Baca selengkapnya
19.45 · 9 April 2026

BREAKING: Data PCE AS sesuai ekspektasi!

Data utama:

  • Belanja Pribadi AS (m/m): 0,4% (perkiraan: 0,5%, sebelumnya: 0,4%)

  • PCE (m/m): 0,4% (perkiraan: 0,4%, sebelumnya: 0,4%)

  • PCE Core (m/m): 0,4% (perkiraan: 0,4%, sebelumnya: 0,4%)

  • PCE (y/y): 3% (perkiraan: 3%, sebelumnya: 2,8%)

  • PCE Core (y/y): 2,8% (perkiraan: 2,8%, sebelumnya: 3,1%)

  • Pendapatan Pribadi AS (m/m): -0,1% (perkiraan: 0,3%, sebelumnya: 0,4%)

Mengapa data ini penting:

PCE (Personal Consumption Expenditures) mengukur perubahan dalam belanja konsumen dan merupakan indikator utama inflasi di Amerika Serikat. Indeks PCE Core, yang tidak memasukkan harga makanan dan energi, mencerminkan “inflasi inti” dan menjadi perhatian utama Federal Reserve dalam menentukan kebijakan suku bunga. Peningkatan belanja konsumen menunjukkan permintaan yang kuat dalam ekonomi, sementara penurunan atau stabilisasi mengindikasikan pertumbuhan moderat dan tekanan inflasi yang lebih rendah.

Data saat ini:

Data AS untuk bulan Februari menunjukkan gambaran yang beragam namun secara umum stabil terkait aktivitas konsumen dan inflasi. Angka-angka ini dirilis sebelum eskalasi konflik dengan Iran dan sebelum kenaikan signifikan harga bahan bakar, sehingga belum mencerminkan dampak faktor-faktor tersebut terhadap perekonomian. Belanja pribadi naik 0,4% secara bulanan, sedikit di bawah perkiraan 0,5%, sementara PCE dan PCE Core tetap di 0,4% m/m, yang menunjukkan tekanan inflasi yang moderat. Secara tahunan, PCE meningkat menjadi 3%, sementara PCE Core sedikit menurun menjadi 2,8% y/y. Pendapatan pribadi AS turun 0,1% secara bulanan, lebih rendah dari perkiraan, yang dapat membatasi belanja konsumen di masa depan. Data ini menunjukkan bahwa aktivitas konsumen tetap stabil dan inflasi berada pada level moderat, namun rilis data berikutnya akan menjadi sangat penting untuk menilai dampak ketegangan geopolitik dan kenaikan harga bahan bakar terhadap ekonomi, serta arah kebijakan moneter ke depan.

 

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

29 April 2026, 19.11

Era Powell Usai, Ketidakpastian Baru Muncul

29 April 2026, 19.05

Saham Eropa turun jelang keputusan The Fed dan laporan Big Tech 📉

29 April 2026, 14.29

Kalender Ekonomi: Big Tech Earnings & The Fed Bisa Hentikan Reli Pasar

29 April 2026, 12.46

Market Wrap: Geopolitik & Earnings Mag7 Jadi Penentu Arah Wall Street

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.