- Anthropic berencana melakukan IPO di Nasdaq pada November 2026 dengan ticker ANT.
- SpaceX menyelesaikan kesepakatan pembiayaan GPU senilai 40 miliar USD bersama Apollo.
- Meta berencana menghimpun dana hingga 95 miliar USD untuk mendukung investasi AI.
- Moody's mempertahankan peringkat kredit Prancis di level A3 sehingga yield obligasi turun.
- Anthropic berencana melakukan IPO di Nasdaq pada November 2026 dengan ticker ANT.
- SpaceX menyelesaikan kesepakatan pembiayaan GPU senilai 40 miliar USD bersama Apollo.
- Meta berencana menghimpun dana hingga 95 miliar USD untuk mendukung investasi AI.
- Moody's mempertahankan peringkat kredit Prancis di level A3 sehingga yield obligasi turun.
Pasar Saham dan Berita Perusahaan
- IPO Anthropic: Pengajuan prospektus penawaran saham perdana (initial public offering atau IPO) oleh Anthropic mendorong sentimen positif di Wall Street menjelang rencana debut perusahaan di Nasdaq dengan ticker ANT. Pencatatan saham tersebut berpotensi berlangsung pada pekan yang dimulai 16 November 2026.
- Kinerja Keuangan Anthropic: Prospektus IPO mengungkapkan lonjakan pendapatan semester I menjadi US$16,3 miliar, dibandingkan US$1,2 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, pertumbuhan tersebut disertai kerugian bersih yang sangat besar, mencapai US$80,7 miliar.
- Belanja Infrastruktur AI Anthropic: Perusahaan memperkirakan peningkatan belanja modal (capital expenditure atau capex) yang sangat signifikan, dengan komitmen hingga US$114,5 miliar untuk infrastruktur cloud bersama Google dan US$120,5 miliar untuk kapasitas komputasi menggunakan prosesor Nvidia. Pada saat yang sama, manajemen Anthropic menghadapi permintaan untuk memberikan penjelasan kepada Federal Trade Commission (FTC) Amerika Serikat.
- Pendanaan GPU SpaceX: Perusahaan milik Elon Musk, SpaceX, menyelesaikan kesepakatan pembiayaan unit pemrosesan grafis (graphics processing units atau GPU) senilai US$40 miliar bersama Apollo. Berdasarkan skema tersebut, Apollo akan membeli kelompok GPU (GPU clusters) dan menyewakannya kepada SpaceX, dengan periode pengembalian modal selama satu tahun.
- Risiko Kebangkrutan Perusahaan Neocloud: Elon Musk juga memperingatkan bahwa penyedia layanan cloud AI berskala kecil (neoclouds) berpotensi menghadapi gelombang kebangkrutan akibat kekurangan likuiditas dan terputusnya akses terhadap pembiayaan utang.
- Ekspansi Jaringan Starlink: Musk menyampaikan bahwa pengembangan jaringan Starlink direct-to-cell, yang memungkinkan konektivitas langsung antara satelit dan ponsel, membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga tahun. Sementara itu, anggota parlemen AS sedang menyelidiki penyebab gangguan konektivitas satelit yang baru-baru ini terjadi.
- Restrukturisasi Tenaga Kerja Microsoft: Microsoft mengumumkan program pengunduran diri sukarela yang mencakup hampir 60.000 karyawan di Amerika Serikat, Kanada, India, dan Inggris. Program tersebut bertujuan mengurangi biaya sekaligus menata ulang tenaga kerja untuk mendukung pengembangan AI. Karyawan pusat data dan sejumlah divisi penjualan tertentu tidak termasuk dalam program ini.
- Pendanaan AI Meta: Raksasa teknologi Meta berencana menghimpun dana hingga US$95 miliar melalui penerbitan saham biasa, saham preferen, serta program penjualan saham secara bertahap di pasar (at-the-market equity offering). Pendanaan tersebut ditujukan untuk mendukung persaingan investasi teknologi AI. Sebagai bagian dari penawaran ini, sejumlah pemasok utama infrastruktur, termasuk Nvidia, AMD, dan Broadcom, akan membeli saham Meta dengan nilai gabungan hingga US$5 miliar.
- Laporan Keuangan Verizon: Perusahaan telekomunikasi Verizon melaporkan kinerja kuartal III yang solid, dengan laba per saham (earnings per share atau EPS) mencapai US$1,31. Verizon juga menaikkan proyeksi laba tahunan untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Selain itu, perusahaan memperluas kerja sama dengan unit Amazon Web Services (AWS) milik Amazon, dengan nilai kontrak lebih dari US$2 miliar. Meski demikian, saham Verizon mengalami tekanan jual karena total pendapatan operasional berada di bawah ekspektasi pasar.
- Masalah Layar iPhone dan Siri AI Apple: Model smartphone terbaru Apple memicu gelombang laporan mengenai keretakan layar bagian dalam pada varian iPhone Duo. Produsen mengarahkan pelanggan yang terdampak untuk memperoleh perangkat pengganti melalui program AppleCare. Di sisi lain, asisten AI Siri masih menghadapi hambatan regulasi di Uni Eropa, sehingga peluncurannya belum dapat dilakukan di kawasan tersebut. Apple juga terus memperluas dukungan terhadap bahasa-bahasa tambahan di berbagai pasar global.
- Saham Galp Anjlok: Saham perusahaan energi Portugal, Galp, mengalami penurunan tajam setelah pembicaraan merger dengan perusahaan Spanyol, Moeve, resmi berakhir tanpa kesepakatan. Kegagalan negosiasi tersebut memupus harapan pembentukan perusahaan pengolahan minyak terintegrasi berskala besar di Semenanjung Iberia, sekaligus mengecewakan investor yang mengharapkan sinergi penghematan biaya.
- Pergerakan Wall Street dan Saham Teknologi: Hingga pukul 19.44 CET, S&P 500 naik 0,38%, Nasdaq 100 menguat 0,74%, CAC 40 bertambah 0,73%, dan Dow Jones naik 0,04%. Pada perdagangan saham individual, Apple turun 1,34%, Nvidia menguat 2,4%, Tesla melonjak 6,03%, Microsoft naik 1,51%, dan Amazon bertambah 0,34%. Sebaliknya, Meta melemah 1,75% dan Alphabet turun 0,83%.

Makroekonomi dan Ekonomi Global
- Kemenangan Lula dan Gejolak Pasar Brasil: Kembalinya Presiden berhaluan kiri Luiz Inácio Lula da Silva ke tampuk kekuasaan setelah kemenangan dramatis atas Flávio Bolsonaro mengguncang pasar keuangan Brasil. Unit ETF Brasil yang diperdagangkan di Tokyo anjlok hampir 15%, ketika investor melakukan aksi jual besar-besaran terhadap aset terkait Brasil akibat kekhawatiran terhadap disiplin fiskal pemerintah. Selanjutnya, kontrak BraComp dibuka turun 20%. Harga gula dan kedelai juga mengalami penurunan tajam.
- Perundingan Damai Timur Tengah: Perundingan damai empat pihak dimulai di ibu kota Iran, Teheran, dengan melibatkan delegasi dari Arab Saudi, Turki, dan Pakistan, untuk membahas langkah-langkah meredakan ketegangan di Timur Tengah. Menurut laporan tidak resmi, Menteri Pertahanan Arab Saudi kemungkinan menawarkan US$1 miliar kepada kelompok Houthi di Yaman sebagai imbalan atas penghentian permanen serangan terhadap fasilitas produksi energi. Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian melakukan perjalanan ke Moskow untuk membahas kerja sama gas.
- Peringkat Kredit Prancis Dipertahankan: Pasar obligasi pemerintah Prancis mendapat sentimen positif setelah lembaga pemeringkat Moody's mempertahankan peringkat kredit Prancis di level A3, sehingga negara tersebut terhindar dari penurunan peringkat utang. Sebagai respons, yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun turun 7 basis poin, mempersempit premi risiko dibandingkan obligasi Jerman. Perkembangan tersebut terjadi meskipun demonstrasi mahasiswa terus meningkat, yang kemudian direspons Presiden Emmanuel Macron dengan janji tindakan tegas dari pemerintah.
- Indeks Manufaktur Dallas Fed dan Risiko Inflasi AS: Indeks Manufaktur Dallas Fed secara mengejutkan meningkat menjadi 13,40 poin pada Oktober, jauh melampaui ekspektasi pasar sebesar 8,8 poin. Sementara itu, lembaga pemeringkat kredit Fitch memperingatkan bahwa tekanan harga yang luas dan terus berlangsung di Amerika Serikat meningkatkan risiko inflasi yang semakin sulit dikendalikan. Kondisi tersebut menempatkan pembuat kebijakan Federal Reserve (The Fed) dalam posisi yang menantang.
Komoditas dan Energi
- Harga Minyak Melemah: Harga minyak mentah kembali kehilangan sebagian kenaikan sebelumnya. Pelemahan tersebut merupakan respons terhadap upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan di kawasan Teluk Persia serta laporan mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan dengan kelompok Houthi.
- Futures Gas Alam AS: Di Amerika Serikat, kontrak futures gas alam untuk pengiriman November ditutup di US$2,6020 per MMBtu di bursa New York Mercantile Exchange (NYMEX). Sementara itu, kontrak Desember diperdagangkan di sekitar US$3 per MMBtu.
Pasar Obligasi
- Lelang Obligasi Pemerintah AS: Departemen Keuangan Amerika Serikat melelang obligasi pemerintah tenor dua tahun senilai US$69 miliar dengan yield 4,708%. Permintaan investor tetap stabil, tercermin dari rasio penawaran terhadap jumlah yang diterbitkan (bid-to-cover ratio) sebesar 2,59. Selain itu, pejabat Departemen Keuangan mengumumkan operasi pembelian kembali obligasi jangka panjang (bond buyback) hingga US$6 miliar untuk mendukung likuiditas sektor perbankan.
- Dolar AS Menguat Jelang Keputusan Bank Sentral: Dolar AS menguat terhadap sejumlah mata uang utama, didukung sikap hati-hati investor menjelang pertemuan Federal Reserve dan Bank of Japan (BoJ). Pelaku pasar juga terus memantau pemilu paruh waktu Amerika Serikat yang semakin dekat, mengingat peristiwa politik tersebut secara historis sering memicu lonjakan volatilitas pada pasangan mata uang dolar AS.
US Open: Nasdaq Naik 0,7%, IPO Anthropic Dorong Saham AI
Market Wrap: Minyak Brent Anjlok, Wall Street Masih Tertekan
Spread Brent-WTI Terus Melebar
Daily Summary: Minyak Tembus US$112, Wall Street Tertekan
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.