Baca selengkapnya
02.31 · 22 Januari 2026

Daily Summary: Trump Tunjukkan Sikap Lebih Lunak soal Greenland, Pasar Lebih Tenang

  • Pidato Donald Trump di World Economic Forum di Davos menunjukkan nada yang jauh lebih terukur dibandingkan retorika agresifnya dalam beberapa hari terakhir. Presiden AS menyatakan tidak memiliki niat untuk menggunakan kekuatan militer dalam upayanya terkait Greenland, meskipun ia secara tegas menolak untuk membatalkan rencana akuisisi tersebut.

  • Tidak adanya pernyataan mengenai tarif baru atau kebijakan domestik kontroversial—seperti pembatasan suku bunga kartu kredit—memicu reli lega (relief rally) di Wall Street setelah aksi jual tajam pada sesi sebelumnya.

  • Kontrak berjangka saham AS mendapat dorongan beli yang kuat. US500 sempat menguat hingga 1% lebih awal hari ini, menandai potensi kenaikan harian terkuat sejak akhir November. Namun, dengan sekitar dua jam perdagangan reguler tersisa, kenaikan tersebut terkoreksi menjadi sekitar 0.4%.

  • Indeks saham AS lainnya juga bergerak menguat. Indeks berbasis teknologi US100 naik 0.5%, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil US2000 dan indeks blue-chip US30 masing-masing menguat lebih dari 0.4%.

  • Pasar Eropa menunjukkan kinerja yang lebih lemah. DE40, yang melacak indeks DAX Jerman, turun 0.3% hari ini. Sebaliknya, UK100 mencatat kenaikan 0.5%. Aktivitas di pasar Asia terlihat lebih solid, dengan indeks JP225 melonjak lebih dari 1% selama sesi perdagangan.

  • Laporan keuangan Netflix menjadi sorotan utama Wall Street. Meskipun hasil kuartal keempat relatif sejalan dengan ekspektasi, panduan kinerja untuk kuartal pertama dan sepanjang tahun 2026 mengecewakan pasar. Manajemen juga mengumumkan revisi penawaran akuisisi Warner Bros dalam bentuk tunai penuh serta menangguhkan program pembelian kembali saham untuk menjaga likuiditas. Saham Netflix, yang sempat anjlok lebih dari 7% pada perdagangan pra-pasar, kini turun sekitar 4%. Secara total, saham ini telah kehilangan lebih dari sepertiga nilainya dari level tertinggi sepanjang masa.

  • Ketidakpastian geopolitik yang masih berlanjut mendukung kenaikan harga logam mulia, meskipun hanya emas dan platinum yang mampu mempertahankan kenaikan lebih dari 1% sepanjang hari. Harga emas sempat menyentuh hampir USD 4,900 per ons, mendorong kinerja sejak awal tahun menjadi lebih dari 12%.

  • Proyeksi terbaru menyebutkan harga emas berpotensi mencapai USD 7,000 jika gejolak terkait tarif—khususnya isu Greenland—terus berlanjut. Meski ketegangan pasar sebagian mereda, emas tetap bertahan di level tinggi.

  • Harga perak terkoreksi 1.3% ke USD 93 per ons. Tekanan datang tidak hanya dari jadwal pengiriman kontrak berjangka, tetapi juga dari kekhawatiran penurunan permintaan sektor energi surya. Bloomberg NEF melaporkan bahwa porsi biaya perak dalam panel fotovoltaik melonjak dari sekitar 3% pada 2023 menjadi hampir 30% saat ini, dan memperingatkan margin produsen dapat berubah negatif jika harga perak bertahan di atas USD 100.

  • Harga gas alam (NATGAS) melonjak tajam hingga 22% setelah prakiraan gelombang udara dingin pada akhir pekan meningkatkan potensi lonjakan permintaan dan risiko pembekuan infrastruktur produksi di Texas. Kondisi ini menciptakan backwardation ekstrem, dengan kontrak Februari diperdagangkan lebih dari USD 1 di atas kontrak Maret.

  • Pasangan EURUSD membatasi kenaikan mingguan di kisaran sedikit di atas 1%, menguji area 1.17. Menteri Keuangan AS Scott Bessent berupaya menenangkan investor dengan menyatakan tidak ada kekhawatiran terkait stabilitas utang AS dan tidak ada dasar rasional bagi institusi Eropa untuk menjual obligasi pemerintah AS.

  • Mata uang berbasis komoditas menguat terhadap dolar AS, dipimpin oleh dolar Selandia Baru (NZD), yang dipandang investor relatif terlindung secara geografis dari ketegangan AS–Eropa. Namun, analis mencatat bahwa suku bunga Selandia Baru saat ini masih lebih rendah dibandingkan AS maupun Australia.

  • Yen Jepang bergerak relatif stabil meskipun imbal hasil obligasi pemerintah Jepang melonjak tajam. Imbal hasil JGB tenor 40 tahun menembus 4% untuk pertama kalinya, dipicu oleh rencana belanja agresif dari pemerintahan Sanae Takaichi. Konsensus pasar kini memperkirakan Bank of Japan dapat dipaksa melakukan hingga tiga kali kenaikan suku bunga pada 2026.

4 Maret 2026, 01.51

Daily summary: Wall Street Tertekan Konflik Teluk Persia

3 Maret 2026, 22.23

US Open: Wall Street Berdarah

3 Maret 2026, 13.45

Morning Wrap (03.03.2026)

3 Maret 2026, 02.09

Daily summary: Pasar Tak Gentar, Valuasi Menyesuaikan

Bergabunglah dengan lebih dari 2.000.000 investor XTB dari seluruh dunia
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.