- Wall Street terkoreksi dipimpin sektor teknologi. Nasdaq (US100: -1,2%) memimpin pelemahan, diikuti Russell 2000 (US2000: -0,75%) dan S&P 500 (US500: -0,5%), sementara Dow Jones (US30) ditutup relatif flat.
- Palantir (-8,3%) dan produsen semikonduktor besar (AMD: -5,1%, Nvidia: -2,9%, Broadcom: -3,5%) menjadi penekan utama. Intel jadi pengecualian, menguat setelah kabar rencana akuisisi 10% saham oleh pemerintah AS & SoftBank Jepang.
- Geopolitik: AFP melaporkan Vladimir Putin dalam panggilan dengan Donald Trump menyarankan Moskow sebagai lokasi potensial untuk pertemuan dengan Presiden Ukraina.
- Data AS: Housing starts naik lebih tinggi dari perkiraan (1,43M vs 1,29M, sebelumnya 1,36M), mendorong saham properti.
- Data Kanada: Inflasi sesuai ekspektasi turun ke 1,7% (sebelumnya 1,9%), sementara inflasi inti bulanan mengecewakan (0,1% vs 0,4% ekspektasi). Melemahnya harga & pasar tenaga kerja memperkuat spekulasi pemangkasan suku bunga BoC (saat ini 2,75%; terakhir dipangkas Maret).
- Pasar Eropa: Meski sempat melemah, indeks Eropa ditutup menguat. Euro Stoxx 50 (EU50) menembus 5500 ke level tertinggi sejak Maret. Paling kuat: Austria AUT20 (+1,6%), Polandia W20 (+1,05%), Swiss SUI20 (+0,87%), Prancis FRA40 (+0,84%), sementara DAX (DE40) stagnan.
- Pasar FX: Indeks dolar stabil. Yen Jepang jadi mata uang G10 terkuat (USDJPY: -0,25%). Euro (EURUSD: 1,165) & franc Swiss (USDCHF: 0,807) flat, sementara CAD melemah setelah rilis CPI (USDCAD: +0,4%).
- Energi: Natural gas futures anjlok lebih dari 5% ke level terendah 9 bulan akibat produksi tinggi, cuaca AS lebih sejuk dari perkiraan, dan badai Hurricane Erin yang berpotensi mengurangi permintaan listrik. Minyak (OIL) melemah 1,2%.
- Komoditas: Harga kopi naik >2% akibat cuaca buruk di Brasil. Suhu dingin & embun beku mengurangi produksi serta kualitas biji, menekan prospek panen berikutnya.
- Kripto: Mengikuti pelemahan ekuitas AS, Bitcoin turun ke kisaran $113,000, Ethereum jatuh di bawah $4,200. Meski ada prospek ETF berbasis Dogecoin, token tersebut tetap terkoreksi lebih dari 5%.
Gemini Jadi Mesin AI Baru Alphabet dan Apple
Harga Minyak Bertahan Tinggi di Tengah Krisis Hormuz
Daily Summary: Wall Street Tertekan usai Inflasi AS Naik
US Open: Pasar Respons Inflasi AS Lebih Tinggi
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.