Harga minyak turun pada hari Selasa, mengembalikan sebagian kenaikan yang tercatat sebelumnya. Menjelang pembukaan sesi perdagangan Amerika Serikat, minyak Brent diperdagangkan di kisaran USD 94 hingga USD 95 per barel. Penurunan harga tersebut merupakan respons terhadap harapan terjadinya deeskalasi terbatas di Lebanon serta pernyataan Donald Trump yang menyebutkan bahwa kesepakatan dengan Iran dapat tercapai dalam waktu satu minggu ke depan.
Pada saat yang sama, Presiden Amerika Serikat tersebut juga mengakui adanya sejumlah hambatan dalam proses negosiasi, meskipun tidak memberikan rincian lebih lanjut. Pasar minyak tetap sangat sensitif terhadap setiap perkembangan terkait Iran, yang sering kali sulit untuk diverifikasi secara langsung dalam waktu singkat. Yang terpenting, bahkan jika deeskalasi konflik terjadi secara penuh dan segera, kondisi tersebut tidak akan menghilangkan risiko pasokan yang selama ini menopang harga minyak pada level yang relatif tinggi. Meski demikian, pasar masih berupaya memperhitungkan skenario di mana harga minyak dapat bergerak lebih rendah dalam jangka pendek. Elemen tambahan yang meningkatkan ketidakpastian adalah kemungkinan munculnya kembali perdebatan politik di Amerika Serikat mengenai larangan ekspor minyak mentah maupun produk olahan energi.
Analis Barclays menilai bahwa menjelang pemilu paruh waktu (midterm elections), isu tersebut berpotensi semakin sering muncul dalam diskusi publik, meskipun pemerintahan Trump saat ini tetap menentang kebijakan tersebut. Menurut Barclays, larangan ekspor energi akan memberikan dampak yang lebih besar terhadap pasar energi dibandingkan harga minyak yang mencapai USD 100 per barel, karena kebijakan tersebut berpotensi menekan sektor kilang minyak dan infrastruktur energi secara keseluruhan.
OIL (D1)
Harga minyak kembali turun menuju batas bawah dari kanal perdagangan yang semakin jelas terbentuk, dengan rentang pergerakan yang luas antara USD 86 hingga USD 115 per barel. Indikator Exponential Moving Average (EMA) masih menunjukkan momentum bullish, sementara Relative Strength Index (RSI) berada di sekitar level 43. EMA100 menjadi area support yang kuat setelah berhasil menahan penurunan harga dan menjaga pergerakan tetap berada di atas level Fibonacci Retracement 61,8%. Sumber: xStation
Market Wrap: Pasar Waspada Usai Pembicaraan AS-Iran Terhenti
Daily Summary: Saham AS Bergerak Mixed di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Saham Robinhood Turun di Tengah Gugatan Terkait IPO 2021
BREAKING: Iran Hentikan Dialog dengan AS
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.