Waktu membaca 8 Menit

Income Statement: Pengertian dan Cara Membaca Profitabilitas Perusahaan

Income statement adalah laporan keuangan yang menunjukkan pendapatan, beban, serta laba atau rugi perusahaan selama periode tertentu. Panduan ini membahas apa itu income statement, komponen utamanya, cara membaca laporan laba rugi dari revenue hingga net income, menghitung margin, serta menggunakannya untuk menilai profitabilitas perusahaan.

Income statement adalah laporan keuangan yang menunjukkan pendapatan, beban, serta laba atau rugi perusahaan selama periode tertentu. Panduan ini membahas apa itu income statement, komponen utamanya, cara membaca laporan laba rugi dari revenue hingga net income, menghitung margin, serta menggunakannya untuk menilai profitabilitas perusahaan.

Income statement adalah laporan keuangan yang menunjukkan pendapatan, beban, serta laba atau rugi perusahaan selama periode akuntansi tertentu, dan juga dikenal sebagai profit and loss statement atau P&L. Bagian paling bawah dari laporan ini selalu menunjukkan net income, misalnya laba hipotetis sebesar US$10 juta dalam satu kuartal. Investor menggunakan income statement untuk mengikuti kinerja perusahaan mulai dari penjualan di bagian top line hingga laba akhir, karena setiap pos di dalamnya dapat memberikan gambaran mengenai kondisi finansial bisnis.

  • Income statement dan profit and loss statement atau P&L merupakan dua istilah untuk laporan keuangan yang sama.
  • Komponen utamanya mencakup revenue, cost of goods sold, gross profit, operating expenses, operating income, dan net income.
  • Rumus dasarnya adalah Net Income = Total Revenue - Total Expenses.
  • Cara membaca income statement adalah dari bagian paling atas, yaitu revenue, hingga bagian paling bawah, yaitu net income.
  • Berbeda dengan income statement yang mengukur profitabilitas selama periode tertentu, neraca menunjukkan kondisi pada satu tanggal dan cash flow statement mencatat pergerakan kas aktual.

Apa Itu Income Statement?

Income statement, yang juga dikenal sebagai profit and loss statement (P&L) atau laporan laba rugi, merupakan salah satu dari tiga laporan keuangan utama yang didefinisikan dalam IAS 1 (Presentation of Financial Statements) dan diwajibkan dalam laporan regulasi seperti SEC 10-K dan 10-Q. Laporan ini menunjukkan pendapatan, beban, serta laba atau rugi perusahaan selama periode akuntansi tertentu.

Investor terkadang mempertanyakan apakah income statement berbeda dengan profit and loss statement. Keduanya merupakan dokumen yang sama, sementara istilah lain seperti statement of operations juga dapat digunakan untuk merujuk pada laporan tersebut. Memahami bahwa istilah-istilah tersebut memiliki arti yang sama dapat mengurangi kebingungan saat meneliti laporan keuangan berbagai perusahaan.

Income statement mencakup periode tertentu, misalnya satu kuartal atau satu tahun fiskal penuh. Karakteristik berbasis periode ini membedakan laporan laba rugi dari laporan yang menunjukkan kondisi pada satu titik waktu. Bagian akhir laporan disebut “bottom line”, yang menunjukkan net income atau net loss yang dihasilkan selama periode akuntansi tersebut.

Apa Saja Komponen Income Statement?

Income statement terdiri dari beberapa pos utama, yaitu revenue atau penjualan, cost of goods sold (COGS), gross profit, operating expenses, operating income, pajak, dan net income. Memahami laporan keuangan membutuhkan pemahaman mengenai arti dari setiap pos tersebut. Komponen utama laporan laba rugi meliputi:

  • Revenue: Bagian paling atas atau top line yang menunjukkan total pendapatan dari penjualan produk atau jasa.
  • Cost of goods sold (COGS): Biaya langsung yang berkaitan dengan produksi barang yang dijual perusahaan.
  • Gross profit: Hasil dari revenue dikurangi COGS.
  • Operating expenses: Biaya yang diperlukan untuk menjalankan kegiatan bisnis sehari-hari, seperti biaya penjualan, umum, dan administrasi.
  • Operating income: Laba yang dihasilkan dari kegiatan operasional bisnis sebelum memperhitungkan bunga dan pajak.
  • Net income: Bagian paling bawah yang menunjukkan laba atau rugi akhir setelah seluruh biaya, bunga, dan pajak dikurangkan.

Beberapa sumber mengelompokkan income statement ke dalam empat elemen dasar akuntansi, yaitu revenue, expenses, gains, dan losses. Net income dapat dianggap sebagai elemen kelima, tetapi secara teknis merupakan hasil matematis dari kombinasi keempat kategori tersebut.

Tahukah Anda?

Perbedaan antara istilah “4 komponen” dan “5 komponen” sering membingungkan pemula. Prinsip akuntansi tradisional mendefinisikan empat elemen utama, yaitu revenue, expenses, gains, dan losses. Net income sebenarnya bukan komponen yang berdiri sendiri, melainkan hasil akhir dari revenue dan gains setelah dikurangi expenses dan losses.

Sebagai contoh laporan laba rugi, sebuah perusahaan teknologi hipotetis dapat mencatat revenue sebesar US$50 juta dan cost of goods sold sebesar US$15 juta. Setelah mengurangi operating expenses dan pajak sebesar US$20 juta, perusahaan menghasilkan net income akhir sebesar US$15 juta.

Infografik yang menjelaskan komponen utama income statement, mulai dari revenue, cost of goods sold, gross profit, operating expenses, operating income, hingga net income.
 

Bagaimana Cara Membaca Income Statement?

Cara membaca income statement adalah dari bagian atas, yaitu revenue, hingga bagian bawah, yaitu net income, dengan setiap baris berikutnya mengurangi jenis biaya tertentu untuk menunjukkan tingkat profitabilitas yang berbeda.

Proses analisis dimulai dari “top line”, yaitu total penjualan yang dihasilkan perusahaan. Dari angka tersebut, biaya langsung produksi dikurangi untuk mendapatkan gross profit. Selanjutnya, operating expenses dikurangkan untuk memperoleh operating income yang menunjukkan seberapa baik bisnis inti menghasilkan laba sebelum memperhitungkan kewajiban finansial lainnya.

Menghitung margin dari income statement dapat memberikan informasi penting mengenai efisiensi perusahaan. Gross margin, operating margin, dan net margin menunjukkan persentase revenue yang tersisa pada masing-masing tahap. Sebagai contoh, gross margin 40% berarti perusahaan mempertahankan US$0,40 dari setiap US$1 penjualan setelah biaya langsung dikurangkan.

Perusahaan dapat menyajikan laporan ini menggunakan format single-step atau multi-step. Multi-step income statement memisahkan revenue dan expenses operasional dari pos nonoperasional, sehingga memberikan gambaran yang lebih rinci bagi investor yang mempelajari cara membaca laporan laba rugi.

Contoh Laporan Laba Rugi

Bayangkan kamu sedang menganalisis profit and loss statement sebuah perusahaan ritel. Top line menunjukkan revenue sebesar US$100 juta. Setelah dikurangi cost of goods sold sebesar US$60 juta, gross profit menjadi US$40 juta. Perusahaan kemudian mengurangi operating expenses sebesar US$25 juta serta bunga dan pajak sebesar US$5 juta. Hasil akhirnya adalah net income sebesar US$10 juta, sehingga net margin perusahaan mencapai 10%.

Membaca Income Statement seperti Investor

Konsep utamanya adalah bahwa income statement bukan sekadar kumpulan angka akuntansi. Laporan ini menceritakan bagaimana perusahaan mengubah penjualan menjadi laba. Investor profesional membacanya dari atas ke bawah karena setiap pos memberikan jawaban terhadap pertanyaan yang berbeda mengenai bisnis.

  • Revenue: Apakah permintaan pelanggan meningkat atau menurun?
  • Cost of goods sold (COGS): Seberapa besar biaya yang diperlukan untuk menghasilkan produk atau jasa perusahaan?
  • Gross profit: Apakah bisnis memiliki pricing power dan gross margin yang sehat?
  • Operating expenses: Apakah manajemen mampu mengendalikan biaya operasional sehari-hari?
  • Operating income (EBIT): Apakah bisnis inti menghasilkan laba sebelum biaya pendanaan dan pajak?
  • Interest expense: Apakah utang mengurangi profitabilitas perusahaan secara signifikan?
  • Taxes: Apakah pajak memberikan dampak material terhadap laba yang dilaporkan?
  • Net income: Berapa besar laba akhir yang pada akhirnya menjadi milik pemegang saham?

Alih-alih melihat setiap angka secara terpisah, investor menganalisis bagaimana satu pos memengaruhi pos berikutnya. Perusahaan dapat mencatat revenue tertinggi sepanjang sejarah, tetapi apabila operating expenses meningkat lebih cepat, operating income dan net income masih dapat turun. Begitu pula, kenaikan sementara pada biaya bunga atau pajak dapat menurunkan laba bersih meskipun bisnis inti tetap sehat.

Melihat laporan dari atas ke bawah membantu investor memahami bagian mana dari kinerja keuangan perusahaan yang sedang membaik atau memburuk. Pertumbuhan revenue dapat menunjukkan peningkatan permintaan, gross margin yang semakin besar dapat mencerminkan pricing power atau efisiensi produksi yang lebih baik, sedangkan kenaikan operating expenses atau interest expense dapat menunjukkan masalah yang tidak langsung terlihat hanya dari headline laba.

Infografik yang menunjukkan cara investor membaca income statement dari revenue hingga net income dan pertanyaan utama yang perlu diperhatikan pada setiap pos.
 

Apa Rumus Income Statement?

Rumus utama income statement adalah: Net Income = Total Revenue - Total Expenses

Perhitungan antara lainnya mencakup:

  • Gross Profit = Revenue - COGS
  • Operating Income = Gross Profit - Operating Expenses

Penerapan rumus dilakukan melalui tiga tahapan. Pertama, gross profit dihitung dengan mengurangi cost of goods sold dari revenue. Kedua, operating income diperoleh dengan mengurangi operating expenses dari gross profit.

Tahap terakhir menghitung profitabilitas perusahaan secara keseluruhan. Untuk memperoleh net income, seluruh kewajiban finansial yang tersisa, termasuk bunga dan pajak, dikurangkan dari operating income. Proses bertahap ini memastikan setiap biaya diperhitungkan sebelum memperoleh angka akhir pada bagian bottom line laporan laba rugi.

Income Statement vs Balance Sheet vs Cash Flow Statement: Apa Perbedaannya?

Income statement mengukur profitabilitas selama periode tertentu, balance sheet atau neraca mencatat aset dan liabilitas pada satu titik waktu, sedangkan cash flow statement mengukur pergerakan kas yang benar-benar terjadi.

Memahami perbedaan antara neraca dan income statement penting untuk mendapatkan gambaran keuangan perusahaan secara lengkap. Ketiga laporan tersebut saling terhubung. Net income yang dihasilkan dalam income statement akan masuk ke dalam neraca melalui retained earnings.

Secara deskriptif, perbedaan ketiganya adalah sebagai berikut:

  • Income statement atau laporan laba rugi mencakup periode tertentu seperti satu kuartal atau satu tahun. Laporan ini menunjukkan revenue, expenses, dan net income sehingga fokus utamanya adalah profitabilitas perusahaan.
  • Balance sheet atau neraca menunjukkan kondisi perusahaan pada satu tanggal tertentu. Dokumen ini mencatat aset, liabilitas, dan ekuitas sehingga memberikan gambaran mengenai posisi keuangan perusahaan pada satu titik waktu.
  • Cash flow statement atau laporan arus kas juga mencakup periode tertentu seperti satu kuartal atau satu tahun, tetapi fokusnya adalah kas yang benar-benar masuk dan keluar dari perusahaan, bukan laba berdasarkan akuntansi akrual.

Mengapa Income Statement Penting bagi Investor?

Bagi investor, income statement menunjukkan apakah perusahaan menghasilkan laba, memperlihatkan tren revenue dan margin dari waktu ke waktu, serta menyediakan data yang dibutuhkan untuk menghitung berbagai metrik valuasi seperti earnings per share atau EPS.

Menganalisis income statement memungkinkan investor menilai arah kondisi finansial sebuah bisnis. Alih-alih hanya melihat harga saham, pertumbuhan top-line revenue dan perubahan margin dapat menunjukkan apakah fundamental perusahaan sedang berkembang atau justru menghadapi tekanan akibat meningkatnya biaya.

Net income juga menjadi bagian penting dalam analisis fundamental. Laba pada bagian bottom line digunakan untuk menghitung earnings per share atau EPS, yang kemudian menjadi dasar berbagai rasio valuasi. Dengan membandingkan metrik tersebut antarperusahaan, investor dapat membuat penilaian berdasarkan data finansial dan bukan hanya sentimen pasar.

Di Mana Income Statement Perusahaan Dapat Ditemukan?

Perusahaan publik biasanya menerbitkan income statement dalam laporan keuangan tahunan dan laporan keuangan interim. Di Amerika Serikat, laporan tersebut terdapat dalam laporan tahunan 10-K dan laporan kuartalan 10-Q yang diajukan kepada SEC, serta dapat diakses melalui database EDGAR milik SEC dan situs Investor Relations perusahaan.

Di Eropa dan berbagai pasar lainnya, perusahaan biasanya mempublikasikan laporan tahunan serta laporan semesteran atau kuartalan melalui situs Investor Relations dan bursa atau regulator keuangan terkait. Banyak perusahaan juga memungkinkan investor berlangganan email untuk menerima laporan keuangan terbaru, termasuk income statement, secara langsung.

Dapatkan Reward hingga $25

Ada reward khusus pengguna baru saat buka rekening, deposit & transaksi di XTB!

Ambil rewardnya!

FAQ

Ya. Income statement dan profit and loss statement atau P&L merupakan dua istilah untuk laporan keuangan yang sama. Beberapa perusahaan juga menggunakan istilah statement of operations. Semuanya merujuk pada laporan yang menunjukkan revenue, expenses, serta laba atau rugi perusahaan selama periode akuntansi tertentu.

 

Income statement adalah laporan keuangan yang menunjukkan pendapatan, beban, dan laba atau rugi perusahaan selama periode tertentu. Laporan ini membantu investor memahami bagaimana revenue perusahaan berubah menjadi gross profit, operating income, hingga net income setelah seluruh biaya diperhitungkan.

Revenue merupakan total pendapatan yang diperoleh perusahaan dari penjualan barang atau jasa sebelum biaya dikurangkan. Net income adalah laba akhir yang tersisa setelah operating expenses, bunga, pajak, dan seluruh biaya lainnya dikurangkan dari revenue.

Ya. Perusahaan dapat menghasilkan penjualan yang besar tetapi tetap mencatat net loss apabila total biaya melebihi revenue. Kenaikan biaya produksi, operating expenses, pembayaran bunga, atau pajak dapat mengurangi profitabilitas meskipun revenue meningkat.

 

Net income disebut “bottom line” karena angka tersebut berada di bagian paling bawah income statement setelah seluruh sumber pendapatan dan beban diperhitungkan. Angka ini menunjukkan laba atau rugi akhir perusahaan selama periode pelaporan.

 

Income statement selalu mencakup suatu periode tertentu, bukan satu tanggal. Perusahaan biasanya menerbitkan laporan laba rugi secara kuartalan dan tahunan sehingga investor dapat membandingkan kinerja finansial dari waktu ke waktu.

 

Tidak. Income statement mencatat revenue yang diperoleh dan expenses yang terjadi berdasarkan aturan akuntansi, bukan pergerakan kas aktual. Untuk menganalisis kas yang masuk dan keluar dari bisnis, investor menggunakan cash flow statement.

 

Membandingkan beberapa periode pelaporan membantu investor menemukan tren dalam pertumbuhan revenue, margin laba, operating expenses, dan net income. Hanya melihat satu kuartal dapat memberikan gambaran yang kurang lengkap mengenai kinerja finansial perusahaan dalam jangka panjang.

Income statement memungkinkan investor menghitung beberapa rasio profitabilitas utama, termasuk gross margin, operating margin, dan net profit margin. Rasio tersebut menunjukkan seberapa efisien perusahaan mengubah revenue menjadi laba pada berbagai tahap operasional.

Ya. Perusahaan umumnya menggunakan format single-step atau multi-step. Format multi-step memisahkan pos operasional dan nonoperasional sehingga memberikan gambaran yang lebih rinci mengenai kinerja bisnis inti perusahaan.

Cara membaca laporan laba rugi adalah dengan mengikuti setiap pos dari revenue di bagian atas hingga net income di bagian bawah. Investor biasanya memperhatikan pertumbuhan revenue, gross margin, operating expenses, operating income, biaya bunga, pajak, dan net income untuk memahami di bagian mana profitabilitas perusahaan membaik atau mengalami tekanan.

 

Income statement membantu investor mengevaluasi profitabilitas, pertumbuhan, dan efisiensi operasional perusahaan. Laporan ini juga menyediakan data penting untuk menghitung metrik valuasi seperti earnings per share atau EPS sehingga menjadi salah satu laporan keuangan utama dalam analisis fundamental.

 

Eryk Szmyd

Analityk Rynków Finansowych

Eryk Szmyd od 2021 roku jest analitykiem rynków finansowych w XTB. Na co dzień przygotowuje analizy i materiały edukacyjne dotyczące Wall Street, globalnych akcji, surowców, kryptowalut oraz sektora technologicznego. Specjalizuje się w ocenie danych makro, wyników spółek i polityki banków centralnych na wyceny aktywów. W pracy wykorzystuje analizę fundamentalną, modele wyceny, analizę makroekonomiczną czy dane Commitment of Traders (COT). Ocenia, czy silne wzrosty i spadki cen mają uzasadnienie w fundamentach, analizując aktywa skrajnie wyprzedane lub wykupione zgodnie z podejściem kontrariańskim. Jest autorem licznych analiz rynkowych i artykułów edukacyjnych o inwestowaniu oraz rynkach finansowych; prywatnie interesuje się kryzysami, cyklami gospodarczymi i psychologią.

Lihat Profil 
8 menit

Apa Itu Cash Flow Statement? Cara membaca dan menganalisisnya

13 menit

Cara Menilai Perusahaan Kuat untuk Investasi Global

9 menit

Cara Menggabungkan Analisis Fundamental dan Teknikal

Materi pemasaran ini bukan merupakan rekomendasi investasi atau saran strategi investasi. Informasi ini tidak menjamin kinerja atau hasil investasi di masa mendatang. Aktivitas trading melibatkan risiko kerugian finansial yang signifikan, termasuk kemungkinan kehilangan sebagian maupun seluruh modal yang diinvestasikan. Segala keputusan trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.