Donald Trump meningkatkan tekanan terhadap Mahkamah Agung AS menjelang putusan penting yang berpotensi membatalkan tarif perdagangannya. Ia memperingatkan bahwa keputusan semacam itu dapat memicu “kekacauan total” bagi perekonomian dan keuangan publik Amerika Serikat. Terdapat kemungkinan nyata bahwa putusan yang membatalkan rezim tarif akan menyuntikkan volatilitas baru ke pasar, khususnya menekan dolar AS, serta melemahkan permintaan terhadap surat utang pemerintah AS di tengah kekhawatiran akan ketidakstabilan sistemik di ekonomi terbesar dunia. Untuk saat ini, pasar terlihat masih relatif meremehkan risiko hukum tersebut, sementara pemerintahan Trump mengisyaratkan bahwa mereka telah menyiapkan opsi cadangan untuk mempertahankan kebijakan perdagangan, bahkan jika putusan pengadilan tidak menguntungkan. Skenario ini juga dapat memunculkan pertanyaan lebih luas terkait kredibilitas institusional Amerika Serikat dan, dalam jangka panjang, ketahanan sistem hukum dan kapitalisme berbasis aturan.
-
Risiko utama berpusat pada kewajiban pengembalian dana. Trump berargumen bahwa jika tarif dinyatakan ilegal, pemerintah dapat dipaksa mencabut kebijakan tersebut dan berpotensi mengembalikan dana dalam jumlah sangat besar—sebuah proses yang, menurutnya, akan memakan waktu bertahun-tahun serta melibatkan prosedur administratif dan hukum yang sangat kompleks.
-
Tarif ini menghadapi tantangan hukum luas dari pelaku usaha kecil serta sekelompok negara bagian AS, yang menilai presiden telah melampaui kewenangannya dengan memberlakukan bea masuk secara menyeluruh tanpa persetujuan Kongres.
-
Dasar hukum yang digunakan adalah International Emergency Economic Powers Act (IEEPA) tahun 1977, yang memberikan kewenangan luar biasa kepada presiden dalam situasi darurat. Para penentang berargumen bahwa IEEPA bahkan tidak menyebutkan “tarif”, dan bahwa berdasarkan Konstitusi AS, kewenangan untuk memungut pajak sepenuhnya berada di tangan Kongres.
-
Taruhannya sangat besar dari sisi finansial. Tarif yang diberlakukan berdasarkan IEEPA telah menghasilkan lebih dari USD 130 miliar pendapatan, sehingga pembatalan atau pengembalian dana dalam skala besar akan menjadi isu yang sensitif secara fiskal maupun politik.
-
Pengadilan tingkat bawah telah lebih dulu memutuskan melawan Trump terkait isu kewenangan, membuka jalan bagi Mahkamah Agung untuk mengeluarkan putusan yang kini dicermati ketat oleh investor dan pelaku bisnis.
-
Para hakim juga telah memberi sinyal skeptisisme. Dalam sidang November, beberapa hakim konservatif dilaporkan mempertanyakan logika Gedung Putih, termasuk anggapan bahwa defisit perdagangan dapat dikategorikan sebagai “keadaan darurat”.
-
Gedung Putih juga mulai membicarakan rencana cadangan. Jika pengadilan memutuskan melawan pemerintah, pemerintahan Trump dikabarkan mempertimbangkan jalur hukum alternatif, termasuk ketentuan yang memungkinkan penerapan tarif hingga 15% selama 150 hari.
Saham Apa yang Berpotensi Diuntungkan?
Seiring meningkatnya ketidakpastian, perusahaan yang sangat terpapar tarif—terutama importir besar—berharap tarif dinyatakan ilegal. Sementara itu, prospek pengembalian dana, regulasi baru, atau proses hukum berkepanjangan dapat menjaga volatilitas pasar tetap tinggi, meskipun tidak selalu tercermin langsung pada saham. Sektor dan perusahaan berikut berpotensi diuntungkan jika Mahkamah Agung menyatakan tarif tersebut ilegal.
Sektor ritel berpotensi diuntungkan, termasuk:
-
Walmart (WMT): eksposur besar terhadap impor dari China
-
Target (TGT): profil serupa dengan sensitivitas tinggi terhadap tarif
-
Home Depot (HD) and Lowe’s (LOW): bahan bangunan, peralatan rumah tangga, dan produk perbaikan rumah
-
Costco (COST):skala impor yang sangat besar
Bagi perusahaan-perusahaan ini, tarif merupakan biaya langsung yang menekan margin dan hanya sebagian dapat dialihkan ke konsumen.
Sektor apparel (margin rendah, produksi berbasis Asia):
-
Nike (NKE)
-
VF Corp (VFC)
-
Levi Strauss (LEVI)
-
Under Armour (UAA)
-
Gap (GPS)
Bagi perusahaan-perusahaan ini, pengembalian dana tarif berpotensi menjadi arus kas satu kali yang signifikan serta memperbaiki dinamika arus kas.
Manufaktur dan teknologi
Tarif tidak hanya mempengaruhi barang jadi, tetapi juga komponen, sehingga meningkatkan biaya produksi. Pengembalian dana berpotensi memperbaiki kinerja keuangan, menurunkan tekanan biaya, dan mendukung margin EBIT.
Nama-nama yang berpotensi diuntungkan antara lain:
-
Ford (F) dan General Motors (GM)
-
Tesla (TSLA) (komponen, baterai, elektronik)
-
Caterpillar (CAT)
-
Deere (DE)
-
Apple (AAPL)
-
HP (HPQ)
-
Cisco Systems (CSCO)
Sumber: xStation5
US Open: Amerika Menguat, Logam Mulia Tertekan!
US500 Rebound Usai Sell-off 📈 Analisis Musim Laporan Keuangan Wall Street 🗽
Kalender Ekonomi: Fokus PMI Manufaktur, Laporan Palantir di Latar Belakang 💡
Perusahaan Game dengan Diskon Besar 🚨 Akankah Project Genie Mengakhiri Era Gaming Tradisional❓