Saham Akamai Technologies (AKAM.US) melonjak lebih dari 22% dalam perdagangan pre-market ke sekitar US$135 per saham setelah perusahaan mengumumkan kontrak tujuh tahun senilai US$11,6 miliar dengan laboratorium artificial intelligence Anthropic.
Kesepakatan tersebut memperkuat transformasi cepat Akamai dari perusahaan jaringan menjadi salah satu penyedia utama infrastruktur cloud untuk AI.
Akamai Technologies sebelumnya dikenal terutama sebagai salah satu pemimpin global dalam content delivery network (CDN) serta penyedia layanan cybersecurity untuk melindungi lalu lintas internet perusahaan.
Namun selama beberapa tahun terakhir, Akamai terus memperluas segmen cloud computing.
Kontrak dengan Anthropic, pengembang keluarga model AI Claude dan salah satu pesaing utama OpenAI, ditujukan untuk menyediakan computing power, terutama CPU, yang dibutuhkan untuk menangani pertumbuhan workload AI.
Kesepakatan tersebut juga mencakup opsi untuk memperluas kerja sama dengan tambahan nilai hingga US$9 miliar.
Jika opsi tersebut digunakan sepenuhnya, total nilai transaksi dapat melampaui US$20 miliar.
Saham sebagai Imbalan Pesanan Jangka Panjang
Sebagai bagian dari kesepakatan, Akamai menerbitkan warrant kepada Anthropic untuk membeli saham preferen Seri B dengan harga US$111,33 per saham.
Setelah dikonversi menjadi saham biasa, sekitar 7,7 juta saham, kepemilikan tersebut dapat memberikan Anthropic hingga 5% saham Akamai.
Hak untuk memperoleh sekitar 2% saham secara langsung terkait dengan tahap pertama kontrak senilai US$11,6 miliar.
Sementara itu, sisa sekitar 3% akan diperoleh secara bertahap jika Anthropic memperbesar nilai pesanannya.
“Anthropic mendorong revolusi AI, dan infrastruktur kami yang tersebar secara global sangat sesuai untuk memenuhi kebutuhan deployment aplikasi AI canggih yang aman dan scalable,” kata Tom Leighton, Presiden dan Co-Founder Akamai, dalam sebuah pernyataan.
Investasi dan Rantai Pasok
Pemenuhan kontrak tersebut membutuhkan belanja modal yang signifikan dari Akamai.
Perusahaan memperkirakan total capex sekitar US$5,5 miliar terkait komitmen awal dalam kesepakatan tersebut.
Pada 2026 saja, capex perusahaan akan meningkat sekitar US$1,7 miliar untuk mengamankan dan membeli lebih awal berbagai komponen yang dibutuhkan.
Dalam filing terpisah, Akamai mengumumkan telah memberikan otorisasi kepada contract manufacturer Jabil untuk membeli komponen memory senilai sekitar US$1,7 miliar guna mengamankan rantai pasok.
Manajemen Akamai menyatakan bahwa kenaikan capex tersebut tidak mengubah proyeksi revenue perusahaan untuk 2026.
Sumber: XTB
US Open: Wall Street Naik, Synopsys Melesat Usai Re-rating
Copilot Baru Microsoft Mulai Menjual Kerja AI
Bottleneck AI Bergeser dari Chip ke Listrik
Daily Summary: Yield Melonjak, Pasar Diguncang Iran dan Trump-Xi
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.