Meredanya ketegangan di Timur Tengah memungkinkan investor kembali mengalihkan fokus mereka ke data makroekonomi dari berbagai ekonomi utama dunia. Namun, awal pekan ini tidak terlalu padat dari sisi agenda ekonomi, dan sebagian besar rilis data terpenting hari ini telah berlalu.
Data Makroekonomi
Senin
- Pesanan pabrik Jerman mengecewakan pasar dengan mencatat penurunan tajam sebesar 3,8% secara bulanan pada April. Ini menjadi data terbaru yang tidak memberikan optimisme terhadap prospek pertumbuhan ekonomi di kawasan Eropa.
- Keputusan suku bunga ECB dan konferensi pers Presiden ECB Christine Lagarde dijadwalkan berlangsung pada Kamis. Jika Lagarde menyoroti hambatan-hambatan ekonomi yang ada, euro berpotensi mengalami tekanan.
- Menurut survei yang dilakukan oleh Federal Reserve Bank of New York, ekspektasi inflasi satu tahun di Amerika Serikat turun tipis dari 3,6% menjadi 3,5%. Namun demikian, pasar saat ini lebih menantikan laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) yang akan dirilis pada Rabu.
Selasa
- Data produksi industri Jerman dirilis sedikit lebih baik dibandingkan konsensus pasar, sehingga meredakan kekhawatiran yang muncul setelah data pesanan pabrik yang lemah sehari sebelumnya. Penurunan tahunan hanya tercatat sebesar 0,5%.
- China mencatat pemulihan perdagangan yang mengejutkan. Ekspor pada Mei melonjak hingga 14,1% YoY. Meskipun impor tumbuh lebih kuat sebesar 27,4% YoY, neraca perdagangan tetap mengalami peningkatan.
Kalender Makroekonomi
Selasa

Rabu (Jam Pagi)
Kalender Laporan Keuangan
USA
- J.M. Smucker Co. (SJM.US) – Sebelum Pasar Dibuka
3 Pasar yang Perlu Diperhatikan
- Euro (EUR)
Mata uang tunggal Eropa tengah menantikan pertemuan ECB pada Kamis. Bank sentral diperkirakan akan mengambil keputusan terkait kenaikan suku bunga pertama dalam siklus saat ini. Ekspektasi tersebut telah sepenuhnya tercermin dalam harga pasar, sehingga perhatian investor akan beralih ke konferensi pers Presiden ECB Christine Lagarde.
- US100
Setelah mengalami penurunan pada Jumat, indeks-indeks saham AS mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi. Investor masih mengkhawatirkan kemungkinan terjadinya koreksi yang lebih dalam. Perkembangan situasi di Timur Tengah tetap menjadi faktor penting bagi pasar.
- Krone Norwegia (NOK)
Mata uang Skandinavia ini masih sangat bergantung pada perubahan sentimen pasar serta volatilitas harga komoditas energi. Besok pagi, NOK akan menghadapi tantangan baru dengan dirilisnya data inflasi Mei.
Market Wrap: Pasar Pulih Setelah Meredanya Ketegangan Iran-Israel
Harga Minyak Brent Pangkas Kenaikan di Tengah Harapan Diplomasi
Emas Tertekan Yield Obligasi dan Dolar AS
Kalender Ekonomi: Minyak Melonjak, Saham Teknologi Tertekan Jelang CPI AS
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.