Politik dan Geopolitik
- Pemilu midterm di Amerika Serikat berakhir dengan Partai Demokrat berhasil menguasai kedua kamar Kongres AS, yakni Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
- Investor menyambut kembalinya potensi kebuntuan politik (political gridlock) dengan perasaan lega. Secara historis, kondisi ini membatasi perubahan kebijakan fiskal yang radikal dan memperketat kerangka pengeluaran pemerintah.
- Pemimpin Partai Demokrat di DPR AS mengumumkan rencana untuk segera mengajukan rancangan undang-undang yang bertujuan membatasi kebijakan tarif perdagangan Gedung Putih dan mengakhiri keterlibatan militer langsung AS dalam konflik dengan Iran.
- Presiden Donald Trump mengakui kekalahan Partai Republik. Melalui unggahan di Truth Social, Trump menyoroti pencapaian level tertinggi baru di pasar saham dan menyatakan keinginan untuk menjalin kerja sama pragmatis dengan pihak oposisi apabila mereka menunjukkan kesiapan untuk berkompromi.
- Perubahan besar dalam lanskap politik Washington memicu evaluasi internal di kubu Republik. Ketua DPR AS, Mike Johnson, mengumumkan bahwa dirinya tidak akan kembali mencalonkan diri sebagai pemimpin partai.
- Wakil Presiden JD Vance secara terbuka menyebut biaya yang berkaitan dengan perang di Timur Tengah dan aliansi dengan Israel sebagai penyebab utama kekalahan Partai Republik dalam pemilu. Sementara itu, para penasihat presiden sedang mempertimbangkan kemungkinan pengunduran diri Menteri Pertahanan AS.
- Pada saat yang sama, Departemen Keuangan AS memberlakukan sanksi tambahan terhadap sejumlah entitas di Turki dan India yang mendukung armada kapal bayangan (shadow fleet) serta sektor penerbangan Iran. Pemerintah AS juga memperpanjang status keadaan darurat terkait Teheran dan Beijing.
- Dalam hubungan internasional, Kremlin mengisyaratkan kesiapan untuk mengadakan pembicaraan trilateral mengenai jaminan keamanan, setelah pertemuan yang melibatkan Melania Trump, dengan harapan upaya perdamaian dapat terus berlanjut.
Makroekonomi dan Bank Sentral
- Laporan ADP memberikan kejutan positif bagi pasar tenaga kerja AS, dengan pertumbuhan lapangan kerja sektor swasta mencapai 86 ribu, melampaui perkiraan sebesar 67 ribu. Data ini menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja AS masih tangguh menjelang rilis data resmi pemerintah yang penting. Pada saat yang sama, indeks ISM Services berada di level 54,5 poin, mencerminkan laju ekspansi sektor jasa paling lambat dalam tiga bulan. Sementara itu, subindeks harga yang dibayarkan (prices paid) tetap tinggi di 73 poin, menandakan tekanan biaya yang masih persisten.
- Departemen Keuangan AS menerbitkan pengumuman pembiayaan kembali utang kuartalan (Quarterly Refunding Announcement/QRA), dengan menetapkan penerbitan surat utang sebesar US$125 miliar, sesuai estimasi pasar sebelumnya. Dalam rencana tersebut, pemerintah mengumumkan penjualan obligasi tenor 10 tahun senilai US$42 miliar dan obligasi tenor 30 tahun senilai US$25 miliar. Defisit perdagangan AS pada September tercatat sebesar US$105 miliar, sementara defisit perdagangan dengan China meningkat menjadi US$21,87 miliar.
- Di zona euro, pembacaan awal inflasi utama (headline CPI) Oktober mencapai 4% secara tahunan (YoY), sementara inflasi inti berada di 2,5%. Pernyataan sejumlah pejabat European Central Bank (ECB) menyoroti meningkatnya risiko inflasi akibat persaingan antarnegara besar serta potensi peningkatan produktivitas yang didorong oleh kecerdasan buatan (AI). Indeks PMI Komposit Zona Euro mencapai 51,7 poin, dengan data Jerman yang lebih kuat mengimbangi pelemahan ekonomi Prancis.
Pasar Saham
- Wall Street merespons hasil pemilu Kongres AS dengan reli yang sangat kuat. Indeks Dow Jones melonjak lebih dari 1.000 poin, sementara S&P 500 menembus sejumlah level resistance sebelumnya. Pasar saham menyambut prospek terhambatnya penerapan tarif perdagangan baru dan kebijakan fiskal yang lebih seimbang, sehingga memicu aliran modal besar kembali menuju saham teknologi yang sebelumnya mengalami koreksi harga.
- Sebaliknya, Tesla, SpaceX, dan sejumlah perusahaan terkait AI mengalami tekanan jual tajam, karena berpotensi menghadapi regulasi yang lebih ketat dari Kongres yang dikuasai Partai Demokrat.
- Sementara itu, saham Datadog mengalami aksi jual tajam meskipun laporan keuangan kuartalannya terlihat solid. Analis mengaitkan penurunan tersebut dengan ekspektasi valuasi yang terlalu tinggi dan proyeksi monetisasi layanan cloud baru yang lebih berhati-hati.
- McDonald's berhasil melampaui ekspektasi analis pada kuartal III, dengan adjusted earnings per share (EPS) sebesar US$3,57 serta pertumbuhan penjualan gerai sejenis global (comparable sales) sebesar 1,5%. Pada saat yang sama, Kraft Heinz mengumumkan keputusan strategis untuk memisahkan bisnis kopi Amerika Utara sebagai bagian dari restrukturisasi dan optimalisasi portofolio perusahaan.
- Uber melaporkan hasil keuangan kuartalan yang sesuai dengan target pasar, dengan pendapatan sebesar US$14,77 miliar. Perusahaan juga mengumumkan rencana untuk mengoperasikan 700 kendaraan otonom penuh dalam armadanya pada akhir tahun ini dan lebih dari 2.000 unit pada 2027.
- Raksasa farmasi Denmark Novo Nordisk berhasil menghentikan penurunan harga sahamnya, meskipun investor masih menunggu katalis positif yang lebih jelas. Di AS, CVS Health mengumumkan rencana untuk memisahkan bisnis senilai US$117 miliar menjadi segmen farmasi dan asuransi.
- Meta Platforms menarik permintaan investor yang mencapai rekor €53 miliar dalam debut penerbitan surat utangnya di pasar Eropa dan mengakuisisi startup AI Conductor. OpenAI mengumumkan rencana akuisisi Pierre Computer Company, sementara Qualcomm menjalin kemitraan strategis dengan proyek Starlink milik SpaceX.
Komoditas dan Produk Pertanian
- Harga minyak mentah mencatat aksi jual paling tajam sejak April, dengan penurunan hampir 9% dalam satu sesi perdagangan.
- Anjloknya harga minyak dipicu oleh prospek deeskalasi konflik di Timur Tengah, menyusul pernyataan mayoritas baru Kongres AS di Washington. Perkembangan tersebut secara drastis mengurangi premi risiko geopolitik yang sebelumnya menopang harga minyak.
- Laporan pemerintah AS melalui Energy Information Administration (EIA) menunjukkan persediaan minyak mentah turun 865 ribu barel, dibandingkan ekspektasi penurunan 1,7 juta barel. Namun, data ini kurang mendapat perhatian pasar dibandingkan ekspektasi politik mengenai potensi kesepakatan diplomatik dengan Iran.
- Harga gandum turun ke level terendah sejak awal Juli, merespons dimulainya kembali ekspor Rusia. Perkembangan ini mendorong sejumlah dana investasi untuk menyesuaikan posisi mereka di pasar komoditas.
- Harga emas melanjutkan reli yang mengesankan, didorong oleh penurunan yield obligasi dan pelemahan dolar AS, hingga berhasil menembus level psikologis US$4.000 per troy ounce.
Pasar Valuta Asing dan Obligasi
- Dolar AS mengalami tekanan jual yang kuat, mencatat penurunan harian terdalam sejak September terhadap sekeranjang mata uang utama dunia.
- Yield Treasury AS tenor 10 tahun turun mendekati 4,93%, mencerminkan keyakinan pasar bahwa defisit anggaran berpotensi melambat di bawah pemerintahan dengan kekuasaan yang terbagi (divided government).
- Pelemahan dolar AS mendorong penguatan mata uang negara berkembang (emerging markets). Di antara mata uang utama, dolar Selandia Baru mencatat apresiasi terkuat, sementara euro dan franc Swiss masing-masing menguat sekitar 0,4%.
Harga Minyak Brent Anjlok 9%, Tembus US$95 Usai Pemilu AS
US Open: Dow Jones Meroket 2,6%, Saham AI Justru Tertekan
Blue Wave: Demokrat Menang Telak, Saham AI Terancam?
Daily Summary: Nasdaq Rebound 1,1% Jelang Pemilu AS!
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.