01.46 · 30 Oktober 2026

Daily Summary: Nasdaq Picu Sell-Off

Wall Street

  • Perdagangan Wall Street hari ini didominasi oleh aksi jual saham.

  • Indeks Dow Jones turun sekitar 0,6%, sementara S&P 500 mencatat pelemahan dengan besaran yang hampir sama.

  • Tekanan terbesar terlihat pada sektor teknologi, dengan Nasdaq Composite anjlok lebih dari 1,5%.

  • Katalis utama memburuknya sentimen pasar adalah laporan keuangan Alphabet yang dirilis kemarin dan gagal memenuhi ekspektasi pasar. Meskipun perusahaan membukukan hasil yang mencetak rekor, investor merespons laporan tersebut secara negatif. Hal ini memicu aksi jual tajam pada saham Alphabet dan meningkatkan tekanan terhadap indeks saham AS.

  • Salah satu sumber ketidakpastian utama adalah belanja modal (CapEx) yang sangat besar untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI), di tengah meningkatnya pertanyaan mengenai dampaknya terhadap arus kas dan profitabilitas perusahaan teknologi besar pada masa mendatang.

  • Sebaliknya, Microsoft menunjukkan kinerja yang lebih kuat, dengan hasil keuangan yang melampaui ekspektasi analis. Pertumbuhan pendapatan layanan cloud Azure kembali menegaskan meningkatnya kemampuan Microsoft dalam memonetisasi teknologi AI.

  • Saham ServiceNow mengalami tekanan jual besar dan anjlok hampir 25% setelah merilis laporan keuangan Q3 2026. Penurunan tajam tersebut terjadi meskipun pendapatan perusahaan tumbuh 20% secara tahunan (YoY) menjadi US$4,1 miliar. Kondisi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan pendapatan saja tidak lagi cukup, karena pasar semakin mencermati valuasi saham, arah perkembangan margin, dan efisiensi penggunaan modal.

  • Pelemahan signifikan juga terlihat pada sektor chip memori, dengan saham Micron dan SanDisk turun lebih dari 5%, sehingga semakin membebani sentimen sektor teknologi.

  • Setelah penutupan perdagangan, Intel dan Amazon dijadwalkan merilis laporan keuangan. Bagi Intel, indikator utama yang akan diperhatikan adalah penjualan prosesor server yang didorong ekspansi infrastruktur pusat data. Sementara itu, Amazon harus membuktikan bahwa pertumbuhan Amazon Web Services (AWS) dan belanja AI dalam skala besar mampu meningkatkan profitabilitas serta menghasilkan arus kas bebas (free cash flow/FCF).

Makroekonomi & Bank Sentral

  • GDP AS kuartal III tumbuh 3,4% secara tahunan yang disetahunkan (annualized), melampaui konsensus pasar sebesar 3,2%. Pertumbuhan ini didorong oleh belanja konsumen yang tetap tangguh dan investasi modal besar dalam infrastruktur AI.

  • Inflasi PCE AS meningkat dari 3,4% menjadi 3,6% secara tahunan (YoY). Tekanan harga yang persisten, dikombinasikan dengan aktivitas ekonomi yang kuat, membatasi ruang Federal Reserve (The Fed) untuk melonggarkan kebijakan moneter dan meningkatkan kemungkinan suku bunga bertahan tinggi lebih lama atau bahkan kembali dinaikkan.

  • Pasar keuangan saat ini memperhitungkan probabilitas sekitar 80% untuk kenaikan suku bunga The Fed tambahan pada Desember.

  • Bank Sentral Eropa (ECB) mempertahankan suku bunga acuannya, dengan suku bunga fasilitas deposito tetap berada di 2,5%.

  • Kenaikan harga energi dan percepatan inflasi utama zona euro menjadi 3,8% YoY pada September meningkatkan kekhawatiran terhadap kembali menguatnya tekanan harga serta kemungkinan kenaikan suku bunga ECB paling cepat pada Desember.

  • Christine Lagarde mengumumkan pengunduran dirinya lebih awal dari jabatan Presiden ECB, efektif pada 7 Februari 2027, hampir sembilan bulan sebelum masa jabatan resminya berakhir pada Oktober 2027. Tidak ada alasan resmi yang disampaikan terkait keputusan tersebut. Pengunduran diri lebih awal ini mempercepat proses suksesi menjelang pemilihan presiden Prancis, ketika kebijakan ECB menghadapi tantangan dari kembali meningkatnya inflasi.

Komoditas & Energi

  • Harga minyak mentah relatif stabil, dengan minyak Brent berada di sekitar US$110 per barel dan WTI diperdagangkan sekitar US$102 per barel.

  • Harga gas alam mengalami tekanan penurunan yang semakin kuat, dengan kontrak berjangka Henry Hub bulan terdekat (front-month) turun lebih dari 2% dan menembus ke bawah level US$3.

  • Logam mulia mengalami pelemahan secara luas. Harga emas turun sekitar 1%, meskipun masih bertahan di atas level psikologis US$4.000 per ounce.

  • Harga perak melanjutkan aksi jual tajam, turun lebih dari 3,3% dan menembus ke bawah US$52 per ounce pada saat artikel ini ditulis.

Ringkasan Perdagangan

  • Pergerakan pasar hari ini menunjukkan bahwa investor semakin selektif terhadap saham Big Tech. Fokus penilaian mulai bergeser dari sekadar pertumbuhan pendapatan menuju biaya investasi AI, efisiensi penggunaan modal, serta kejelasan kemampuan perusahaan menghasilkan arus kas secara berkelanjutan.

  • Dalam beberapa jam mendatang, perhatian pasar akan beralih ke laporan keuangan kuartalan Amazon dan Intel, serta prospek kebijakan moneter The Fed di tengah tekanan inflasi AS yang masih persisten.

 

30 Oktober 2026, 04.25

Saham Amazon Anjlok 6%, AWS Justru Tumbuh 39%!

30 Oktober 2026, 00.53

Silver Tertekan Fed, Support US$52 Terancam

30 Oktober 2026, 00.31

AWS Melesat, Belanja AI Jadi Risiko

29 Oktober 2026, 23.17

Intel Rilis Earnings Q3

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.