- Bursa saham Eropa menutup sesi perdagangan Selasa dengan sentimen campuran. FTSE, DAX, dan CAC40 mencatat kenaikan moderat. Awal sesi perdagangan AS berlangsung cukup tegang, dengan futures Nasdaq 100 turun hampir 1,5% di tengah pelemahan saham semikonduktor dan penurunan pada perusahaan Big Tech.
- Namun pada paruh kedua sesi, futures indeks AS mulai pulih secara bertahap dan saham produsen chip kembali rebound. Nvidia berbalik menguat hampir 1% setelah sempat dibuka turun hampir 2%, menjelang laporan kinerja kuartalan yang dijadwalkan dirilis setelah penutupan Wall Street besok. Apple juga memangkas sebagian besar kerugian awalnya, sementara saham Intel berbalik ke zona positif dan kini naik hampir 4%.
- Sentimen di pasar cryptocurrency masih terlihat lemah. Bitcoin turun ke USD 76.000, level terendah sejak awal Mei. Logam mulia juga berada dalam tekanan, dengan perak turun hampir 4% dan emas melemah hampir 1,4%.
- Di tengah lonjakan dolar AS, sentimen terhadap EUR/USD tetap lemah, dengan pasangan mata uang tersebut menguji level 1,16 dan turun lebih dari 0,4% hari ini, sementara yield Treasury AS tenor 30 tahun naik ke 5,2% — level tertinggi sejak 2007.
- Baru sekitar seminggu lalu, pasar kakao diperdagangkan pada level tertinggi dalam sekitar 3,5 bulan terakhir, namun kemudian mengalami koreksi tajam. Hari ini, futures mencoba membalikkan sebagian pelemahan dengan rebound hampir 4%. Tekanan turun terbaru dipicu laporan yang menyebutkan bahwa panen kakao Pantai Gading dapat mencapai antara 2,1 hingga 2,2 juta ton, dibandingkan ekspektasi sebelumnya di sekitar 1,8 juta ton.
- Intel kembali menyoroti keterbatasan pasokan prosesor sambil mendorong produsen PC untuk meningkatkan adopsi chip terbaru berbasis teknologi 18A. Perusahaan menyebut permintaan yang meningkat akibat artificial intelligence secara bertahap mulai memperketat pasokan CPU di pasar. Ledakan AI kini tidak lagi terbatas pada kartu grafis saja dan mulai berdampak pada segmen prosesor tradisional untuk PC dan server.
- Menurut laporan Bloomberg, NATO sedang mempertimbangkan dukungan bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz yang saat ini terblokir apabila jalur tersebut tidak dibuka kembali pada awal Juli. Bagi pasar, ini merupakan sinyal penting karena Hormuz tetap menjadi salah satu jalur transit utama dunia untuk minyak mentah dan LNG. Gangguan berkepanjangan apa pun akan meningkatkan premi risiko geopolitik pada harga energi, sementara prospek keterlibatan NATO dapat menandakan eskalasi konflik yang lebih luas.
- Proposal tersebut dilaporkan mendapat dukungan dari beberapa anggota NATO, meskipun hingga kini belum ada kesepakatan bulat, sehingga belum ada keputusan operasional yang difinalisasi. Pertemuan para pemimpin NATO di Ankara pada 7–8 Juli dapat menjadi agenda penting khususnya bagi pasar minyak, perusahaan pelayaran, dan mata uang negara-negara pengimpor energi. Minyak tetap diperdagangkan di sekitar USD 110 per barel hari ini dan sejauh ini belum bereaksi signifikan terhadap laporan tersebut.
- Sementara itu, US Pending Home Sales Index naik ke 74,8 dari sebelumnya 73,7, menandakan perbaikan moderat pada aktivitas pasar perumahan. Pending home sales meningkat 1,4% MoM, di atas ekspektasi 1,0%, meskipun sedikit di bawah pembacaan sebelumnya sebesar 1,5%. Data ini dapat dipandang positif bagi ekonomi AS, menunjukkan ketahanan pasar properti meskipun biaya pembiayaan masih tinggi.
- Data terbaru AS juga menunjukkan tekanan inflasi mungkin mulai kembali meningkat, sebagian akibat kenaikan harga minyak setelah meningkatnya tensi terkait Iran. Ed Yardeni dari Yardeni Research meyakini The Fed mungkin mulai “behind the curve” terhadap inflasi. Menurut pandangannya, kenaikan suku bunga pada Juli dapat membantu menahan inflasi, namun kemungkinan besar akan meningkatkan tekanan terhadap pasar saham.
US100 chart (H1)

Sumber: xStation5

Sumber: xStation5
Wall Street Melemah 🚩 Saham AI dan Semikonduktor Tertekan
Kalender Ekonomi: Pasar Fokus ke Data AS dan Suku Bunga Global
Market Wrap: Pasar Masih Skeptis terhadap Trump dan Iran
Daily Summary: Wall Street Mixed Jelang Earnings NVIDIA
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.