18.43 · 14 Oktober 2026

BofA Turun 4%, Denda US$1,2 Miliar Tekan Laba

Bank of America (BAC.US) Catat Penurunan Laba Q3

Bank of America (BAC.US) melaporkan penurunan tajam pada earnings kuartal ketiga, terbebani denda regulasi satu kali sebesar US$1,2 miliar dan hasil trading yang lebih lemah.

Net income tercatat sebesar US$6,9 miliar atau US$0,91 per saham, dibandingkan US$8,3 miliar atau US$1,04 per saham pada periode yang sama tahun lalu.

Revenue mencapai US$30,0 miliar, tetapi masih berada di bawah forecast pasar sebesar US$30,7 miliar.

Adjusted EPS Tetap Lebih Kuat

Setelah menyesuaikan dampak one-time charge, adjusted EPS mencapai US$1,08.

Denda tersebut sendiri memangkas net income sekitar US$0,17 per saham, sehingga tekanan terhadap headline earnings sebagian besar berasal dari faktor non-recurring.

Saham Bank of America turun lebih dari 4% menjelang pembukaan Wall Street hari ini. Sumber: Yahoo Finance

Kejutan negatif terbesar berasal dari denda yang dijatuhkan oleh Departemen Keuangan AS, yang diumumkan sehari sebelum hasil earnings dirilis.

Bank harus membayar lebih dari US$1,21 miliar akibat kegagalan luas dalam mendeteksi aktivitas pencucian uang dan pelanggaran sanksi, khususnya karena tidak melaporkan transaksi mencurigakan dengan nilai total lebih dari US$5 miliar.

Denda tersebut menjadi yang terbesar ketiga dalam sejarah Departemen Keuangan AS.

Bank juga dikenai consent order yang mengharuskannya bekerja sama dengan pihak eksternal untuk memantau transaksi.

Pasar melihat kasus ini sebagai sinyal meningkatnya tekanan regulasi sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai kualitas kontrol internal di bawah kepemimpinan CEO Brian Moynihan.

Kekecewaan kedua datang dari bisnis trading.

Revenue dari aktivitas trading turun 5% menjadi US$5,1 miliar, jauh di bawah ekspektasi US$5,41 miliar.

Kedua segmen utama sama-sama tertinggal dari forecast.

Pendapatan FICC—fixed income, currencies, and commodities—turun sekitar 11–17% menjadi US$2,55 miliar, dibandingkan konsensus US$2,86 miliar.

Sementara itu, equities turun 4,5% menjadi US$2,51 miliar, dibandingkan ekspektasi US$2,63 miliar.

Kinerja ini kontras dengan hasil equities yang kuat dari Goldman Sachs dan JPMorgan, serta Citigroup yang mencatat kuartal terbaik untuk bisnis obligasi dalam satu dekade.

Bank of America, yang memiliki eksposur lebih terbatas terhadap transaksi terkait boom AI, kehilangan sebagian dari peningkatan aktivitas trading yang dinikmati sejumlah rivalnya.

Namun, tidak semua bagian laporan mengecewakan.

Pada bisnis investment banking, fee memang turun 11% menjadi US$1,8 miliar, tetapi masih melampaui konsensus sebesar US$1,77 miliar berkat aktivitas debt underwriting.

Salah satu titik terkuat justru datang dari net interest income (NII).

NII naik 8% menjadi US$16,45 miliar, melampaui forecast dan menunjukkan bahwa tingkat suku bunga yang tinggi masih memberikan dukungan kuat bagi pendapatan bunga bank.

Kualitas kredit juga memberikan kejutan positif.

Loan loss reserves tercatat sebesar US$1,27 miliar, lebih rendah dari ekspektasi US$1,49 miliar.

Angka ini menunjukkan konsumen AS masih bertahan cukup baik meski menghadapi harga energi yang tinggi dan inflasi yang masih berada di atas target.

 

Jika saham dibuka di level yang serupa dengan indikasi pre-market saat ini, harga berpotensi menembus volume cluster penting yang selama tahun ini berfungsi sebagai area kontrol utama bagi saham Bank of America. Breakdown di bawah level tersebut, diikuti serangkaian daily close yang lebih rendah, secara teknikal dapat membuka ruang untuk penurunan lebih lanjut menuju sekitar US$48 per saham. Sebaliknya, apabila tekanan jual dengan cepat tertahan di area support penting, EMA200—yang belum diuji sejak 28 September—berpotensi tetap menjadi resistance utama bagi saham BAC. Sumber: XTB

14 Oktober 2026, 15.50

Konsumen AS Kuat, Fed Jadi Sulit Dovish

14 Oktober 2026, 15.13

Stelara Anjlok 54%, J&J Naikkan Guidance

14 Oktober 2026, 13.33

ASML Turun 4%, tapi Fundamental AI Tetap Kuat

14 Oktober 2026, 00.41

Daily Summary: Wall Street Mixed, Earnings Bank Jadi Fokus

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.