-
Koreksi Ekuitas:
Kontrak berjangka saham AS melemah tajam dalam sesi perdagangan hari ini. Tekanan datang dari meningkatnya ketidakpastian geopolitik serta semakin menipisnya peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. -
Ketegangan Geopolitik:
Spekulasi terkait potensi intervensi militer AS di Iran meningkat dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa unit-unit militer AS di Qatar telah menerima perintah untuk mengosongkan pangkalan mereka. -
Lonjakan Logam Mulia:
Di tengah arus flight to safety, harga emas menembus level USD 4.600 per ons, sementara perak diperdagangkan di atas USD 90 per ons. Meski beredar rumor keterbatasan pasokan fisik, persediaan perak di COMEX masih berada di dekat level tertinggi sepanjang sejarah. -
Kinerja Indeks:
US500 turun lebih dari 1%, sementara indeks teknologi US100 terkoreksi lebih dalam dengan penurunan 1,6%. -
Tekanan di Sektor Perbankan:
Walaupun sebagian besar bank besar melaporkan kinerja keuangan yang melampaui ekspektasi atau menunjukkan momentum positif, saham-saham perbankan justru melemah. Bank of America turun lebih dari 5%, Citigroup jatuh lebih dari 4%, sementara Wells Fargo dan JPMorgan mencatat penurunan yang lebih moderat. Goldman Sachs dijadwalkan merilis laporan keuangan besok. -
Energi dan Sentimen Risk-Off:
Kecemasan terhadap potensi konflik AS–Iran tidak hanya mendorong kenaikan harga minyak, tetapi juga memicu aksi jual luas di pasar saham AS. -
Tekanan Inflasi:
Data Producer Price Index (PPI) AS mengejutkan pasar ke arah atas. Inflasi PPI utama tahunan mencapai 3%, dengan kenaikan bulanan 0,1%. Yang lebih mengkhawatirkan, inflasi inti PPI melonjak ke 3,0% secara tahunan, jauh di atas ekspektasi penurunan ke 2,7%, setelah kenaikan bulanan sebesar 0,3%. -
Konsumsi Tetap Tangguh:
Data penjualan ritel November melampaui perkiraan, naik 0,6% dibandingkan ekspektasi 0,4%. Meski pertumbuhan tahunan melambat dari 3,47% menjadi 3,3%, data ini memperkuat narasi ketahanan ekonomi AS. -
Valuta Asing dan Retorika Bank Sentral:
Upaya pemulihan EURUSD tertahan oleh kuatnya data ekonomi AS serta komentar hawkish dari pejabat The Fed, Bostic dan Kashkari, yang sama-sama mengisyaratkan bahwa pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat masih kecil kemungkinannya. -
Ketidakpastian Yudisial:
Mahkamah Agung AS kembali menunda putusan terkait legalitas tarif Donald Trump. Tanpa tanggal publikasi yang jelas, pasar tetap waspada terhadap kemungkinan pengumuman sekitar pukul 16.00 CET setiap hari. -
Prospek IPO AI:
Perusahaan AI besar seperti Anthropic dan OpenAI dilaporkan mengikuti jejak SpaceX dengan mulai mengambil langkah awal menuju penawaran umum perdana. -
Write-down di Sektor Energi:
Saham BP melemah setelah muncul kabar potensi penurunan nilai aset kuartal IV hingga £5 miliar, yang sebagian besar terkait dengan bisnis transisi energi. -
Strategi M&A Farmasi:
Setelah kalah dalam perebutan Metsera, Novo Nordisk mengisyaratkan kesiapan untuk melakukan akuisisi agresif di segmen pengobatan obesitas. -
Prospek Pertumbuhan:
Model GDPNow dari Atlanta Fed menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi AS kuartal IV berpotensi mencapai setinggi 5,3%.
Daily Summary: Silver Anjlok 9%, Wall Street Tertekan
Morning Wrap (12.02.2026)
Daily Summary: NFP Kuat Tunda Rate Cut The Fed
US Open: Payrolls Kuat, Rate Cut Tertunda?