Laporan US Non-Farm Payrolls (Februari) menunjukkan hasil yang jauh lebih lemah dibandingkan ekspektasi pasar, memicu reaksi awal negatif di pasar keuangan. Data ketenagakerjaan yang lemah meningkatkan kekhawatiran mengenai potensi perlambatan ekonomi AS dan risiko stagflasi. Dalam artikel ini akan dibahas hasil utama laporan tenaga kerja AS terbaru serta reaksi awal pasar terhadap rilis data tersebut.
Amerika Serikat – Non-Farm Payrolls (Feb): -92 ribu vs Estimasi 60 ribu (Sebelumnya: 130 ribu)
-
Private payrolls: -86 ribu vs Estimasi 60 ribu (Sebelumnya: 172 ribu)
-
Government payrolls: -6 ribu (Sebelumnya: -42 ribu)
-
Manufacturing payrolls: -12 ribu vs Estimasi -2 ribu (Sebelumnya: -5 ribu)
Tingkat Pengangguran (Feb): 4,4% vs Estimasi 4,3% (Sebelumnya: 4,3%)
Average Hourly Earnings (Feb): 3,8% YoY vs Estimasi 3,7% (Sebelumnya: 3,7%)
Retail Sales (Feb): -0,2% MoM vs Estimasi -0,3% (Sebelumnya: 0,0%)
Core Retail Sales (Feb): 0% MoM vs Estimasi 0,1% (Sebelumnya: 0,0%)
US100 (interval M5)
US100 bereaksi dengan penurunan setelah laporan ketenagakerjaan AS yang lemah meningkatkan kekhawatiran terhadap risiko stagflasi pada ekonomi terbesar di dunia. Namun, reaksi akhir pasar kemungkinan baru akan terlihat setelah pembukaan pasar saham AS. Data penjualan ritel memberikan sinyal yang beragam, sementara tingkat pengangguran meningkat menjadi 4,4%.
Sumber: xStation5
Materi pemasaran ini bukan merupakan rekomendasi investasi atau saran strategi investasi. Informasi ini tidak menjamin kinerja atau hasil investasi di masa mendatang. Aktivitas trading melibatkan risiko kerugian finansial yang signifikan, termasuk kemungkinan kehilangan sebagian maupun seluruh modal yang diinvestasikan. Segala keputusan trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu.
Kalender Ekonomi: Semua Mata Tertuju pada NFP (06.03.2026)
Morning Wrap (04.03.2026)
Morning Wrap (03.03.2026)
Kalender Ekonomi: Inflasi Eropa dan PPI AS Jadi Sorotan