peak dapat memberikan pengalaman risiko yang berbeda.
Bagi investor saham dan ETF, drawdown dapat digunakan untuk membandingkan risiko, mengevaluasi portofolio, dan memahami seberapa besar penurunan yang mungkin harus dihadapi selama perjalanan investasi.
Namun historical drawdown tetap bukan prediksi. Yang paling berguna adalah menggabungkannya dengan fundamental, valuasi, volatilitas, dan tujuan investasi agar risiko dapat dinilai secara lebih menyeluruh.
FAQ
Drawdown adalah penurunan nilai investasi dari titik tertinggi atau peak ke titik terendah atau trough sebelum mencapai puncak baru. Biasanya drawdown dinyatakan dalam persentase dari nilai peak.
Drawdown dihitung dengan rumus ((Peak − Nilai Saat Ini) ÷ Peak) × 100%. Jika menghitung maximum drawdown, gunakan nilai trough terendah setelah peak.
Maximum drawdown adalah penurunan peak-to-trough terbesar yang pernah terjadi selama periode tertentu. Metrik ini menunjukkan tekanan kerugian historis paling dalam yang pernah dialami investasi.
Drawdown mengukur penurunan dari peak, sedangkan volatilitas mengukur tingkat fluktuasi return ke atas maupun ke bawah. Karena itu, drawdown lebih spesifik menggambarkan downside risk.
Tidak selalu. Drawdown perlu dibandingkan dengan karakter aset, return jangka panjang, penyebab penurunan, dan waktu yang diperlukan untuk pulih. Namun drawdown yang besar menunjukkan bahwa investor perlu mampu menghadapi penurunan nilai yang lebih signifikan selama periode investasi.
Modal Minimum Investasi Saham untuk Investor Pemula
Cara Beli Saham Apple, Tesla, dan Amazon dengan Mudah
Jenis-Jenis Investasi untuk Membangun Portofolio Optimal
Materi pemasaran ini bukan merupakan rekomendasi investasi atau saran strategi investasi. Informasi ini tidak menjamin kinerja atau hasil investasi di masa mendatang. Aktivitas trading melibatkan risiko kerugian finansial yang signifikan, termasuk kemungkinan kehilangan sebagian maupun seluruh modal yang diinvestasikan. Segala keputusan trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu.