Baca selengkapnya
19.35 ยท 3 April 2026

BREAKING: NFP Melonjak Tajam ๐Ÿš€

19:30, Amerika Serikat merilis laporan NFP untuk bulan Maret:

  • Nonfarm Payrolls: 178 ribu (Perkiraan 65 ribu, Sebelumnya -92 ribu)

    • Private Payrolls: 186 ribu (Perkiraan 78 ribu, Sebelumnya -86 ribu)

    • Government Payrolls: -8 ribu (Sebelumnya -6 ribu)

    • Manufacturing Payrolls: 15 ribu (Perkiraan -5 ribu, Sebelumnya -12 ribu)

  • Tingkat Pengangguran: 4,3% (Perkiraan 4,4%, Sebelumnya 4,4%)

  • Partisipasi Angkatan Kerja: 61,9% (Perkiraan 62%, Sebelumnya 62,0%)

  • Upah Rata-rata YoY: 3,5% (Perkiraan 3,7%, Sebelumnya 3,8%)

Laporan NFP terbaru menghadirkan angka utama yang sangat kuat, meskipun revisi signifikan pada dua bulan sebelumnya menunjukkan volatilitas data yang tinggi dan prospek ekonomi yang masih “berkabut” di tengah potensi guncangan energi.

Sorotan Utama

  • Lonjakan Besar: Jumlah payroll jauh melampaui ekspektasi - hampir tiga kali lipat dari konsensus. Kenaikan ini lebih dari cukup untuk menutup penurunan tajam bulan sebelumnya.

  • Penurunan Pengangguran: Tingkat pengangguran turun tak terduga menjadi 4,3%, menunjukkan pasar tenaga kerja masih solid.

Sisi Negatif

  • Penurunan Partisipasi: Tingkat partisipasi tenaga kerja justru turun, menandakan tidak semua perbaikan bersifat struktural.

  • Peningkatan “Discouraged Workers”: Terdapat lonjakan signifikan sebesar 144.000 pekerja yang berhenti mencari pekerjaan karena merasa tidak ada peluang kerja.

  • Pertumbuhan Upah Melambat: Upah rata-rata per jam tumbuh lebih lambat dari perkiraan. Ini mengindikasikan bahwa meskipun data pekerjaan terlihat kuat, pekerja mulai kehilangan daya tawar - kemungkinan akibat ketidakpastian ekonomi dan geopolitik saat ini.

    • Implikasi untuk The Fed: Dari sudut pandang kebijakan moneter, ini memberikan “ruang bernapas” bagi Federal Reserve. Perlambatan pertumbuhan upah menunjukkan bahwa lonjakan harga energi akibat konflik Iran mungkin tidak langsung memicu spiral upah-harga (wage-price spiral).

    • Risiko Stagflasi Namun, terdapat sisi lain yang perlu diperhatikan. Jika pertumbuhan upah melambat sementara harga energi dan pangan tetap tinggi, ekonomi dapat menghadapi risiko stagflasi - kombinasi tekanan harga yang tinggi dengan daya beli yang melemah. Kondisi ini berpotensi menekan konsumsi dalam jangka panjang dan menjadi tantangan besar bagi stabilitas ekonomi.

  • Revisi data menunjukkan hasil campuran: Januari direvisi naik menjadi 160 ribu, Februari direvisi turun tajam menjadi -133 ribu. Secara keseluruhan, revisi gabungan dua bulan tersebut 7 ribu lebih rendah dibanding laporan sebelumnya.

3 April 2026, 21.15

๐Ÿ“ŒIndeks AS Jadi Sorotan di Tengah NFP Kuat & Minyak $100+

3 April 2026, 18.21

Pasar Tenaga Kerja Tak Lagi Jadi Kekhawatiranโ“

3 April 2026, 17.02

Kelesuan Bitcoin menekan saham Kripto

3 April 2026, 13.48

Kalender Ekonomi: Data NFP Tertutup oleh Libur Paskah

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.