03.00 · 29 Oktober 2026

Azure Melonjak 48%, Saham Microsoft Naik!

Microsoft membukukan kinerja kuartalan yang solid dan secara signifikan melampaui ekspektasi pasar. Kejutan positif terutama berasal dari segmen Cloud, yang saat ini menjadi pusat perhatian pemegang saham dan investor. Dalam perdagangan setelah penutupan pasar (after-hours), saham Microsoft (MSFT) menguat sekitar 3–4%.

 

  • Pendapatan meningkat 19% secara tahunan (YoY) menjadi US$92,28 miliar, dibandingkan ekspektasi pasar sekitar US$91 miliar.

  • Laba operasional meningkat 21% YoY menjadi US$4,92 miliar.

    • Berdasarkan laba per saham yang disesuaikan (adjusted earnings per share atau EPS), laba meningkat 18% menjadi US$4,89, melampaui ekspektasi sekitar US$4,72.

    • Pada saat yang sama, margin operasional meningkat dari sekitar 48,9% menjadi 49,8%.

    • Azure mencatat kinerja terbaik, dengan pertumbuhan yang berakselerasi menjadi 48% YoY dan pendapatan mencapai US$33,17 miliar.

 

Pertumbuhan Azure menjadi alasan terkuat di balik reaksi positif pasar terhadap laporan keuangan Microsoft. Sebelumnya, manajemen memperkirakan pertumbuhan Azure sekitar 45% berdasarkan kurs konstan (constant currency).

  • Dari sisi negatif, perhatian investor tertuju pada belanja modal dan pengeluaran kas. Belanja modal (capital expenditure atau CapEx) meningkat 103% YoY menjadi US$39,37 miliar.

  • Peningkatan investasi tersebut tercermin dalam penurunan arus kas bebas (free cash flow atau FCF) menjadi US$18,63 miliar. Kondisi ini menyebabkan rasio FCF terhadap laba bersih turun menjadi 51%, dibandingkan 92% pada tahun sebelumnya.

 

Hal yang sangat penting dalam konteks investasi adalah perubahan kebijakan akuntansi Microsoft, yang memperpanjang estimasi masa manfaat pusat data dan bangunan dari 15 tahun menjadi 25 tahun.

Perubahan ini berarti sebagian perjanjian pada masa mendatang akan bergeser dari sewa pembiayaan (finance leases) menjadi sewa operasi (operating leases), sehingga menurunkan CapEx yang dilaporkan tanpa disertai penurunan investasi yang sebenarnya. Microsoft menyebut perubahan tersebut sebagai alasan revisi proyeksi belanja modal 2026 menjadi sekitar US$175 miliar.

Informasi ini muncul di tengah langkah efisiensi yang telah dilakukan perusahaan. Beberapa hari sebelum konferensi laporan keuangan, Microsoft menawarkan program pengunduran diri sukarela kepada 60.000 karyawan, atau sekitar seperempat dari total tenaga kerja globalnya. Langkah ini memberikan sinyal kepada pasar bahwa Microsoft secara aktif mengelola margin keuntungan untuk mengimbangi peningkatan belanja modal.

Pertanyaan terpenting bagi investor masih belum terjawab. Microsoft terus berekspansi, meningkatkan efisiensi, dan mencatat pertumbuhan laba yang belum pernah terjadi sebelumnya di segmen Azure. Namun, pada saat yang sama, skala investasi yang sangat besar membuat nilai yang tersisa bagi pemegang saham mengalami penurunan yang jelas.

Kesimpulan utama dari laporan keuangan ini adalah bahwa untuk saat ini, pasar masih puas dengan pertumbuhan bisnis Cloud Microsoft yang melampaui ekspektasi yang sebelumnya sudah sangat optimistis.

Pertanyaan mengenai kemampuan Microsoft menghasilkan pengembalian nilai yang nyata bagi pemegang saham kemungkinan akan mereda hingga konferensi laporan keuangan berikutnya, yang kali ini akan mencakup kinerja sepanjang tahun kalender.

29 Oktober 2026, 03.14

Daily Summary: Fed Dovish, Oracle Meroket 11%!

28 Oktober 2026, 22.14

Microsoft vs Google: Saham AI Terancam?

27 Oktober 2026, 01.00

Daily Summary: Nasdaq Naik 0,74%, IPO Anthropic Jadi Sorotan

26 Oktober 2026, 21.06

US Open: Nasdaq Naik 0,7%, IPO Anthropic Dorong Saham AI

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.