Waktu membaca 7 Menit

Strategi Trading Options: Pilih Setup Sesuai Kondisi Pasar

Strategi trading options adalah cara menggunakan call dan put option sesuai pandangan terhadap arah harga, volatilitas, waktu, dan risiko. Strategi yang tepat tidak hanya bergantung pada apakah harga saham diperkirakan naik atau turun, tetapi juga seberapa besar pergerakannya dan berapa lama waktu tersisa hingga expiration.

Strategi trading options adalah cara menggunakan call dan put option sesuai pandangan terhadap arah harga, volatilitas, waktu, dan risiko. Strategi yang tepat tidak hanya bergantung pada apakah harga saham diperkirakan naik atau turun, tetapi juga seberapa besar pergerakannya dan berapa lama waktu tersisa hingga expiration.

Strategi trading options adalah pendekatan menggunakan call option, put option, atau kombinasi keduanya untuk membentuk posisi sesuai ekspektasi terhadap pergerakan harga dan risiko. Trader dapat memilih strategi untuk kondisi bullish, bearish, atau ketika memperkirakan pergerakan besar tetapi belum yakin dengan arahnya.

Berbeda dari membeli saham secara langsung, options memiliki premium, strike price, dan tanggal expiration. Nilainya juga dipengaruhi oleh waktu serta volatilitas, sehingga benar dalam menebak arah harga belum tentu cukup untuk menghasilkan keuntungan.

Karena itu, strategi options sebaiknya dipilih berdasarkan tiga pertanyaan utama: ke mana harga diperkirakan bergerak, seberapa besar pergerakannya, dan berapa risiko premium yang siap ditanggung?

Poin Penting

  • Long call digunakan ketika trader memiliki outlook bullish.
  • Long put digunakan ketika trader memperkirakan harga turun.
  • Long straddle dan long strangle lebih relevan ketika pergerakan besar diperkirakan terjadi tetapi arahnya belum jelas.
  • Pada posisi long option, kerugian maksimum umumnya terbatas pada premium yang dibayarkan.
  • Implied volatility dan time decay dapat mengubah harga option meskipun underlying belum bergerak banyak.
  • Strategi multi-leg yang membutuhkan short atau writing option tidak tersedia pada platform yang hanya mendukung posisi long.

Bagaimana Memilih Strategi Trading Options?

Sebelum memilih nama strategi, tentukan dahulu pandangan terhadap underlying asset. Options memberi fleksibilitas karena call dan put dapat digunakan untuk merespons kondisi pasar yang berbeda.

Secara sederhana:

  • Bullish: memperkirakan harga saham naik.
  • Bearish: memperkirakan harga saham turun.
  • Volatil, arah belum jelas: memperkirakan pergerakan besar ke atas atau ke bawah.
  • Ingin melindungi saham: masih ingin memiliki saham tetapi khawatir terhadap risiko penurunan.

Selain arah, trader perlu memperhatikan seberapa besar pergerakan yang diperkirakan serta waktu yang tersedia sebelum expiration.

1. Long Call untuk Outlook Bullish

Long call berarti membeli call option karena trader memperkirakan harga underlying akan naik sebelum kontrak berakhir.

Call option memberikan eksposur terhadap kenaikan harga berdasarkan strike price tertentu. Agar menghasilkan profit saat expiration, kenaikan harga perlu cukup besar untuk menutupi premium yang telah dibayarkan.

Karakter long call:

  • Outlook: bullish.
  • Modal awal: premium.
  • Risiko maksimum: premium yang dibayar.
  • Faktor penting: strike price, expiration, volatilitas, dan break-even.

Long call memungkinkan trader memperoleh eksposur terhadap underlying dengan modal awal yang lebih rendah dibanding membeli seluruh nilai aset. Namun, jika saham tidak bergerak sesuai skenario, seluruh premium tetap dapat hilang.

2. Long Put untuk Outlook Bearish

Long put digunakan ketika trader memperkirakan harga underlying akan turun.

Put option memperoleh nilai ketika harga underlying turun relatif terhadap strike price. Sama seperti long call, pembeli membayar premium di awal sehingga maksimum kerugian posisi long put terbatas pada premium tersebut.

Karakter long put:

  • Outlook: bearish.
  • Modal awal: premium.
  • Risiko maksimum: premium.
  • Skenario utama: harga turun cukup jauh sebelum expiration.

Strategi ini berbeda dari melakukan short selling pada saham. Trader membeli kontrak put dan tidak perlu memiliki underlying asset terlebih dahulu untuk mengambil pandangan bearish. 

Contoh
Misalnya saham XYZ berada pada US$50 dan trader membeli call dengan strike US$50 dengan premium US$3. Jika saat expiration saham berada di US$58, intrinsic value call menjadi US$8 sehingga hasil sebelum biaya lain adalah sekitar US$5 setelah dikurangi premium. Jika saham tetap di bawah titik break-even, sebagian atau seluruh premium dapat hilang.

Strategi Saat Arah Belum Jelas tetapi Volatilitas Diperkirakan Tinggi

Kadang trader memperkirakan harga akan bergerak tajam, misalnya menjelang earnings atau pengumuman penting, tetapi tidak yakin apakah arahnya naik atau turun.

Dalam kondisi seperti ini, dua strategi long-only yang sering dibahas adalah long straddle dan long strangle. Keduanya menggabungkan pembelian call dan put pada underlying yang sama.

Long Straddle

Long straddle dilakukan dengan membeli:

  • Satu call option.
  • Satu put option.
  • Pada strike price yang sama.
  • Dengan expiration yang sama.

Strategi ini membutuhkan pergerakan cukup besar ke salah satu arah agar nilai salah satu option dapat menutup total premium kedua kontrak.
Jika harga justru bergerak sideways hingga expiration, call dan put dapat sama-sama kehilangan nilai dan maksimum kerugiannya adalah total premium yang dibayarkan.

Long Strangle

Long strangle juga menggunakan satu call dan satu put dengan expiration yang sama, tetapi strike price-nya berbeda.

Biasanya trader membeli call yang out-of-the-money di atas harga pasar dan put yang out-of-the-money di bawah harga pasar. Karena premium kontrak OTM umumnya lebih rendah dibanding ATM, biaya awal strangle dapat lebih kecil daripada straddle, tetapi harga perlu bergerak lebih jauh untuk mencapai break-even.

Aspek Long Straddle Long Strangle
Strike Sama Berbeda
Premium Cenderung lebih tinggi Cenderung lebih rendah
Pergerakan yang dibutuhkan Relatif lebih kecil Relatif lebih besar
Outlook Volatil, arah tidak pasti Volatil, arah tidak pasti
Maksimum rugi Total premium Total premium
Tahukah Anda?
Harga saham bergerak besar tidak otomatis membuat straddle atau strangle menghasilkan keuntungan. Jika pasar sudah memperkirakan peristiwa besar, implied volatility dapat membuat premium mahal sebelum peristiwa terjadi. Setelah ketidakpastian hilang, volatilitas dapat turun sehingga nilai option tertekan meskipun underlying bergerak.

Bagaimana Options Bisa Digunakan untuk Membantu Melindungi Saham?

Selain mengambil pandangan terhadap arah pasar, put option juga dapat digunakan untuk membantu mengurangi risiko penurunan pada saham yang sudah dimiliki. Strategi ini sering disebut protective put.

Investor tetap mempertahankan sahamnya, lalu membeli put option pada underlying yang sama. Jika harga saham turun, nilai put dapat meningkat dan membantu mengimbangi sebagian penurunan nilai saham.

Namun perlindungan tersebut memiliki biaya berupa premium. Jika harga saham tidak turun atau put berakhir tanpa nilai, premium yang dibayarkan tetap menjadi biaya dan dapat mengurangi return keseluruhan posisi.

Dalam praktiknya, protective put dapat digunakan ketika investor:

  • Ingin tetap mempertahankan saham.
  • Mengkhawatirkan risiko penurunan dalam periode tertentu.
  • Bersedia membayar premium untuk memperoleh perlindungan tambahan.

Pada options yang menggunakan cash settlement, penyelesaian tidak melibatkan penyerahan saham underlying secara fisik. Nilai option diselesaikan secara tunai sesuai ketentuan kontrak.

Bagaimana dengan Strategi Options yang Membutuhkan Posisi Short?

Dunia options juga mengenal strategi seperti covered call, bull call spread, bear put spread, butterfly, dan iron condor. Strategi tersebut menggabungkan beberapa posisi option dan biasanya melibatkan setidaknya satu posisi short atau writing option.

Karena itu, tidak semua strategi dapat digunakan pada setiap platform. Pada platform yang hanya mendukung posisi long, strategi yang membutuhkan penjualan atau writing option tidak dapat dibentuk dengan struktur tersebut.

Sebaliknya, long call, long put, long straddle, dan long strangle menggunakan posisi beli pada option sehingga lebih sesuai dengan struktur long-only. Meski demikian, ketersediaan underlying, strike price, dan expiration tetap perlu diperiksa sebelum membentuk strategi tertentu.

Faktor yang Perlu Dicek Sebelum Memilih Strategi

Strategi trading options sebaiknya tidak dipilih hanya berdasarkan arah harga. Ada beberapa faktor lain yang menentukan apakah setup tersebut masuk akal.

  1. Arah harga. Tentukan apakah outlook bullish, bearish, atau netral terhadap arah.
  2. Besarnya pergerakan. Long straddle, misalnya, membutuhkan pergerakan yang cukup besar untuk menutup dua premium.
  3. Strike price. Strike memengaruhi apakah option berada dalam kondisi ITM, ATM, atau OTM serta besarnya premium.
  4. Expiration. Semakin sedikit waktu yang tersisa, semakin kecil kesempatan underlying bergerak sesuai skenario.
  5. Implied volatility. Volatilitas tinggi biasanya meningkatkan premium karena ketidakpastian harga lebih besar.
  6. Total premium dan break-even

Jangan hanya melihat harga kontrak. Hitung juga berapa jauh underlying perlu bergerak agar posisi melewati break-even.

Perhatian
Options memiliki expiration, sehingga waktu dapat menjadi sumber risiko meskipun prediksi arah akhirnya benar. Time value cenderung menurun ketika expiration semakin dekat, dan pembeli dapat kehilangan seluruh premium jika pergerakan underlying terlalu kecil atau terjadi terlalu terlambat.

Kesimpulan

Strategi trading options adalah cara memilih dan mengombinasikan call atau put berdasarkan arah harga, volatilitas, waktu, dan risiko yang ingin diambil. Tidak ada satu strategi yang tepat untuk semua kondisi.

Long call cocok untuk outlook bullish, sedangkan long put digunakan untuk pandangan bearish. Jika trader memperkirakan pergerakan besar tetapi belum mengetahui arahnya, long straddle dan long strangle dapat menjadi struktur yang relevan untuk dipahami.

Protective put memiliki tujuan berbeda karena digunakan untuk membantu melindungi saham yang sudah dimiliki. Sementara strategi seperti covered call, spread, butterfly, atau iron condor melibatkan short option sehingga penerapannya bergantung pada kemampuan platform.

Kunci memahami options bukan menghafal sebanyak mungkin strategi, melainkan memahami arah, strike price, premium, break-even, volatilitas, expiration, dan maksimum kerugian sebelum membuka posisi.

Dapatkan Reward hingga $25

Ada reward khusus pengguna baru saat buka rekening, deposit & transaksi di XTB!

Ambil rewardnya!

FAQ

Strategi trading options adalah pendekatan menggunakan call option, put option, atau kombinasi keduanya untuk membentuk posisi sesuai ekspektasi terhadap arah harga, volatilitas, waktu, dan risiko.

Long call merupakan strategi dasar untuk outlook bullish. Trader membeli call dan berpotensi memperoleh keuntungan jika kenaikan harga underlying cukup besar untuk menutupi premium yang dibayar.

Long straddle dan long strangle dapat digunakan ketika trader memperkirakan pergerakan besar tetapi belum yakin apakah harga akan naik atau turun. Kedua strategi menggunakan posisi long pada call dan put.

Long straddle menggunakan call dan put dengan strike price yang sama, sedangkan long strangle menggunakan strike yang berbeda. Strangle biasanya membutuhkan biaya premium lebih rendah tetapi memerlukan pergerakan harga yang lebih besar untuk mencapai break-even.

isiko utama bagi pembeli option adalah kehilangan seluruh premium jika skenario pasar tidak terjadi sebelum expiration. Selain arah harga, time decay, implied volatility, strike price, dan waktu hingga expiration juga dapat memengaruhi hasil transaksi.

11 menit

Apa Itu Options Trading? Panduan Lengkap untuk Investor

16 menit

Cara Memilih Platform Options Trading Terbaik

2 menit

Vanilla Options

Materi pemasaran ini bukan merupakan rekomendasi investasi atau saran strategi investasi. Informasi ini tidak menjamin kinerja atau hasil investasi di masa mendatang. Aktivitas trading melibatkan risiko kerugian finansial yang signifikan, termasuk kemungkinan kehilangan sebagian maupun seluruh modal yang diinvestasikan. Segala keputusan trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.