-
Data ekonomi AS memberikan dorongan bagi pasar. Indeks ISM Services melonjak ke 56,1 poin, level tertinggi sejak pertengahan 2022 dan jauh melampaui ekspektasi. Yang lebih penting, sub-indeks Prices Paid turun ke level terendah dalam hampir satu tahun, mengindikasikan meredanya tekanan inflasi di sektor jasa. Penurunan ini sangat kontras dengan komponen harga yang sebelumnya dilaporkan dalam ISM Manufacturing.
-
Di pasar tenaga kerja, laporan ADP menunjukkan sektor swasta menambah 63.000 pekerjaan pada Februari, kinerja terbaik sejak Juli 2025 dan sinyal ketahanan ekonomi menjelang rilis data Non-Farm Payrolls pada hari Jumat.
-
Wall Street merespons positif data tersebut. US100 naik 1,8% dan US500 menguat sekitar 1%, memulihkan sebagian besar kerugian pada sesi sebelumnya. Fundamental ekonomi yang kuat mampu mengimbangi kekhawatiran geopolitik, ditambah munculnya harapan bahwa konflik di Timur Tengah mungkin tidak berlangsung selama yang diperkirakan sebelumnya oleh Donald Trump, yang sempat menyebut konflik bisa berlangsung beberapa minggu.
-
Di pasar energi, harga minyak mengalami koreksi. WTI naik tipis sekitar 0,2% ke sekitar $75 per barel, memangkas kenaikan sebelumnya, sementara Brent turun sekitar 0,3%. Investor mulai mempertimbangkan kemungkinan konflik yang lebih singkat. Namun, Iran menyatakan telah menargetkan 10 kapal tanker dan berencana menyerang kapal mana pun yang mendukung Israel, terlepas dari benderanya.
-
Dari sisi militer, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan bahwa AS dan Israel hampir mencapai superioritas udara penuh atas Iran, yang dapat mempermudah serangan lebih dalam ke wilayah negara tersebut.
-
Sinyal diplomatik juga masih terbatas. Iran membantah laporan bahwa pihaknya mencoba bernegosiasi untuk mengakhiri perang dengan Amerika Serikat, yang mempertahankan volatilitas tinggi di pasar komoditas.
-
Data persediaan minyak AS menunjukkan kenaikan besar pada stok minyak mentah, sementara persediaan bensin menurun. Hal ini mengindikasikan bahwa permintaan bahan bakar tetap kuat.
-
Di pasar kripto, Bitcoin menembus level $73.000 dan mencapai level tertinggi lokal baru, didorong oleh sentimen yang membaik serta dukungan politik yang kembali muncul.
-
Donald Trump secara terbuka mengkritik bank karena dianggap menghambat inovasi kripto, khususnya terkait stablecoin, dan menyatakan dukungan terhadap Clarity Act, sebuah rancangan regulasi untuk struktur pasar aset digital.
-
Reli juga terlihat pada saham perusahaan kripto.
-
Coinbase (COIN.US) melonjak lebih dari 14% setelah laporan mengenai pertemuan antara CEO Brian Armstrong dan Presiden Trump.
-
MicroStrategy (MSTR.US) naik sekitar 11% mengikuti kenaikan harga Bitcoin.
-
Circle (CRCL) menguat hampir 3,5% seiring optimisme terhadap regulasi pasar stablecoin.
-
-
Sementara itu, investor juga menunggu laporan keuangan Broadcom (AVGO.US) yang akan dirilis setelah penutupan pasar. Perusahaan ini dianggap sebagai indikator penting bagi permintaan chip AI di luar Nvidia. Ekspektasi pasar cukup tinggi, terutama setelah miliarder Leo KoGuan menyatakan bahwa “AI bukanlah gelembung, melainkan baru permulaan,” komentar yang turut mendorong sektor semikonduktor pada sesi hari ini, dengan Nvidia naik sekitar 1,1%.
Materi pemasaran ini bukan merupakan rekomendasi investasi atau saran strategi investasi. Informasi ini tidak menjamin kinerja atau hasil investasi di masa mendatang. Aktivitas trading melibatkan risiko kerugian finansial yang signifikan, termasuk kemungkinan kehilangan sebagian maupun seluruh modal yang diinvestasikan. Segala keputusan trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu.
Morning Wrap (05.03.2026)
Coinbase dan MSTR Pimpin Reli Saham Kripto
Daily summary: Wall Street Tertekan Konflik Teluk Persia
US Open: Wall Street Berdarah