3 November menjadi hari pelaksanaan pemilu midterm AS yang telah lama dinantikan. Investor menunjukkan sentimen yang relatif optimistis sambil menunggu hasil awal exit poll dari distrik-distrik pemungutan suara pertama. Setelah aksi jual tajam selama beberapa hari terakhir, ketika indeks semikonduktor SOXX turun sekitar 10% dalam tiga hari, sektor semikonduktor mulai mengalami rebound. Pemulihan tersebut mendukung indeks teknologi utama, Nasdaq 100, yang saat ini menguat 1,1%.
Saham Semikonduktor Rebound, Antusiasme terhadap Apple dan Palantir Mereda
Reli sektor semikonduktor turut mengangkat saham On Semiconductor, yang naik sekitar 3% setelah merilis laporan keuangan Q3 2026. Sorotan utama laporan tersebut adalah lonjakan penjualan ke data center sebesar 175% secara tahunan (YoY).
Di sisi lain, saham teknologi yang mengalami pelemahan mencakup Apple (-2%) dan Palantir (-1,5%), yang keduanya juga merilis laporan keuangan kuartalan pada hari sebelumnya. Perusahaan asal Cupertino, Apple, berhasil melampaui ekspektasi dalam sejumlah indikator kinerja. Namun, investor masih mengkhawatirkan tekanan terhadap margin keuntungan dan pelemahan penjualan di China. Perusahaan yang dipimpin Alex Karp, Palantir, juga mencatat hasil keuangan di atas perkiraan, termasuk pendapatan US$2,31 miliar atau tumbuh 96% YoY, tetapi mengindikasikan perlambatan pertumbuhan penjualan yang cukup signifikan pada kuartal berikutnya.
Gambar 1: Dashboard Kinerja Apple (2020–2026)
Sumber: XTB Research, 03.11.2026
Terkait pergerakan indeks saham dan pemilu midterm AS, indeks S&P 500 tidak pernah mencatatkan kerugian dalam 120 hari perdagangan setelah penutupan pemungutan suara pada 19 siklus pemilu terakhir, yakni sejak 1950. Namun, perlu diperhatikan bahwa ketika terjadi peralihan kekuasaan di Kongres, 40 hari perdagangan pertama setelah pemilu, yaitu periode menjelang akhir tahun, sering kali diwarnai volatilitas yang cukup tinggi.
Gambar 2: Kinerja S&P 500 Sebelum dan Sesudah Pemilu Midterm AS (19 Siklus Terakhir)
Sumber: XTB Research, 03.11.2026
Apakah Negosiasi AS-Iran Semakin Cepat?
Perkembangan paling menonjol di luar sektor teknologi hari ini adalah situasi yang melibatkan Iran. Pasukan AS melancarkan serangan terarah pada malam hari terhadap sejumlah target di Pulau Qeshm, Selat Hormuz, yang digambarkan Presiden Donald Trump sebagai "serangan kecil, bukan perang". Pada saat yang sama, mediator Qatar mengajukan proposal kesepakatan baru kepada kedua pihak. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan adanya "fleksibilitas negosiasi yang lebih besar", sementara Wakil Presiden AS JD Vance menyebut berlangsungnya "diskusi yang konstruktif".
Namun, pada saat yang sama, Teheran masih menolak persyaratan AS terkait program nuklir Iran dan tetap menuntut pencabutan blokade pelabuhan serta pembebasan aset yang dibekukan.
Perkembangan tersebut terus memberikan tekanan terhadap harga minyak mentah, dengan Brent saat ini diperdagangkan di bawah US$103 per barel, sementara WTI bergerak mendekati US$96 per barel.
Gambar 3: Harga Minyak Mentah Brent dan WTI (2026)
Sumber: XTB Research, 03.11.2026
Harga Emas Turun Tipis
Harga emas turun sekitar 0,5% hari ini, diperdagangkan pada kisaran US$3.930 per troy ounce. Pelemahan ini sebagian dapat dikaitkan dengan rilis data JOLTS AS yang kuat, yang menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja AS masih sehat dan mendorong yield Treasury AS tenor 10 tahun naik menjadi 4,95%. Jumlah lowongan pekerjaan AS meningkat menjadi 7,52 juta pada September, jauh melampaui ekspektasi sebesar 7,16 juta, sementara jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) turun ke level terendah dalam lebih dari satu tahun.
Gambar 4: Harga Emas (2026)
Sumber: XTB Research, 03.11.2026
US Open: Wall Street Rebound Jelang Pemilu Midterm!
Laba S&P 500 Melonjak 30%! Era Dominasi Magnificent Seven Berakhir?
Harga Minyak Anjlok 3,5%! Trump Redam Konflik Iran?
Kalender Ekonomi: Earnings Apple & Palantir, Nasdaq Siap Bergejolak?
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.