Presiden Federal Reserve Richmond, Thomas Barkin, mengadopsi nada yang cenderung hawkish namun hati-hati. Ia menyatakan bahwa pemangkasan pajak, deregulasi, serta potensi penurunan suku bunga di masa depan seharusnya sudah cukup memberikan stimulus bagi perekonomian tahun ini. Namun, Barkin menegaskan bahwa keputusan kebijakan selanjutnya harus dipertimbangkan dengan sangat cermat, mengingat risiko masih ada di kedua sisi mandat The Fed. Barkin menyoroti bahwa inflasi memang telah turun, tetapi masih berada di atas target, sementara pasar tenaga kerja tidak seharusnya melemah lebih jauh dalam beberapa bulan ke depan. Yang paling penting, ia menyebut posisi kebijakan moneter saat ini sudah berada “dalam kisaran netral”, sebuah perubahan signifikan dibandingkan tahun lalu ketika kebijakan masih digambarkan sebagai “cukup restriktif”. Menurutnya, konsumen dan ekonomi AS yang berpotensi lebih kuat tahun ini dapat menjadi alasan untuk menahan suku bunga lebih lama tanpa perlu segera memangkasnya.
Sebaliknya, anggota Dewan Gubernur The Fed, Stephen Miran, yang dikenal dengan pandangan sangat dovish, memperingatkan bahwa kebijakan yang terlalu ketat berisiko “mencekik pertumbuhan di fase awal pemulihan.” Miran berpendapat bahwa inflasi inti sudah mendekati target, kebijakan fiskal akan menopang aktivitas ekonomi, dan distorsi pada komponen perumahan hanya bersifat sementara serta membuat data inflasi tampak lebih tinggi dari kondisi sebenarnya. Miran menyatakan bahwa The Fed seharusnya memangkas suku bunga lebih dari 100 basis poin tahun ini dan meyakini bahwa data ekonomi ke depan akan terus mendukung pelonggaran kebijakan moneter.
Pasangan mata uang EURUSD tercatat memantul tipis setelah sebelumnya tertekan oleh data CPI Jerman yang lemah serta pelemahan indikator PMI di berbagai negara Eropa. Saat ini, pasar memproyeksikan pemangkasan suku bunga pertama oleh The Fed tidak lebih cepat dari pertemuan FOMC April atau Juni.
Morning wrap (09.01.2026)
Daily summary: Defisit Perdagangan AS Sangat Rendah; Dolar Tetap Kuat 📌
Kalender Ekonomi: Klaim Pengangguran AS & Data Challenger Jadi Sorotan
Morning Wrap (08.01.2026)